BANTUL, POPULI.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, merekomendasikan untuk dilakukan relokasi atau memindahkan rumah warga yang terancam kelongsoran batu di wilayah Pedukuhan Wunut, Desa Sriharjo, Kecamatan Imogiri.
Kepala Pelaksana BPBD Bantul Mujahid Amrudin mengatakan, pihaknya bersama anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan relawan beberapa waktu lalu sudah meninjau lokasi rumah di Wunut Sriharjo yang sebelumnya tertimpa tanah longsor usai diguyur hujan deras.
“Kami sudah ke sana dan rekomendasi kami tetap relokasi rumah itu, karena terlalu berbahaya, sebab di atasnya itu jarak sekitar 30 meter dengan kemiringan hampir 45 derajat di atasnya itu masih ada dua batu besar,” terangnya, Rabu (25/3/2026).
Menurut dia, pihaknya bersama tim tidak mengetahui pasti seberapa kuat batu tersebut tertanam di tanah, sehingga demi keselamatan rumah warga yang ada di bawahnya harus dikosongkan dan direlokasi ke tempat yang lebih aman dari bahaya.
“Ketika ke sana langsung kami sampaikan penghuni mengungsi dulu. Jadi sudah mengungsi di bawah, di tempat orang tuanya, dan kemarin sudah ada pembicaraan kami dengan pemilik rumah untuk nanti direlokasi dan bersedia,” katanya.
Dia mengatakan, ada satu rumah warga yang berada di bawah tebing yang di atasnya terdapat batu itu, dengan dihuni dua kepala keluarga (KK) terdiri lima jiwa. Sebelumnya pada bagian belakang rumah tersebut, tertimpa tanah longsor usai hujan deras.
“Dan sekarang posisi sudah tidak di situ, rumah tidak ditempati, karena kami sarankan untuk mengungsi di bawah dekat jembatan Kedung Jati,” katanya.
Berkaitan dengan relokasi rumah tersebut, kata dia, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul, agar memberi dukungan anggaran untuk pembangunan rumah.
“Jadi, pemilik rumah sudah punya tanah di sekitar situ, tanah SHM yang nanti akan kita gunakan untuk relokasi. Kami sudah berkoordinasi dengan DPUPKP untuk nanti mengalokasikan anggaran relokasi yang di Wunut yang batu longsor,” tukasnya.











