SLEMAN, POPULI.ID – Ribuan warga Meijing Raya tumpah ruah memadati Lapangan Sidoarum, Gamping, Minggu (15/2), dalam gelaran Pawai Kirab Songsong Ramadan. Sebanyak 3.000 peserta dari berbagai jamaah takmir masjid se-Meijing Raya ikut ambil bagian dalam kirab yang berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan.
Ketua Panitia, Muhammad Hafiz Ananto, menjelaskan kirab dimulai dari Lapangan Sidoarum menuju Lapangan Wunguadi dengan jarak kurang lebih 1,5 kilometer. Sepanjang rute, peserta menampilkan beragam atraksi seni yang mengundang antusiasme masyarakat.
“Banyak atraksi seni yang ditampilkan untuk memantik semangat warga dalam menyambut Ramadan,” jelas Hafiz.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, mengapresiasi inisiatif warga yang mampu menghadirkan perhelatan akbar dengan semangat gotong royong.
“Mari kita sambut bulan Ramadan ini dengan hati gembira dan ikhlas, insyaallah membawa berkah bagi kita semua,” ujar Harda.
Lebih lanjut, Harda menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sleman akan terus mendukung kegiatan pawai kirab di bumi Sembada. Selain memperkuat nilai religius, event tersebut juga memberi dampak ekonomi bagi pelaku UMKM di sekitar lokasi acara.
“Event seperti ini sangat bagus untuk mempererat ukhuwah. Selain itu juga kegiatan seperti ini bisa memberi dampak positif baik sosial maupun menggerakkan ekonomi warga terutama para pelaku UMKM. Harapannya bisa terus berkelanjutan setiap tahun,” imbuhnya.
Dengan semangat persatuan yang menguat dan dukungan penuh dari pemerintah, Pawai Kirab Songsong Ramadan di Meijing Raya menjadi simbol harmoni antara masyarakat dan pemimpin dalam menyambut bulan suci dengan suka cita dan optimisme.
Momentum Persatuan dan Penguatan Moral
Wakil Ketua DPRD Sleman, Hasto Karyantoro, menegaskan bahwa pawai kirab bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ruang bertemunya pemimpin dan rakyat dalam semangat kebaikan.
“Ini wadah bersatunya pemimpin dan rakyat untuk melaksanakan kebaikan serta meningkatkan ketaatan kepada Allah SWT,” tegas Hasto.
Ia menambahkan, kegiatan seperti ini juga sejalan dengan upaya mendukung program pemerintah, khususnya dalam penguatan nilai moralitas di tengah masyarakat. Menurutnya, kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan keagamaan menjadi fondasi penting dalam menjaga harmoni sosial.












