YOGYAKARTA, POPULI.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta mencatat timbulan sampah di Kota Yogyakarta saat libur Lebaran 2026 mengalami peningkatan sebesar 7 persen atau 20 ton per hari.
Kenaikan timbulan sampah tersebut diketahui terjadi pada H+2 Lebaran 2026 seiring meningkatkan aktivitas pergerakan masyarakat yang bersilahturahmi dan berwisata.
“Pada H-1 sampai H+1 lebaran, masih stabil seperti timbulan sampah regular. Pada H+2 mulai naik sekitar 7 persen atau 20 ton per hari,” ungkap Kepala DLH Kota Yogyakarta, Rajwan Taufiq, saat dihubungi Populi.id, Sabtu (28/3/2026).
Rajwan mengatakan bahwa kenaikan timbulan sampah tersebut lebih sedikit ketimbang saat libur Lebaran tahun lalu (2025). Sebab pada momen lebaran 2025, timbulan sampah di Kota Yogyakarta mengalami kenaikan mencapai 20 persen atau 60 ton per hari.
“Saat ini kenaikan timbulan sampah sudah tertangani. Karena sampah tersebut tidak dibawa ke depo tapi diambil langsung oleh offtaker di titik kumpul 45 kelurahan,” paparnya.
Dia juga mengklaim bahwa kenaikan timbulan sampah tersebut tidak mempengaruhi kondisi depo sampah yang ada di Kota Yogyakarta. Sebab, sebagian besar sampah organik maupun sisa makanan langsung diambil offtaker di masing-masing titik kumpul.
Pihaknya pun berterima kasih kepada masyarakat Kota Yogyakarta, pemudik, dan wisatawan yang telah menerapkan lima langkah program Mas JOS. Serta menindaklanjuti Surat Edaran Pemkot Yogyakarta No 100.4.4/730 Tahun 2026 Tentang Pengendalian Sampah Hari Raya Idul Fitri 1447 H yang berisi 7 upaya pengendalian Sampah dan 4 langkah untuk Panitia Penyelenggara Sholat Idul Fitri.
“Sehingga sampah bisa terkelola dengan baik sejak dari sumbernya,” tandasnya. (populi.id/Dewi Rukmini)












