BELANDA, POPULI.ID – Penjaga gawang Timnas Indonesia, Maarten Paes, resmi melakoni debutnya di kompetisi kasta tertinggi Belanda, Eredivisie, bersama Ajax Amsterdam. Tampil di hadapan pendukung sendiri di Johan Cruyff Arena pada Minggu (22/2/2026), Paes menunjukkan performa impresif meski timnya harus puas berbagi angka dengan NEC Nijmegen.
Momen Krusial
Maarten Paes dipercaya tampil sejak menit awal setelah kiper utama Ajax, Vitezslav Jaros, harus menepi karena cedera. Debut Paes sempat diuji pada menit ke-24 saat gawangnya dibobol oleh Sami Ouaissa, namun gol tersebut dianulir oleh VAR karena posisi offside.
Ajax sempat unggul lebih dulu melalui gol Mika Godts pada menit ke-39 yang menutup babak pertama dengan skor 1-0. Namun, pada babak kedua, NEC Nijmegen meningkatkan intensitas serangan dan berhasil menyamakan kedudukan lewat aksi Darko Nejasmic di menit ke-57 memanfaatkan situasi bola mati. Skor imbang 1-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Statistik Debut Maarten Paes
Meski gagal mencatatkan clean sheet, statistik menunjukkan bahwa Paes menjadi sosok kunci yang mencegah Ajax kebobolan lebih banyak gol. Berdasarkan data dari FotMob dan SofaScore, berikut adalah catatan performa Maarten Paes dalam laga debutnya bersama De Godenzonen:
* Penyelamatan: 7 kali (dari 9 tembakan tepat sasaran lawan).
* Pencegahan Gol (Goals Prevented): 0.81.
* Expected Goals on Target (xGOT): 1.81.
* Operan Sukses: 27 dari 51 percobaan (Akurasi 53%).
* Umpan Jauh (Long Balls): 13 berhasil dari 35 percobaan (Akurasi 37%).
* Rating Pertandingan: 7,6 (versi FotMob).
Usai laga, Maarten Paes memberikan evaluasi terkait penampilannya dan hasil yang diraih tim. Ia menyoroti standar tinggi yang harus dimiliki Ajax.
“Ketika Anda adalah Ajax, Anda harus selalu mengalahkan NEC di kandang,” kata Paes dikutip Voetbalprimeur.
Mengenai performa pribadinya, ia merasa cukup baik meski mengakui adanya sedikit kendala ritme karena sudah lama tidak bertanding secara kompetitif.
“Saya merasa cukup baik dalam menjaga gawang, tapi memang ada beberapa kesalahan kecil saat menguasai bola. Sudah cukup lama saya tidak bermain, jadi ritme itu pasti akan kembali,” ujar kiper berusia 27 tahun tersebut.
Paes juga memberikan catatan khusus terkait gol balasan lawan yang lahir dari skema bola mati.
“Mereka mencetak gol dari situasi bola mati. Kami harus lebih tegas dan lebih kuat dalam momen seperti itu,” tambahnya.
Optimisme di Ajax
Hasil imbang ini membuat Ajax tertahan di peringkat keempat klasemen sementara Eredivisie dengan 43 poin, jumlah yang sama dengan NEC Nijmegen yang berada di posisi ketiga namun unggul selisih gol.
Meskipun demikian, Paes merasa sangat optimis dengan kariernya di klub raksasa Belanda ini. Ia merasa lingkungan latihan di Ajax sangat mendukung perkembangannya.
“Dalam tiga minggu di Ajax, saya sudah merasakan bahwa segalanya berjalan tiga kali lebih baik dari yang biasanya. Karena semua hal ini, saya pikir kami memiliki peluang yang sangat bagus untuk finis di posisi kedua,” tutur Paes.
Kini, Maarten Paes dan skuad Ajax harus segera bersiap menatap laga selanjutnya demi mengejar ketertinggalan poin di papan atas klasemen liga.











