SLEMAN, POPULI.ID – PSS Sleman berhasil mengamankan poin penuh sekaligus mengkudeta posisi puncak klasemen sementara Grup Timur Pegadaian Championship 2025/2026. Dalam laga krusial yang digelar di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (21/2/2026) malam, tim berjuluk Super Elang Jawa ini sukses menundukkan Persipura Jayapura dengan skor meyakinkan 2-0.
Kemenangan tersebut membawa PSS mengoleksi 42 poin, unggul dua angka di atas Persipura yang kini harus turun ke peringkat kedua. Keberhasilan ini tidak lepas dari performa impresif beberapa pemain kunci yang menjalankan peran vital di posisinya masing-masing.
Arda Alfareza: Supersub dan Pengunci Kemenangan
Masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua, Arda Alfareza menjadi sosok yang mengubah alur pertandingan. Kehadirannya memberikan warna baru di lini tengah, membuat distribusi bola menjadi lebih rapi dan permainan tim menjadi lebih hidup.
Arda berhasil mencetak gol perdana di level profesional pada menit ke-70 yang sekaligus mengunci kemenangan PSS. Selain mencetak gol, Arda dinilai sukses menjaga tekanan kepada lawan hingga peluit panjang berbunyi.
“Gol ini pasti saya persembahkan untuk seluruh warga Sleman. Karena dari awal saya bekerja untuk membawa tim ini promosi ke Liga 1,” ujar Arda usai laga.
Duet Fachruddin-Lucao: Tembok Kokoh di Jantung Pertahanan
Kemenangan PSS tidak hanya soal menyerang, tetapi juga tentang pertahanan yang solid. Duo bek senior, Fachruddin Aryanto dan Lucao, tampil bak tembok kokoh yang meredam agresivitas lini depan Mutiara Hitam.
Keduanya menunjukkan chemistry dan jiwa kepemimpinan yang luar biasa di lini belakang. Ketenangan mereka membuat setiap ancaman lawan mampu dipatahkan sebelum membahayakan gawang PSS.
Pengalaman panjang mereka di kasta tertinggi menjadi kunci kestabilan tim. Kepemimpinan mereka juga memicu dua bek sayap PSS untuk tampil lebih berani dan luar biasa dalam membantu serangan maupun bertahan.
Gustavo Tocantins: Pemecah Kebuntuan
Pemain asing PSS, Gustavo Tocantins, memainkan peran penting dalam menurunkan beban mental tim lewat gol pembukanya. Gustavo mencetak gol di masa injury time babak pertama, tepatnya pada menit 45+5.
Gol ini sangat krusial karena memberikan keunggulan psikologis bagi penggawa PSS sebelum turun minum, memaksa Persipura untuk bermain lebih terbuka di babak kedua.
Taktik Cerdas Ansyari Lubis
Di balik performa para pemain, ada peran pelatih Ansyari Lubis yang berhasil memenangkan duel taktikal atas Rahmad Darmawan. Ansyari menginstruksikan pemain untuk menekan sejak awal laga (pressing) dan menjaga kedisiplinan positioning.
PSS sukses mengantisipasi pola permainan Persipura yang kerap menggunakan bola-bola chip ke belakang pertahanan melalui peran aktif dua fullback mereka. Kedisiplinan dalam melakukan blok pertahanan mulai dari lini tengah membuat Persipura kesulitan mengembangkan permainan.
“Mereka (Persipura) bisa bermain di belakang, tapi bola selalu di-chip, dan itu bisa diantisipasi oleh dua fullback kami. Tekanan-tekanan yang kami lakukan membuat mereka kesulitan melakukan serangan,” ungkap Ansyari.
Kemenangan ini memutus rekor tujuh laga tanpa kekalahan milik Persipura sekaligus mempertegas ambisi PSS untuk kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Setelah kemenangan penting ini, Laskar Sembada dijadwalkan akan menghadapi Persela Lamongan pada pekan ke-21 di Stadion Surajaya, 1 Maret 2026 mendatang.












