• Tentang Kami
Friday, February 13, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

6 Fakta Terkini Sidang Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman: Fee 10 Persen hingga Wisata Mati Suri

Dalam sidang lanjutan perkara dugaan korupsi dana hibah pariwisata, sejumlah saksi membeberkan fakta mencengangkan

Gregorius BramantyobyredaksiandGregorius Bramantyo
February 12, 2026
in headline, Sleman
Reading Time: 2 mins read
A A
0
6 Fakta Terkini Sidang Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman: Fee 10 Persen hingga Wisata Mati Suri
0
SHARES
7
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi dana hibah pariwisata Sleman 2020 dengan terdakwa mantan Bupati Sleman Sri Purnomo (SP) mengungkap deretan fakta baru.

Dalam persidangan yang digelar pada Senin (9/2/2026) dan Rabu (11/2/2026) di Pengadilan Negeri Yogyakarta, terungkap adanya pemotongan dana (fee), pembentukan kelompok sadar wisata (pokdarwis) dadakan, hingga muatan politis terkait Pilkada 2020.

BERITA MENARIK LAINNYA

Luruskan Soal Tujuh Warga Mlati yang Dibui karena Cegah Klitih, PN Sleman: Tidak Benar

Terungkap, Dana Hibah Pariwisata untuk Pokdarwis Disunat Rp2,5 Juta

Berikut adalah deretan fakta krusial yang muncul dari kesaksian para saksi:

1. Adanya Permintaan Fee 10 Persen

Fakta ini terungkap saat saksi Wisnu Wijaya selaku sopir Panewu Cangkringan mengakui adanya pengambilan uang komisi sebesar 10 persen atau senilai Rp 2,5 juta dari dana yang diterima Pokdarwis Cancangan. Wisnu mengaku diperintah oleh Rinto Budi Antoro selaku ketua Karang Taruna Ngemplak untuk mengambil uang tersebut dari pengurus pokdarwis.

“Rinto menyuruh saya untuk mengambil uang Rp 2,5 juta ke Pak Tri, pengurus pokdarwis Cancangan,” kata Wisnu dalam persidangan.

2. Keterlibatan Timses Pilkada dalam Penyaluran Dana

Saksi Wisnu Wijaya akhirnya mengakui bahwa tokoh-tokoh kunci dalam koordinasi hibah, yakni Karunia Anas Hidayat dan Rinto Budi Antoro, merupakan bagian dari tim pemenangan pasangan Kustini Sri Purnomo-Danang Maharsa pada Pilkada 2020. Rinto bahkan secara terbuka mengakui di persidangan bahwa ia mengaitkan pemberian hibah dengan dukungan politik untuk menyukseskan Kustini.

Rinto mengakui menyampaikan informasi dana hibah pariwisata kepada tujuh dusun atau pokdarwis di wilayah Ngemplak. Ia bahkan secara terbuka mengaitkan bantuan tersebut dengan dukungan politik pada Pilkada 2020.

“Saya bertanya kepada mereka, bisa tidak bantuan dana hibah pariwisata digunakan untuk menyukseskan Ibu Kustini. Menurut saya waktu itu hal tersebut wajar,” ujar Rinto menjawab pertanyaan majelis hakim.

3. Ruang Khusus untuk Anas di Rumah Dinas Bupati

Karunia Anas Hidayat, yang merupakan orang dekat putra terdakwa (Raudi Akmal), disebut memiliki ruangan khusus di Rumah Dinas Bupati Sleman. Ruangan ini berfungsi sebagai pusat pengumpulan proposal sekaligus tempat pertemuan terkait koordinasi penyaluran dana hibah pariwisata.
Ruangan itu biasa untuk menerima proposal dan menggelar rapat-rapat. Saksi Rinto tak menampik proposal hibah pariwisata diajukan ada kaitannya dengan dukungan terhadap pencalonan Kustini-Danang.

“Anas punya ruangan di rumah dinas bupati Sleman,” beber Rinto.

4. Destinasi Wisata Mati Suri dan Tak Berdampak Ekonomi

Sejumlah pengelola objek wisata memberikan pengakuan pilu bahwa dana hibah tersebut tidak memberikan dampak ekonomi nyata bagi warga. Objek wisata Goa Tomenggolo kini dalam kondisi mati suri tanpa pengunjung. Sementara wisata Sumber Cuwo di Ngemplak kini justru hanya dimanfaatkan warga untuk tempat mencuci pakaian.

“Sekarang menjadi tempat umbah-umbah (mencuci pakaian),” tutur Ketua Pokdarwis Sumber Cuwo, Didik.

5. Munculnya Pokdarwis Dadakan

Terungkap dalam persidangan bahwa banyak kelompok sadar wisata (Pokdarwis) penerima hibah baru dibentuk secara mendadak menjelang pencairan bantuan. Salah satu saksi dari Pokdarwis Soka Karya di Kapanewon Cangkringan mengakui kelompoknya dibentuk dadakan dan merasa “untung-untungan” bisa mendapatkan bantuan tersebut.

6. Pembangunan Wisata di Atas Tanah Pribadi

Penyimpangan pembangunan destinasi wisata juga ditemukan pada aspek legalitas lahan. Destinasi Batu Alien di Kapanewon Cangkringan diketahui berdiri di atas tanah pribadi warga tanpa surat keputusan lurah yang sesuai. Sementara di Kampung Bunga, dana hibah digunakan untuk membangun pergola di tanah sewa pribadi yang kini justru sudah dibongkar dan berubah fungsi menjadi tempat jual beli tanaman.

Tags: dana hibah pariwisatafaktafee 10 persenKorupsiKustinimati suriRaudi AkmalSlemanSri Purnomo

Related Posts

Juru Bicara Pengadilan Negeri Sleman, Jayadi Husain.

Luruskan Soal Tujuh Warga Mlati yang Dibui karena Cegah Klitih, PN Sleman: Tidak Benar

February 12, 2026
Terungkap, Dana Hibah Pariwisata untuk Pokdarwis Disunat Rp2,5 Juta

Terungkap, Dana Hibah Pariwisata untuk Pokdarwis Disunat Rp2,5 Juta

February 12, 2026
Mahfud MD menyoroti soal anjloknya Indeks Persepsi Korupsi Indonesia.

Soroti Indeks Korupsi Indonesia Anjlok, Mahfud MD: Kalau Hukum Dimain-mainkan Negara Terancam

February 11, 2026
Anggota Basarnas dan sejumlah relawan melakukan evakuasi korban terjebur sumur di Gamping, Sleman, DIY, Selasa (10/2/2026). (Basarnas Yogyakarta)

Terjatuh Saat Perbaiki Pompa Air, Warga Gamping Terperosok ke Sumur Sedalam 15 Meter

February 10, 2026
ilustrasi tersangka

5 Fakta Kasus Tujuh Warga Mlati yang Dituntut 12 Tahun Penjara Gegara Cegah Klitih

February 10, 2026
Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
Next Post
Anggota Sekolah Lansia Kalimasada, Ety Roossetiyawati saat diwawancarai, Rabu (11/2/2026).

Lansia Sleman Usulkan Anggaran MBG Dialihkan untuk Pendidikan Gratis

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.