YOGYAKARTA, POPULI.ID – Cuaca tak menentu dan hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Yogyakarta selama momen bulan Ramadan 2026, memberikan dampak cukup signifikan kepada pedagang kolang-kaling, cincau, dan agar-agar di Pasar Beringharjo.
Sejumlah pedagang di Pasar Beringharjo mengeluhkan permintaan dan penjualan kolang-kaling, cincau, dan agar-agar sedang lesu. Merekapun terpaksa mengurangi stok untuk mengantisipasi barang tidak terjual.
Seorang pedagang kolang-kaling di Pasar Beringharjo, Fendi (36), membenarkan terjadi penurunan penjualan bahan pembuatan minuman es itu selama bulan Ramadan 2026. Hal itu disebabkan faktor hujan deras menguyur pada sore hari, sehingga para penjual takjil minuman es kekurangan peminat.
“Dibandingkan tahun lalu, saat ini mengalami penurunan. Kalau puasa tahun lemarin, kami bisa satu Minggu penuh jualannya ramai. Kalau tahun ini cuma dua sampai tiga hari saja yang ramai,” ucap Fendi kepada Populi.id, Rabu (11/3/2026).
Dia menuturkan, penurunan penjualan kolang-kaling, cincau, dan agar-agar pada bulan Ramadan kali ini bisa mencapai 50 persen. Biasanya setiap bulan puasa, dia bisa menjual 10 kaleng cincau. Kini dia harus puas apabila sudah menjual 5-6 kaleng cincau.
“Itu tergantung hujan atau tidak. Kalau pas sore hujan, pasti esok harinya sepi,” katanya.
Kondisi serupa juga dialami penjualan kolang-kaling dan agar-agar. Selain faktor cuaca, menurunnya daya beli masyarakat juga berdampak terhadap lesunya penjualan bahan minuman es.
Oleh karena itu, Fendi memutuskan untuk mengantisipasi dengan membatasi jumlah kulakan barang. Jika pada bulan Ramadan dia biasa menyiapkan 2 ton stok bahan minuman es, kini hanya memesan sebanyak 1 ton.
“Ya karena puasa tahun ini berbarengan dengan Imlek yang identik hujan. Jadi kami harus berdamai dengan kondisi cuaca,” paparnya.
Meski penjualan kolang-kaling, cincau, dan agar-agar lumayan lesu, namun harga bahan-bahan tersebut tetap naik selama Ramadan 2026. Dikatakan, cincau yang pada hari biasa dijual Rp53 ribu per kaleng, kini menjadi Rp55 ribu per kaleng atau perpotong Rp5 ribu.
Kemudian, kolang-kaling dari harga Rp12-13 ribu per kg ketika hari biasa. Saat bulan Ramadan naik menjadi Rp16-17 ribu per kg. Sedangkan agar-agar dijual Rp7 ribu per potong.
Penurunan omzet penjualan kolang-kaling, cincau, dan agar-agar juga dialami pedangang lainnya, Tukiman. Pria berusia 84 tahun itu mengatakan, penurunan penjualan dipengaruhi oleh cuaca hujan.
“Biasanya kalau ramai bisa dapat Rp1 juta sehari. Tapi kalau sepi begini, saya pasrah sedapatnya,” katanya.
Tukiman menyebut pada awal puasa Ramadan 2026, harga kolang-kaling mencapai Rp20 ribu per kg. Kini, harganya sudah turun menjadi Rp15-18 ribu per kg. (populi.id/Dewi Rukmini)












