• Tentang Kami
Friday, June 26, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Cendekia

Guru Besar UGM Soroti Menyempitnya Kewenangan Pemda: Otonomi Daerah Simbolik Semata

saat ini pemerintah pusat semakin dominan dalam menentukan arah pembangunan nasional, terutama dalam sektor perizinan terhadap investasi, pertambangan, hingga proyek strategis nasional.

byredaksi
June 25, 2026
in Cendekia, headline
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ilustrasi kekuasaan

Ilustrasi kekuasaan. [pixabay]

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

SLEMAN, POPULI.ID – Seperempat abad setelah desentralisasi diterapkan di Indonesia, hubungan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah hingga saat ini masih diwarnai dinamika pembagian kewenangan.

Di tengah adanya tuntutan efektivitas pembangunan nasional, muncul perdebatan mengenai sejauh mana otonomi daerah masih memberikan ruang bagi pemerintah lokal untuk menentukan kebijakan strategis di wilayahnya.

BERITA MENARIK LAINNYA

MBG Jadi Ladang Korupsi, Guru Besar UGM Desak Perbaikan Tata Kelola BGN

Polisi Sebut Teror Telepon ke Guru Besar UGM adalah Penipuan, Nomor Terlacak dari Cirebon

Guru Besar Manajemen dan Kebijakan Publik Fisipol UGM Agus Pramusinto, menilai bahwa jalannya kebijakan desentralisasi yang berlangsung hingga kini tidak lepas dari adanya tarik-menarik kekuasaan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Menurutnya, saat ini pemerintah pusat semakin dominan dalam menentukan arah pembangunan nasional, terutama dalam sektor perizinan terhadap investasi, pertambangan, hingga proyek strategis nasional. Sehingga, hal ini membuat ruang pengambilan keputusan pada tingkat daerah semakin mengalami keterbatasan.

“Dalam seperempat abad jalannya desentralisasi, kita menyaksikan naik turunnya pelaksanaan desentralisasi yang diwarnai dengan adanya tarik menarik kekuasaan antara pusat dan daerah,” katanya sebagaimana dilansir dari laman UGM, Kamis (24/6/2026).

Kecenderungan hadirnya resentralisasi semakin terlihat dari kuatnya kendali pemerintah pusat dalam menentukan berbagai kebijakan strategis. Namun di lain sisi, kewenangan pemerintah daerah dan DPRD untuk menentukan arah pembangunan di wilayahnya sendiri malah semakin melemah. Sehingga, hal ini membuat ruang bagi pemerintah daerah untuk mengambil keputusan strategis menjadi semakin sempit karena banyak kebijakan dan penggunaan anggaran telah ditentukan oleh pemerintah pusat.

“Kendali presiden semakin besar, sementara ruang veto daerah semakin lemah,” tuturnya.

Ia bahkan menilai bahwa otonomi daerah kini cenderung hanya dijalankan dalam bentuk simbolik saja. Meskipun daerah masih menerima alokasi anggaran, penggunanya telah diatur secara ketat. Hal ini menyebabkan pemerintah daerah dalam hal ini lebih berperan sebagai pelaksana kebijakan yang dirumuskan oleh pemerintah pusat.

“Otonomi daerah tetap ada tetapi menjadi simbolik saja. Kepala daerah dan DPRD masih ada, tetapi kewenangannya untuk keputusan strategis sudah sangat lemah. Dari sisi uang mungkin yang diberikan kepada daerah nilainya tetap, tetapi semua sudah ditentukan peruntukannya oleh pusat,” ujarnya.

Dalam mengatasi persoalan tersebut, ia menegaskan perlunya penataan ulang desain desentralisasi di Indonesia. Ia menyebut, perlu adanya pembagian yang lebih jelas mengenai urusan yang sepenuhnya menjadi kewenangan daerah melalui mekanisme devolusi, urusan yang dijalankan pemerintah pusat melalui mekanisme dekonsentrasi, hingga urusan strategis nasional yang pelaksanaannya melibatkan pemerintah daerah melalui tugas bantuan.

“Melalui pembagian peran yang lebih tepat, aspirasi masyarakat dan kebutuhan strategis daerah dapat diakomodasi oleh pemerintah lokal, sementara kepentingan nasional tetap dapat dijalankan secara efektif oleh pemerintah pusat,” tegasnya.

Ia menyebut, keberhasilan pembangunan tidak hanya dapat dicapai dengan adanya dominasi pemerintah pusat maupun sepenuhnya diserahkan pada daerah. Perlu adanya peran seimbang antara keduanya yang menjadi kunci agar aspirasi masyarakat lokal tetap terakomodasi tanpa mengabaikan kepentingan nasional.

“Tidak semua bisa dijalankan oleh pusat sendiri dan tidak semua daerah mampu menjawab persoalan di daerahnya tanpa campur tangan pusat. Keseimbangan peran antara pusat dan daerah secara tepat menjadi kunci keberhasilan pembangunan,” pungkas Agus.

Tags: Agus PramusintoDesentralisasiGuru Besar UGMkewenanganotonomi daerahpemerintah daerah

Related Posts

Massa aksi yang diinisiasi oleh Suara Ibu Indonesia menggelar aksi menuntut evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bundaran UGM Yogyakarta, Jumat (17/10/2025) sore.

MBG Jadi Ladang Korupsi, Guru Besar UGM Desak Perbaikan Tata Kelola BGN

June 10, 2026
Guru Besar Universitas Gadjah Mada Zainal Arifin Mochtar. (Instagram/zainalarifinmochtar)

Polisi Sebut Teror Telepon ke Guru Besar UGM adalah Penipuan, Nomor Terlacak dari Cirebon

January 7, 2026
Ilustrasi makan bergizi gratis atau MBG

Antisipasi Keracunan MBG, Guru Besar UGM Tekankan Hal Ini

October 4, 2025
Next Post
Jumpa pers kasus korupsi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di BRI Sanden, Kamis (25/6/2026). (POLRES Bantul)

Polres Bantul Tetapkan Eks Mantri Tersangka Dugaan Korupsi Penyaluran KUR di BRI Unit Sanden

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.