MAGELANG, POPULI.ID – Optimisme terhadap masa depan ekonomi Indonesia disampaikan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono, dalam wawancara eksklusif bersama Populi.id.
Menanggapi isu ekonomi dan kemiskinan, SBY menilai dinamika pasang surut ekonomi adalah hal yang wajar dan terjadi di berbagai belahan dunia.
Pendapat itu juga sejalan dengan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada 5 Februari 2026, menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia sepanjang 2025 tumbuh solid sebesar 5,11%—menggambarkan stabilitas meski tantangan global tetap ada.
Sementara itu, angka pengangguran terbuka turun menjadi 4,74%, mencerminkan lebih banyak warga negara yang terserap ke dalam dunia kerja dibandingkan periode sebelumnya.
“Naik turunnya ekonomi itu biasa. Semua negara mengalaminya. Yang terpenting adalah bagaimana pemerintah menjaga pertumbuhan, membuka lapangan kerja, dan memastikan angka kemiskinan terus menurun,” ujar SBY kepada Populi.id.
Ia mengenang satu dekade kepemimpinannya yang berfokus pada stabilitas dan pertumbuhan ekonomi.
Menurutnya, fondasi ekonomi yang kuat harus berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat—terutama melalui penciptaan lapangan kerja dan pengurangan kemiskinan secara bertahap serta berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, SBY juga menyampaikan keyakinannya terhadap pemerintahan Prabowo Subianto bersama wakilnya Gibran Rakabuming Raka.
Ia optimistis duet kepemimpinan ini mampu menjawab tantangan ekonomi nasional.
“Saya sangat yakin pemerintahan Prabowo bisa mengatasi kemiskinan, mengatasi pengangguran, yang artinya akan banyak dibuka lapangan pekerjaan,” tegasnya.
Pernyataan itu mencerminkan sikap kenegarawanan dan kepercayaan terhadap kesinambungan pembangunan.
Bagi SBY, kunci keberhasilan ada pada kebijakan yang tepat, keberanian mengambil langkah strategis, serta konsistensi menjaga stabilitas ekonomi di tengah tantangan global.
Di tengah dinamika ekonomi dunia yang tak selalu mudah diprediksi, pesan SBY sederhana namun kuat: dengan kepemimpinan yang fokus dan kebijakan yang berpihak pada rakyat, kemiskinan bukanlah persoalan yang mustahil untuk dituntaskan.












