YOGYAKARTA, POPULI.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mulai memberlakukan uji coba larangan bus pariwisata parkir di Tempat Khusus Parkir (TKP) Senopati pada Sabtu (14/3/2026).
Pemkot Yogyakarta juga melarang bus pariwisata melintas di kawasan Titik Nol Kilometer sebagai bagian dari area inti Sumbu Filosofi Yogyakarta.
Pantauan Populi.id pada Minggu (15/3/2026) atau hari kedua uji coba itu diberlakukan, kawasan TKP Senopati di Jalan Panembahan Senopati, Kota Yogyakarta, tampak lenggang. Lokasi yang biasa berjejer bus-bus pariwisata itu terlihat sepi, hanya ada satu kendaraan mobil yang sedang terparkir.
Kondisi arus lalu lintas di sepanjang Jalan Panembahan Senopati hingga Titik Nol Kilometer Malioboro pun tampak ramai lancar dilintasi kendaraan roda dua dan empat. Meski sesekali tampak bus Transjogja melintas, namun sudah tidak terlihat bus pariwisata yang melewati pusat Kota Yogyakarta tersebut.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengatakan, kebijakan tersebut diambil sebagai langkah awal untuk menata kawasan Sumbu Filosofi Yogyakarta. Terutama menata kepadatan arus lalu lintas mulai Malioboro hingga Titik Nol Kilometer dengan membatasi volume kendaraan besar yang masuk jantung kota.
“Kami terus berproses untuk penataan kawasan Sumbu Filosofi. Parkiran di sebelah barat Titik Nol yang dulu dipakai untuk parkir bus pariwisata. Kini sudah kami kondisikan tidak ada lagi bus pariwisata yang parkir di sana,” ucap Hasto.
Selama pemberlakuan kebijakan tersebut, Hasto menyebut bus pariwisata diarahkan untuk parkir di TKP Ngabean dan Eks Menara Kopi Kotabaru. Bus pariwisata yang datang dari barat (Jalan Wates) diarahkan untuk parkir di TKP Ngabean. Sedangkan, kendaraan dari arah timur akan diarahkan menuju TKP Ngabean ataupun Eks Menara Kopi Kotabaru di Simpang Empat Gondomanan.
“Biasanya ada 20 sampai 40 bus pariwisata yang parkir di TKP Senopati. Sebagian kami pindahkan ke TKP Ngabean dan sebagiannya ke Eks Menara Kopi Kotabaru,” paparnya.
Kebijakan baru itu dia sampaikan secara persuasif kepada para perusahaan bus pariwisata. Apabila kebijakan pembatasan bus pariwisata melintas di Sumbu Filosofi berhasil, pihaknya berencana menerapkan kebijakan tersebut secara permanen.
“Harapan saya kalau ini sukses, akan dilanjutkan setelah Lebaran bus pariwisata tidak boleh parkir di situ (TKP Senopati). Supaya Sumbu Filosofi tidak krodit sesuai yang diinginkan ke depan,” tutur dia.
Lebih lanjut, Hasto menuturkan kebijakan serupa juga akan diterapkan di kawasan Tugu Pal Putih Kota Yogyakarta. Dia menyebut, nantinya hanya kendaraan bus pariwisata yang sudah bekerja sama dengan pihak hotel untuk menurunkan penumpang yang diperbolehkan melintas di kawasan Tugu Pal Putih.
“Mungkin nanti pakai barcode khusus yang boleh ke sana, tapi selebihnya kami kondisikan tidak boleh lewat Tugu Jogja. Nah itu upaya persuasif yang kami lakukan, tetapi melihat situasi kondisi. Kalau sudah bisa kami eksekusi maka akan kami laksanakan,” ucapnya.
Kasat Lantas Polresta Yogyakarta, AKP Alvian Hidayat, menyampaikan telah disiapkan kantong parkir cadangan terkait kebijakan pembatasan bus pariwisata di kawasan Titik Nol Kilometer dan TKP Senopati. Pihaknya juga telah menyiapkan rekayasa pengalihan dan personel untuk menghalau kendaraan besar hendak masuk ke Pusat Kota Yogyakarta.
“Kalau dampak kepadatan arus lalu lintas tidak terlalu. Justru jalur tengah di Titik Nol akan makin ringan karena tidak ada kendaraan besar yang melintas. Kalau kendaraan besar diarahkan ke jalur pinggir, justru akan mengurangi beban arus lalu lintas di seputaran Titik Nol, baik dari sisi timur atau barat,” tandasnya. (populi.id/Dewi Rukmini)












