YOGYAKARTA, POPULI.ID – Di balik hiruk pikuk ramainya arus mudik dan balik Lebaran 2026, terdapat sejumlah petugas yang tetap setia menjalankan tugas. Mereka rela tidak mudik atau pulang kampung karena harus memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan optimal selama momen arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Seperti yang dialami oleh Trissa Dea (28), petugas administrasi kantor Terminal Giwangan Kota Yogyakarta. Selama momen lebaran 2026, Trissa bertugas di Posko Pelayanan Mudik Terminal Giwangan Kota Yogyakarta, sehingga tidak bisa mudik ke kampung halamannya di Kota Palembang, Sumatera Selatan.
“Tahun ini saya tidak mudik. Ya rasanya sedih tidak bisa kumpul dengan keluarga besar. Tapi yang namanya tugas tetap harus dijalani. Sebagai abdi negara kami harus menjalani tugas dengan ikhlas,” ungkapnya kepada Populi.id, Rabu (25/3/2026).
Tahun ini adalah tahun kedua Trissa tidak mudik saat lebaran. Untuk melepas rindu, Trissa pun memanfaatkan fitur video call (panggilan video) selepas Salat Idul Fitri dilaksanakan.
Meski berat, namun Trissa tetap merasa senang bisa bermanfaat untuk masyarakat khususnya para pemudik yang menggunakan moda transportasi bus selama arus mudik dan balik Lebaran 2026. Terutama membantu penumpang bus dalam mengetahui informasi seputar rute pembelian tiket, jadwal, dan bus tujuan.
Kondisi serupa juga dialami Dewi Riyanti, petugas Sarana Prasarana Kementerian Perhubungan Darat DIY yang selama momen lebaran bertugas di Posko Pelayanan Terminal Giwangan. Dewi mengaku sudah 3 tahun tidak pernah mudik ke Merauke, Papua Selatan, karena bertugas menjaga arus mudik dan balik Lebaran.
“Untuk melepas rindu paling saya video call keluarga. Karena semua keluarga saya rata-rata ada di sana (Merauke), hanya saya sendiri yang ada di sini (Yogyakarta). Jadi kakak dan ibu saya ada di Merauke semua,” ucapnya.
Dewi tak bisa menyembunyikan rasa sedih karena tidak dapat berkumpul dengan keluarga saat momen lebaran. Meski begitu, Dewi terus mencoba tabah menjalankan tuntutan pekerjaan.
“Kami harus benar-benar mengabdi. Lagipula pelayanan penumpang kan wajib, jadi kami tetap stay di sini,” katanya.
Dia menyampaikan, selama momen lebaran bertugas untuk memantau arus lalu lintas bus, penumpang, dan kebersihan di Terminal Giwangan Kota Yogyakarta. Dikatakan, lonjakan penumpang saat arus mudik mulai terlihat sejak H-4 Lebaran 2026. Sedangkan, lonjakan penumpang yang melakukan perjalanan arus balik sudah dimulai sejak dua hari lalu.
“Kalau kendala yang dihadapi pas lonjakan penumpang, mungkin bingung mencarikan tempat duduk di ruang tunggu. Jadi kami bagi saja di ruang tunggu blok C, blok AB, dan di sini,” tandasnya. (populi.id/Dewi Rukmini)












