SLEMAN, POPULI.ID – Ambisi PSS Sleman untuk kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia bukan sekadar isapan jempol. Hingga pekan ke-21 Pegadaian Championship 2025/2026, Laskar Sembada menunjukkan taringnya sebagai kandidat kuat promosi.
Kuncinya terletak pada sinergi luar biasa di lini depan yang dihuni oleh kombinasi pemain berpengalaman dan legiun asing yang haus gol.
Berikut adalah catatan performa tiga aktor utama di balik tajamnya lini serang PSS Sleman musim ini:
1. Frederic Injai: Eksekutor Jangkung yang Efektif
Gelandang serang berpaspor Prancis ini telah membuktikan dirinya sebagai salah satu rekrutan tersukses musim ini. Hingga pekan ke-21, Injaï telah mencatatkan total tujuh gol dan tiga umpan gol. Ketajamannya sudah terlihat sejak putaran pertama, terutama saat memborong dua gol dalam kemenangan 3-0 atas Persipal FC di Palu.
Injai juga piawai mencetak gol di momen krusial, seperti gol pembuka lewat sundulan saat mengalahkan Deltras FC 3-1. Tak hanya mencetak gol, ia memberikan tiga assist krusial, masing-masing dua untuk Gustavo Tocantins (saat melawan Persiku Kudus dan PSIS Semarang) serta satu assist untuk gol kemenangan yang dicetak Irvan Mofu kontra Persela Lamongan.
“Bagi saya pribadi, kemenangan tim yang menjadi utama. Senang sekali bisa berkontribusi sampai sejauh ini, harapannya bisa lebih baik dan membawa kemenangan bagi PSS,” ungkap Injai dilansir dari laman resmi PSS Sleman, Kamis (26/3/2026).
2. Riko Simanjuntak: Raja Assist dari Sisi Sayap
Kecepatan dan pengalaman Riko Simanjuntak tetap menjadi senjata mematikan bagi Laskar Sembada. Berjuluk “Si Kancil”, Riko telah membukukan enam assist dari lima pertandingan berbeda. Kontribusinya sangat merata, ia memberikan assist sejak laga pembuka melawan Persiba Balikpapan hingga memberikan dua assist sekaligus dalam kemenangan telak 4-0 atas Persipal FC di putaran kedua.
Umpan-umpan matang Riko menjadi pelayan bagi rekan-rekannya, di mana tiga asisnya dikonversi menjadi gol oleh Gustavo Tocantins, sementara sisanya diselesaikan oleh Frederic Injai, Iman Fathurahman, dan Ichsan Pratama.
“Catatan tersebut menegaskan bahwa Riko berhasil menjalankan tugasnya. Kontribusinya menjadi kreator gol tidak lepas dari kreativitas serta kemampuannya membuka ruang dan memberikan umpan akurat,” kata pelatih PSS, Ansyari Lubis.
3. Gustavo Tocantins: Top Skor Sekaligus Dirigen Serangan
Gustavo Tocantins tampil luar biasa, tidak hanya sebagai pencetak gol ulung, tetapi juga sebagai kreator peluang yang visioner. Selain menyandang status top skor tim, striker asal Brasil ini telah mengoleksi sembilan assist hingga pekan ke-21. Salah satu aksi paling menonjolnya adalah mencatatkan hattrick assist dalam satu pertandingan melawan Persipal FC.
Statistik gol dan assist-nya sering lahir dalam satu pertandingan yang sama, seperti saat mencetak dua gol dan dua assist melawan PSIS Semarang, serta satu gol dan satu assist saat mengalahkan Deltras FC. Visi bermainnya yang luas menjadikannya pemain paling berbahaya di Championship saat ini.
“Kami ingin meraih poin kemenangan sebanyak mungkin. Tentu saja dengan izin Tuhan, kami ingin mencapai tujuan besar, yaitu kembali ke Liga 1. Tentu saja saya harus terus bekerja keras,” tegas Tocantins.
Sinergi Menuju Promosi
Statistik impresif ketiga pemain ini bukanlah angka semata, melainkan bukti nyata dari kolektivitas tim PSS Sleman. Sinergi antara ketajaman Injai, kreativitas Riko, dan visi bermain Tocantins menjadi modal berharga bagi Laskar Sembada untuk menyapu bersih poin di sisa kompetisi dan mewujudkan mimpi publik Sleman untuk kembali bersaing di Liga 1 musim depan.












