JATENG, POPULI.ID – Kawasan pemukiman di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo mendadak menjadi pusat perhatian nasional setelah kediaman pribadi Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), muncul dengan penamaan unik di platform digital Google Maps.
Lokasi yang beralamat di Jalan Kutai Utara No. 1 tersebut ditandai dengan nama “Tembok Ratapan Solo”, sebuah fenomena yang memicu diskusi luas di media sosial.
Berikut adalah deretan fakta lengkap terkait peristiwa tersebut:
1. Berawal dari Kontribusi Pengguna Google Maps
Penamaan “Tembok Ratapan Solo” ini bukan berasal dari sumber resmi, melainkan diduga hasil kontribusi atau usulan perubahan nama dari pengguna platform tersebut. Sistem Google Maps yang bersifat terbuka memang memungkinkan publik untuk memberikan kritik, sindiran, atau sekadar candaan melalui label lokasi.
Kediaman Jokowi sendiri memang sering menjadi tujuan masyarakat yang ingin melihat langsung rumah mantan presiden tersebut, terutama setelah masa jabatannya berakhir.
2. Viral Sebagai Spot Hype Gen Z
Istilah ini cepat menyebar di media sosial, salah satunya melalui unggahan akun Instagram @indopium yang menampilkan video seorang pemuda melakukan aksi satir dengan menyandarkan kepala dan seolah-olah meratap di depan gerbang rumah Jokowi. Narasi yang beredar menyebut lokasi ini sebagai salah satu tempat populer atau “spot paling hype” bagi generasi muda untuk mengekspresikan diri.
“Tembok Ratapan di Solo kini jadi salah satu spot paling hype buat anak muda Gen Z,” tulis akun tersebut pada Senin (16/2/2026).
3. Makna Historis vs Konteks Satir
Secara historis, Tembok Ratapan merujuk pada situs suci umat Yahudi di Yerusalem yang menjadi tempat berdoa dan meratapi kehancuran Bait Allah. Namun, dalam konteks rumah Jokowi di Solo, penggunaan istilah ini murni bersifat simbolik dan satir, tanpa memiliki kaitan resmi dengan makna historis maupun religius aslinya.
4. Respons Santai Pihak Ajudan
Ajudan Jokowi, AKBP Syarif Fitriansyah, menanggapi fenomena ini dengan tenang dan menyatakan tidak merasa tersinggung. Hingga saat ini, belum dapat dipastikan apakah Jokowi sendiri telah mengetahui perihal penamaan viral tersebut di Google Maps.
Kondisi Terkini
Berdasarkan pantauan terbaru, situasi di lapangan dan di ruang digital adalah sebagai berikut:
• Google Maps Sudah Normal: Per Selasa, 17 Februari 2026 siang, label “Tembok Ratapan Solo” sudah tidak ditemukan lagi pada titik koordinat kediaman Jokowi di Google Maps.
• Aktivitas Warga Tetap Normal: Tidak ada penutupan jalan atau pengamanan berlebihan di sekitar lokasi. Masyarakat masih diperbolehkan melintas, melihat, atau sekadar berfoto di depan rumah seperti biasanya.
• Tidak Ada Pembatasan Khusus: Pihak keamanan memastikan tidak ada perubahan kebijakan atau pembatasan aktivitas bagi pengunjung meskipun lokasi tersebut sempat viral.
Imbauan Ajudan bagi Para Pengunjung
Meski tidak ada larangan untuk berkunjung, AKBP Syarif Fitriansyah menyampaikan imbauan khusus kepada masyarakat yang datang ke lokasi. Ajudan menegaskan agar pengunjung tidak melakukan aksi meratap di depan pintu gerbang kediaman.
Syarif mengingatkan bahwa lokasi tersebut adalah hunian pribadi, bukan tempat wisata religi ataupun monumen sebagaimana narasi yang sempat viral di media sosial.
“Karena di sini merupakan kediaman Bapak Joko Widodo dan Ibu Iriana, bukan Tembok Ratapan Solo,” tegasnya guna menjaga kenyamanan pemilik rumah dan lingkungan sekitar.












