• Tentang Kami
Wednesday, February 25, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Cendekia

Akademisi UMY Desak Pemerintah Kaji Ulang Soal Impor Mobil India: Tidak Rasional

Dikabarkan pemerintah berencana melakukan impor besar-besaran mobil asal India untuk operasional Koperasi Desa Merah Putih

byredaksi
February 25, 2026
in Cendekia, headline
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Logo mobil buatan pabrikan India, Mahindra, yang dikabarkan bakal jadi rekanan Indonesia untuk pemenuhan operasional Koperasi Desa Merah Putih

Logo mobil buatan pabrikan India, Mahindra, yang dikabarkan bakal jadi rekanan Indonesia untuk pemenuhan operasional Koperasi Desa Merah Putih. [Dok Mahindra.com]

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

BANTUL, POPULI.ID – Rencana pemerintah melakukan impor 105 ribu mobil pikap dari India untuk mendukung operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) disebut sebagai bagian dari percepatan penguatan koperasi desa.

Namun, Dosen Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Ahmad Ma’ruf, menilai kebijakan tersebut perlu dikaji ulang dari sisi rasionalitas ekonomi, dampaknya terhadap neraca perdagangan, hingga keberpihakannya pada industri dalam negeri.

BERITA MENARIK LAINNYA

Pakar Sebut 3 Hal Penting Kembangkan Pariwisata di Gunungkidul

Outlook Kredit Indonesia Menurun, Ekonom Desak Pemerintah Lakukan Ini

“Kebijakan impor ini dikaitkan dengan KDMP. Satu program yang strategis tidak harus dijalankan secara membabi buta. Kebijakan strategis tetap harus dilaksanakan dengan rasionalitas ekonomi. Jangan hanya karena alasan program, lalu melakukan impor tanpa perhitungan matang. Tidak semua KDMP memerlukan spesifikasi kendaraan seperti itu,” tegas Ma’ruf dilansir dari laman UMY, Rabu (25/2/2026).

Menurutnya, pengadaan dalam jumlah besar seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat industri otomotif nasional. Jika pesanan dialihkan kepada produsen domestik, dampaknya dinilai jauh lebih luas bagi perekonomian nasional.

“Jika produk sejenis dipesan kepada industri dalam negeri, akan jauh lebih memberikan nilai tambah. Ada peningkatan nilai tambah produksi, penyerapan tenaga kerja, serta penguatan rantai pasok bahan baku domestik. Bahkan, kebijakan ini bisa menstimulasi tumbuhnya industri-industri baru (new entrants),” jelasnya.

Ia menyebut mekanisme pengadaan tetap dapat dilakukan secara terbuka melalui sistem lelang atau bidding dengan tetap mengedepankan semangat keberpihakan terhadap produk dalam negeri.

Menurutnya, kebijakan yang rasional bukan berarti menutup kompetisi, melainkan memastikan bahwa dana publik memberikan dampak optimal bagi perekonomian nasional.

“Kita sedang berupaya memosisikan diri agar tetap surplus, bukan surplus semu karena ekspor komoditas mentah, tetapi surplus yang sehat. Berapa triliun rupiah yang akan mengalir ke luar negeri jika impor ini dilakukan? Itu akan menggerus cadangan devisa kita,” tandasnya.

Bertentangan dengan Semangat Kemandirian Ekonomi

Jika rencana impor mobil asal India terealisasi, industri otomotif nasional berpotensi kehilangan peluang besar yang bersumber dari belanja publik.

Dalam jangka panjang, hal tersebut dinilai bertentangan dengan semangat kemandirian ekonomi yang selama ini digaungkan pemerintah.

Lebih jauh, Ma’ruf juga mengingatkan potensi tekanan terhadap nilai tukar rupiah apabila impor besar-besaran tersebut direalisasikan. Menurutnya, peningkatan impor secara signifikan akan memengaruhi neraca pembayaran dan stabilitas cadangan devisa.

Untuk itu, ia menyarankan agar pemerintah meninjau ulang rencana impor tersebut dan segera berdialog dengan pelaku industri otomotif nasional guna mencari solusi yang lebih rasional dan strategis.

“Langkah yang paling rasional secara ekonomi adalah membatalkan rencana impor itu, lalu duduk bersama industri otomotif domestik. Apa yang bisa dilakukan secara cepat dan strategis dapat didiskusikan bersama. Bisnis tetap bisnis, tetapi harus memiliki ideologi dan idealisme,” tutupnya.

Tags: Ahmad Ma'arufekonomiimporIndiaKoperasi Desa Merah Putihmobilotomotif nasionalUMY

Related Posts

Pemandangan Gunung Api Purba Nglanggeran di Gunungkidul

Pakar Sebut 3 Hal Penting Kembangkan Pariwisata di Gunungkidul

February 24, 2026
Ilustrasi ekonomi bisnis

Outlook Kredit Indonesia Menurun, Ekonom Desak Pemerintah Lakukan Ini

February 24, 2026
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Nurdin Halid

Nurdin Halid Soroti Rencana Impor Masif Mobil Niaga dari India

February 22, 2026
Ilustrasi pernikahan

Banyak Kaum Muda Tunda Pernikahan, Guru Besar UMY Beber Faktor Penyebabnya

February 22, 2026
Presiden Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono

SBY Optimistis Prabowo-Gibran Bisa Atasi Dinamika Ekonomi Indonesia

February 13, 2026
Ilustrasi asam nitrat

Asam Nitrat Bocor di Cilegon, Akademisi UMY: Berpotensi Rusak Tubuh Bila Terhirup

February 11, 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.