• Tentang Kami
Thursday, February 12, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Krisis Lahan Pemakaman di Kota Yogyakarta, Makam Ditumpuk hingga 11 Jenazah

Kian terbatasnya lahan pemakaman di kawasan Kota Yogyakarta, sejumlah kampung menerapkan pemakaman tumpuk terutama yang masih memiliki keturunan keluarga

byredaksi
February 12, 2026
in headline, Kota Yogyakarta
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Juru kunci Makam Karangwaru, Hadi Subagyo, menunjukkan satu makam berisi dua jenazah, pada Kamis (12/2/2026).

Juru kunci Makam Karangwaru, Hadi Subagyo, menunjukkan satu makam berisi dua jenazah, pada Kamis (12/2/2026). [populi.id/Dewi Rukmini]

0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Krisis lahan pemakaman mulai menghantui Kota Yogyakarta, DIY. Kini, sejumlah tempat pemakaman umum (TPU) di Kota Yogyakarta telah penuh.

Pengelola makam pun harus putar otak agar bisa mengebumikan jenazah baru, sebab lahan pemakaman kian sempit.

BERITA MENARIK LAINNYA

Ayuri Tak Tega Melihat Area Pemakaman di Kota Yogyakarta Saling Berhimpit hingga Tergusur

Kota Yogyakarta Tak Butuh Branding Baru, Hasto: Fokus Perkuat Tiga Pilar Utamanya

Alhasil, metode makam tumpuk diambil untuk mengatasi keterbatasan lahan.

Hal itu seperti yang terjadi di Makam Karangwaru, Kemantren Tegalrejo, Kota Yogyakarta.

Makam yang berada di tengah Kampung Karangwaru Lor itu sudah penuh dan berdesak-desakan.

Juru Kunci Makam Karangwaru, Hadi Subagyo (77), mengungkapkan bahwa kondisi makam sudah penuh sejak 30-an tahun lalu.

Kini, hampir sebagian besar jenazah yang dimakamkan di Makam Karangwaru ditumpuk dengan jenazah baru yang masih memiliki garis kerabat.

“Jadi kalau ada seorang yang meninggal dan familinya di sini sudah lama dimakamkan, nanti bisa dijadikan satu liang. Terus nama di nisannya dibikin doubel, semisal anak dan orang tuanya,” jelasnya kepada Populi.id, Kamis (12/2/2026).

Pria yang akrab disapa Lagyo itu menyebut jenazah yang dimakamkan di Makam Karangwaru didominasi warga setempat.

Kendati demikian, ada pula warga luar daerah semisal mahasiswa NTT dan Sumatera yang dimakamkan di Makam Karangwaru karena keluarga mendiang tak mampu menjemput ke kampung halaman.

“Kalau untuk warga luar Karangwaru kami akan carikan makam yang sudah kuno atau tidak pernah diziarahi. Karena di sini semua ditumpuk. Tapi selama saya jadi juru kunci, paling banyak ditumpuk dua, tidak ada yang tumpuk tiga,” ujarnya.

Suasana Makam Sasonoloyo Blunyahrejo di Kemantren Tegalrejo, Kota Yogyakarta, yang sudah penuh, Kamis (12/2/2026).
Suasana Makam Sasonoloyo Blunyahrejo di Kemantren Tegalrejo, Kota Yogyakarta, yang sudah penuh, Kamis (12/2/2026). [populi.id/Dewi Rukmini]
Kondisi serupa juga dialami Makam Sasonoloyo Blunyahrejo di Kemantren Tegalrejo, Kota Yogyakarta, DIY.

Makam yang berada di lahan seluas sekitar satu hektare itu sudah penuh sesak sejak 10 tahun lalu.

“Iya sudah penuh, jadi harus ditumpuk. Paling banyak satu makam ditumpuk 11 jenazah itu satu keluarga. Kemarin itu canggahnya saja tidak bisa masuk jadi dimakamkan di sebelahnya. Kalau makam lain ada yang ditumpuk lima, empat, dan dua jenazah,” kata Sukirmanto, penjaga Makam Blunyahrejo.

Kondisi itu juga membuat pengelola makam terpaksa mengeluarkan kebijakan akan membongkar makam yang sudah 3 tahun tidak pernah diziarahi.

Lantas, liang makamnya akan digunakan untuk warga Blunyahrejo yang belum memiliki ahli waris di makam.

“Orang luar tidak bisa dimakamkan di sini kalau bukan ahli waris. Tapi warga Kampung Blunyahrejo meskipun tidak punya waris tetap bisa dimakamkan di sini,” katanya.

Sukirmanto mengaku cukup miris dengan kondisi sempitnya lahan pemakaman di Kota Yogyakarta. Meski begitu dia tak bisa berbuat banyak.

Pihaknya hanya mampu berpegangan dengan kebijakan tersebut dan larangan membangun kuburan, memasang kijing, serta batu nisan karena makam sudah penuh. (populi.id/Dewi Rukmini)

Tags: BlunyahrejoditumpukjenazahKarangwaruKota Yogyakartakrisislahan pemakaman

Related Posts

Suasana Makam Sasonoloyo Blunyahrejo di Kemantren Tegalrejo, Kota Yogyakarta, yang sudah penuh, Kamis (12/2/2026).

Ayuri Tak Tega Melihat Area Pemakaman di Kota Yogyakarta Saling Berhimpit hingga Tergusur

February 12, 2026
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Kota Yogyakarta Tak Butuh Branding Baru, Hasto: Fokus Perkuat Tiga Pilar Utamanya

February 9, 2026
Sejumlah warga Kota Yogyakarta datang ke MPP untuk mengurus reaktivasi kepesertaan BPJS PBI, Jumat (6/2/2026).

21 Ribu Peserta BPJS PBI di Kota Yogyakarta Mendadak Nonaktif, Dinkes Kebut Reaktivasi bagi Pasien Kronis

February 7, 2026
Kabid Pembinaan SMP Dindikpora Kota Yogyakarta, Hasyim, dan Kepala UPT Jaminan Pendidikan Daerah Dindikpora Kota Yogyakarta, Menik Ria Agustiningsih, saat ditemui awak media pada Kamis (5/2/2026).

Dindikpora Pastikan Tak Ada Warga Kota Yogyakarta yang Tak Sekolah karena Kesulitan Biaya

February 6, 2026
Anggota Satlinmas Kota Yogyakarta saat menghadiri kegiatan Laporan Kinerja Satlinmas pada Rabu (4/2/2026) di Ruang Bima, Balai Kota Yogyakarta.

Beri Pendekatan Humanis, Pemkot Yogyakarta Dorong Penambahan Linmas Perempuan

February 4, 2026
Kondisi tumpukan sampah di sudut-sudut Pasar Induk Buah dan Sayur Giwangan, Kota Yogyakarta, Selasa (27/1/2026).

Tumpukan Sampah Menggunung di Sudut Pasar Giwangan, Pedagang: Bikin Pusing

January 27, 2026
Next Post
Suasana Makam Sasonoloyo Blunyahrejo di Kemantren Tegalrejo, Kota Yogyakarta, yang sudah penuh, Kamis (12/2/2026).

Ayuri Tak Tega Melihat Area Pemakaman di Kota Yogyakarta Saling Berhimpit hingga Tergusur

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.