SLEMAN, POPULI.ID – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria merespons dugaan penyalahgunaan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk menghasilkan konten bermuatan pornografi yang melibatkan seorang mahasiswa dari Institut Teknologi Bandung (ITB).
Ia menegaskan bahwa penerapan prinsip etika menjadi hal krusial dalam pengembangan maupun penggunaan teknologi tersebut.
Saat ditemui di gedung pusat pada Jumat (17/4/2026), Nezar menyampaikan bahwa insiden semacam ini berpotensi berulang jika tidak diiringi dengan pedoman etika yang jelas.
“Peristiwa seperti ini bisa saja terus terjadi jika tidak dilandasi oleh prinsip etis,” ujarnya.
Menurutnya, laju perkembangan AI yang sangat cepat perlu diimbangi dengan tanggung jawab moral dari seluruh pihak, baik pengembang maupun pengguna.
Nezar mengimbau agar nilai-nilai etika sudah dipertimbangkan sejak tahap awal dalam proses pembuatan teknologi.
Nezar juga mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menyusun dokumen etika AI sebagai pelengkap peta jalan pengembangan AI nasional.
Dokumen tersebut direncanakan akan dituangkan dalam bentuk peraturan presiden dalam waktu dekat.
“Penggunaan AI secara etis sangat penting, dan pemerintah sedang menyiapkan dokumen etika untuk melengkapi roadmap nasional. Perpresnya akan segera diterbitkan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya pendekatan ethics by design, yaitu memasukkan nilai etika sejak awal dalam proses perancangan teknologi, bukan sekadar tambahan setelah produk selesai dibuat.
Selain itu, ia mengingatkan para pengembang agar mempertimbangkan dampak sosial dari teknologi yang dihasilkan, termasuk potensi munculnya konten yang bersifat sensitif seperti pornografi, isu keagamaan, atau hal-hal kontroversial lainnya.
“Kita bisa melihat betapa mudahnya AI generatif digunakan untuk membuat konten yang mengandung unsur pornografi. Ini tentu harus menjadi perhatian,” katanya.
Meski begitu, Nezar menegaskan bahwa pemerintah tidak bertujuan menghambat inovasi. Namun, setiap teknologi yang dirilis ke publik harus tetap memperhatikan aspek etika secara serius.
“Kami tidak membatasi inovasi, tetapi setiap produk yang hadir di masyarakat harus mempertimbangkan nilai-nilai etis,” tegasnya. (populi.id/Hadid Pangestu)












