• Tentang Kami
Monday, March 16, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Pakar Kesehatan Ingatkan Pentingnya Imunisasi untuk Putus Rantai Penularan Campak

campak merupakan penyakit yang sangat dapat dicegah. Upaya pencegahan paling efektif adalah melalui imunisasi campak, baik vaksin MR maupun MMR, yang diberikan secara lengkap dan tepat waktu kepada anak.

byredaksi
March 16, 2026
in headline, Kesehatan, Urban
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ilustrasi imunisasi

Ilustrasi imunisasi. [pexels/CP Khanal]

0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

BANTUL, POPULI.ID – Kasus campak di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menunjukkan peningkatan dalam beberapa waktu terakhir.

Kondisi tersebut menjadi perhatian tenaga kesehatan karena campak merupakan penyakit menular yang berpotensi menimbulkan komplikasi serius, terutama pada anak.

BERITA MENARIK LAINNYA

5 Persen Anak di Sleman Masih Belum Terima Imunisasi MR, Dinkes Ungkap Kendalanya

Kondisi Terkini TKP Senopati Usai Pemkot Yogyakarta Larang Bus Pariwisata Parkir dan Melintas di Jalur Titik Nol

Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), dr. H. M. Bambang Edi Susyanto mengatakan bahwa peningkatan kasus campak di DIY sudah terlihat sejak tahun lalu dan masih berlanjut hingga awal tahun ini.

“Di Daerah Istimewa Yogyakarta memang terjadi peningkatan kasus campak, baik pada tahun lalu maupun tahun ini. Pada awal tahun ini saja sudah tercatat ratusan kasus suspek dengan puluhan kasus yang telah terkonfirmasi, termasuk di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman. Namun demikian, situasi ini masih dapat dikendalikan dan terus dipantau,” ujarnya dilansir dari laman UMY, Senin (16/3/2026).

Menurutnya, salah satu penyebab meningkatnya kasus campak adalah masih adanya anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi secara lengkap. Kondisi ini diperparah dengan adanya penundaan imunisasi selama masa pandemi serta keraguan sebagian masyarakat terhadap vaksinasi.

“Faktor utama biasanya adalah cakupan imunisasi yang belum merata. Masih ada anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap, ditambah adanya penundaan imunisasi pada masa pandemi, serta sebagian orang tua yang masih ragu terhadap vaksinasi. Ketika ada kelompok anak yang tidak terlindungi atau tidak tervaksinasi, virus campak akan sangat mudah menyebar karena penyakit ini memang sangat menular,” jelas dr. Bambang.

Campak memiliki gejala awal yang sering kali menyerupai penyakit infeksi lainnya. Gejala tersebut biasanya dimulai dengan demam tinggi yang disertai batuk, pilek, serta mata merah. Setelah beberapa hari, muncul ruam kemerahan pada kulit yang biasanya bermula dari wajah kemudian menyebar ke seluruh tubuh.

“Campak juga dapat menimbulkan berbagai komplikasi, terutama pada bayi dan anak dengan daya tahan tubuh yang rendah. Komplikasi tersebut dapat berupa infeksi saluran pernapasan, dehidrasi, diare berat, hingga gangguan pada sistem kekebalan tubuh,” tambahnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa campak merupakan penyakit yang sangat dapat dicegah. Upaya pencegahan paling efektif adalah melalui imunisasi campak, baik vaksin MR maupun MMR, yang diberikan secara lengkap dan tepat waktu kepada anak.

dr. Bambang juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat untuk mengatasi berbagai misinformasi mengenai vaksin. Menurutnya, pemerintah bersama tenaga kesehatan terus melakukan sosialisasi melalui berbagai saluran seperti puskesmas, posyandu, sekolah, hingga media.

“Strateginya adalah memberikan edukasi secara konsisten kepada masyarakat. Pemerintah dan tenaga kesehatan bekerja melalui puskesmas, rumah sakit, posyandu, serta sekolah untuk menyampaikan informasi yang benar mengenai manfaat dan keamanan imunisasi. Pendekatan ini penting untuk mengatasi misinformasi yang masih beredar di masyarakat,” tuturnya.

Tags: bambang edi SusyantocampakimunisasikesehatanUMYYogyakarta

Related Posts

ilustrasi imunisasi campak

5 Persen Anak di Sleman Masih Belum Terima Imunisasi MR, Dinkes Ungkap Kendalanya

March 16, 2026
Suasana TKP Senopati di Jalan Panembahan Senopati, Kota Yogyakarta, tampak lenggang setelah Pemkot Yogyakarta resmi memberlakukan uji coba larangan bus pariwisata parkir di tempat itu, pada Minggu (15/3/2026).

Kondisi Terkini TKP Senopati Usai Pemkot Yogyakarta Larang Bus Pariwisata Parkir dan Melintas di Jalur Titik Nol

March 16, 2026
Gerakan Anak Cinta Masjid Tanamkan Nilai Bakti ke Orang Tua Lewat Program Pro-Bahagia

Gerakan Anak Cinta Masjid Tanamkan Nilai Bakti ke Orang Tua Lewat Program Pro-Bahagia

March 16, 2026
Mulai 15 Maret 2026, KAI Daop 6 Menambah 1 Lagi KA Tambahan Solo Balapan-Gambir PP

Mulai 15 Maret 2026, KAI Daop 6 Menambah 1 Lagi KA Tambahan Solo Balapan-Gambir PP

March 15, 2026
Kantor BPD DIY Wirobrajan terbakar Kamis malam (12/3/2026). (Polresta Yogyakarta)

Kronologi Kebakaran di Bank BPD DIY Wirobrajan, Data dan Dana Nasabah Dipastikan Aman

March 13, 2026
2 Pemuda dan Balita di Mantrijeron Jadi Korban Ledakan Petasan

2 Pemuda dan Balita di Mantrijeron Jadi Korban Ledakan Petasan

March 11, 2026
Next Post
Simon Grayson ditunjuk John Herdman sebagai asisten pelatih Timnas Indonesia

Spesialis Promosi dari Inggris: Mengenal Simon Grayson, Tangan Kanan Baru John Herdman di Timnas Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.