BANTUL, POPULI.ID – Dua remaja di Kapanewon Sanden, Bantul harus dilarikan ke rumah sakit lantaran terdampak ledakan petasan.
Mengutip dari video yang dibagikan Polres Bantul di akun Instagramnya, tampak sebuah rumah bercat putih mengalami kerusakan berupa plafon jebol.
Kerusakan tersebut diduga akibat ledakan petasan yang tengah diracik.
Kapolsek Sandenb AKP Madiono menjelaskan peristiwa ledakan petasan tersebut terjadi, Minggu (22/2/2026) pagi.
“Peristiwanya terjadi pukul 05.25 WIB,” terangnya.
Ia menyebut menurut keterangan para saksi, korban ledakan petasan tersebut merupakan peracik.
“Kondisi korban mengalami luka bakar, saat ini tengah dalam perawatan di rumah sakit,” jelasnya.
Lebih jauh, Madiono mengimbau agar masyarakat terutama orang tua mengawasi aktivitas putra-putrinya terutama apabila melakukan kegiatan berbahaya seperti halnya meracik petasan yang telah dilarang.
“Kami tak bosan menghimbau kepada sedulurku untuk tidak meracik atau melakukan berbagai aktivitas terkait mercon dan petasan. Selain itu kami mengharapkan peran orang tua agar lebih mengawasi terkait aktivitas anak sehingga kejadian yang tidak diinginkan dapat dihindari,” tegasnya.
Sebelumnya 4 Santri Terluka
Diketahui, peristiwa memilukan mengenai aktivitas meracik petasan di Sanden bukan kali itu saja terjadi.
Berdasar catatan, pada 2024 silam sebanyak 4 remaja di Sanden juga pernah jadi korban ledakan petasan.
Ledakan petasan tersebut terjadi di sebuah pondok pesantren di Gadingsari, Sanden.
Berdasar keterangan Kasi Humas Polres Bantul kala itu, AKP I Nengah Jeffry, keempat korban yakni AH (15), FA (13, MH (15) serta DA (14).
Keempat korban tersebut mengalami luka bakar hingga sobek.
Sebelumnya, kata Jeffry, keempat korban sempat menyalakan petasan di halaman ponpes.
Petasan tersebut ditemukan satu di antara santri di jalan dekat ponpes.
“Oleh santri tersebut kemudian dibawa ke halaman ponpes lalu dinyalakan. Kemudian meledak dan mengenai 3 santri lainnya,” jelasnya.











