• Tentang Kami
Sunday, July 12, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Cendekia

Memahami Pendidikan Khas Kejogjaan yang Bakal Diterapkan di Seluruh DIY

Penerapan Pendidikan Khas Kejogjaan ini merupakan satu di antara upaya untuk mengembalikan label Yogyakarta sebagai "Kota Pelajar" yang belakangan ini dinilai mulai memudar

Gregorius BramantyobyredaksiandGregorius Bramantyo
February 25, 2026
in Cendekia, headline
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ilustrasi pelajar mengikuti sistem pendidikan Indonesia

Ilustrasi pelajar mengikuti sistem pendidikan Indonesia. [pexels/ROMAN ODINTSOV]

0
SHARES
22
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah menetapkan target untuk dunia pendidikan di wilayahnya. Mulai tahun ajaran 2026/2027, Pendidikan Khas Kejogjaan (PKJ) ditargetkan akan mulai diterapkan secara menyeluruh di semua sekolah di DIY.

Langkah tersebut merupakan instruksi langsung dari Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, dengan tujuan agar nilai-nilai luhur Yogyakarta dapat menjiwai seluruh peserta didik.

BERITA MENARIK LAINNYA

Haedar Nashir: Pendidikan Bukan Urusan Kekuasaan

Mendikdasmen Abdul Mu’ti Beberkan Strategi Atasi Kesenjangan Mutu Pendidikan

Apa Itu Pendidikan Khas Kejogjaan?

Banyak yang mungkin bertanya-tanya apakah PKJ akan menjadi beban baru bagi siswa. Namun, Ketua Dewan Pendidikan DIY, Sutrisna Wibawa, menjelaskan bahwa PKJ bukanlah mata pelajaran baru yang akan ditambahkan ke dalam kurikulum.

PKJ adalah sebuah sistem pendidikan yang berfokus pada penanaman nilai-nilai Jogja yang berkaitan dengan karakter. Keilmuan ini nantinya akan disisipkan atau diintegrasikan ke dalam mata pelajaran yang sudah ada. Beberapa contoh integrasinya antara lain:

* Pendidikan Agama: Menyisipkan filosofi sangkan paraning dumadi tentang asal-usul dan tujuan manusia diciptakan.

* Bahasa Jawa, Bahasa Indonesia, dan IPS: Disisipi dengan wacana-wacana khas Yogyakarta untuk memperkuat literasi budaya.

Mengembalikan Identitas Kota Pelajar

Penerapan PKJ ini merupakan satu di antara upaya untuk mengembalikan label Yogyakarta sebagai “Kota Pelajar” yang belakangan ini dinilai mulai memudar akibat maraknya aksi kejahatan jalanan atau kenakalan remaja.

Tujuan utama dari PKJ adalah membentuk “Jalma Kang Utama”, yaitu manusia yang berperilaku sangat baik dan berbudi pekerti luhur. Siswa diharapkan memiliki jiwa trilogi, yakni:

1. Hamemayu Hayuning Bawono (Memperindah keindahan dunia).

2. Memahami Sangkan Paraning Dumadi (Asal dan tujuan penciptaan).

3. Berperilaku Manunggaling Kawula Gusti.

Persiapan dan Hasil Uji Coba

Rencana penerapan menyeluruh di tahun 2026 ini tidak muncul begitu saja. PKJ telah melalui tahap uji coba sejak tahun 2024 di 10 sekolah contoh. Hasil evaluasi menunjukkan dampak yang sangat positif terhadap karakter siswa, dengan nilai rata-rata mencapai 4,1 dari skala 5 pada indikator pengukuran karakter.

Sutrisna Wibawa menegaskan bahwa perangkat pendukung untuk penerapan ini sudah siap sepenuhnya.

“Saat ini buku PKJ maupun media pembelajarannya sudah siap. Kami juga sudah menyiapkan serangkaian bimbingan teknis (bimtek) bagi para pengajar,” ujarnya.

Dari PAUD hingga Perguruan Tinggi

Keunikan dari Pendidikan Khas Kejogjaan adalah cakupannya yang luas. Program ini akan diterapkan mulai dari tingkat PAUD, SD, SMP, SMA/SMK, hingga Perguruan Tinggi.

Untuk tingkat universitas, PKJ dapat diberikan mulai dari masa pengenalan kampus. Hal ini dianggap penting karena banyak mahasiswa di Yogyakarta merupakan pendatang dari luar daerah, sehingga PKJ menjadi sarana agar mereka juga mengenal dan menginternalisasi nilai serta budaya lokal selama menempuh studi di Jogja.

Dengan penerapan PKJ secara masif di tahun depan, diharapkan lulusan pendidikan di Yogyakarta tidak hanya cerdas secara intelektual dan teknologi, tetapi juga memiliki karakter unik dan sopan santun yang berakar pada budaya Jawa yang luhur.

Tags: budaya lokalpendidikanPendidikan Khas KejogjaanSri Sultan Hamengku Buwono XSutrisna WibawaYogyakarta

Related Posts

Ilustrasi politisasi pendidikan

Haedar Nashir: Pendidikan Bukan Urusan Kekuasaan

July 7, 2026
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, saat menghadiri peresmian Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS) di Kabupaten Bantul, pada Minggu (5/7/2026).

Mendikdasmen Abdul Mu’ti Beberkan Strategi Atasi Kesenjangan Mutu Pendidikan

July 6, 2026
Kebakaran melanda Vrama Billiard and Cafe serta Kanaya Munch & Migle, Jumat (3/7/2026) pagi.

Tempat Nongkrong dan Billiard di Mergangsan Kebakaran, Diduga Korsleting

July 3, 2026
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono, saat ditemui Kamis (2/7/2026).

Merapi Masih Siaga, Sri Sultan HB X Minta Wisatawan Tahan Diri Mendaki

July 2, 2026
Seorang pedagang daging ayam di Pasar Kranggan Kota Yogyakarta sedang menunggu pembeli, Kamis (2/7/2026).

Program MBG Libur, Harga Daging Ayam di Pasar Kranggan Turun

July 2, 2026
Landskap Kota Yogyakarta.

BPS Waspadai Kenaikan Biaya Pendidikan Jelang Tahun Ajaran Baru

July 2, 2026
Next Post
Bangunan eks hotel mutiara yang bakal dihidupkan kembali oleh Pemda DIY bekerja sama dengan pihak ketiga

Riwayat Hotel Mutiara: Dari Ikon Malioboro hingga jadi Aset Strategis Pemda DIY

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
SMP Negeri 5 Yogyakarta

7 SMP Negeri Terbaik di Kota Yogyakarta Berdasarkan Ranking TKA-TKAD 2026

May 6, 2026

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.