• Tentang Kami
Tuesday, June 30, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

4 Kritik BEM UI Soal MBG dan Pemerintahan Prabowo-Gibran: Salah Prioritas hingga Demo Bayaran

Menurut kacamata mahasiswa dan rakyat bahwa MBG itu harus dimoratorium atau dihentikan sama sekali.

Gregorius BramantyobyredaksiandGregorius Bramantyo
June 29, 2026
in headline, Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ilustrasi pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ilustrasi pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). [Dok. Biro Hukum dan Humas BGN]

0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

JAKARTA, POPULI.ID – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) melayangkan kritik terhadap kebijakan pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Dalam aksi massa di Bundaran HI pada 12 Juni 2026 lalu, mahasiswa menyuarakan kegelisahan ekonomi masyarakat melalui tagar “Menuju Indonesia Bangkrut” yang merujuk pada kondisi ekonomi, demokrasi, dan moral kepemimpinan saat ini.

BERITA MENARIK LAINNYA

Kronologi Skandal Dugaan Suap BEM UBK

Massa Forum BEM DIY Kembali Geruduk DPRD, Tagih Janji Bertemu Anggota Dewan

Kepala Bidang Sosial Politik BEM UI sekaligus Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Muhammad Hafizh Hernanda, menegaskan bahwa gerakan ini didasari oleh lima tuntutan utama, termasuk penurunan harga BBM dan bahan pokok, serta penghentian pemborosan APBN.

Namun, fokus utama kritik mahasiswa tertuju pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai salah prioritas.

“Menurut kacamata mahasiswa dan rakyat bahwa MBG itu harus dimoratorium atau dihentikan sama sekali. Kalau dari kami sendiri ini kan tuntutan yang high call, yang itu berarti ini tuntutan yang sangat tinggi, makanya kita langsung tembak,” kata Hafizh, dikutip dari Youtube Abraham Samad Speak Up, Senin (29/6/2026).

1. Program MBG Memotong Anggaran Pendidikan dan Hak Dasar

BEM UI menyoroti anggaran MBG sebesar Rp330 triliun yang dianggap sangat fantastis dan membebani APBN. Mahasiswa menemukan bahwa dana tersebut justru menggerus sektor-sektor vital lainnya, di mana anggaran pendidikan murni terpotong dari 20 persen menjadi hanya 14 persen. Selain itu, alokasi untuk BPJS dan BNPB juga mengalami pemangkasan demi menyokong program tersebut.

“Kami lebih memilih pendidikan gratis daripada makan bergizi gratis jika harus memilih,” tegas Hafizh.

2. Ironi Dapur MBG di Tengah Reruntuhan Sekolah di Aceh

Kritik lainnya lahir dari temuan tim BEM UI saat melakukan kunjungan ke Aceh. Di daerah pasca bencana tersebut, rumah dan sekolah warga masih banyak yang hancur serta aliran listrik belum stabil, namun infrastruktur MBG justru diprioritaskan pembangunannya.

Hafizh menceritakan kepiluan anak-anak di sana yang lebih merindukan bangku sekolah daripada makanan gratis.

“Apa gunanya dapur MBG kalau sekolahnya saja tidak ada? Anak-anak di sana ditanya lebih milih makan gratis atau kembali sekolah, mereka menjawab ‘aku mau sekolah lagi’,” kata Hafizh.

3. Upaya Delegitimasi Lewat Demo Bayaran

BEM UI membeberkan adanya upaya sistematis untuk mendelegitimasi gerakan murni mahasiswa melalui aksi tandingan pro-pemerintah yang diduga dibayar. Terdapat laporan mengenai kelompok mahasiswa tertentu yang difasilitasi aparat untuk bertemu Wapres Gibran dan menerima bayaran hingga Rp 2 juta. Selain itu, ditemukan fakta adanya ibu-ibu peserta aksi pro-MBG yang mengaku menerima uang saku Rp 100 ribu dan makanan.

“Ini merupakan sebuah upaya untuk mendelegitimasi pergerakan mahasiswa, untuk memfragmentasi,” ucap Hafizh.

Ia menilai taktik ini digunakan untuk menciptakan opini publik yang bias seolah-olah seluruh elemen masyarakat mendukung kebijakan tersebut.

4. Intimidasi Aparat dan Teror ke Pengurus BEM

Gerakan mahasiswa ini juga diwarnai dengan laporan intimidasi psikis dan fisik. Pengerahan 6.000 personel TNI/Polri untuk menghadapi sekitar 1.000 mahasiswa di Bundaran HI dinilai sebagai bentuk intimidasi tertutup dengan rasio enam aparat melawan satu warga sipil.

Lebih jauh, pengurus inti BEM UI, termasuk ketua dan wakil ketua, dilaporkan menerima ancaman pembunuhan hingga peretasan ponsel milik orang tua mereka. Hafizh pun menuntut kejujuran dari pemimpin negara untuk berhenti menutup-nutupi kesalahan kebijakan di balik narasi yang seolah-olah tanpa cela.

“Pak Prabowo, Pak Gibran, berhentilah mengelak dan ayo minta maaf ke depan rakyat,” ujarnya.

BEM UI menegaskan akan kembali turun ke jalan dengan jumlah massa rakyat yang lebih besar apabila lima tuntutan tersebut tidak segera direalisasikan oleh pemerintah.

“Rakyat akan merebut kembali Bundaran HI. Bukan lagi mahasiswa, melainkan rakyat,” tandas Hafizh.

Tags: Badan Eksekutif Mahasiswa UIKritikMBGMuhammad Hafizh HernandaPresiden Prabowo Subianto

Related Posts

Ketua BEM FH UBK mengaku mendapat suap seusai melakukan aksi dan bertemu Wapres Gibran

Kronologi Skandal Dugaan Suap BEM UBK

June 25, 2026
Puluhan massa aksi dari Forum BEM DIY berdialog dengan sejumlah anggota DPRD DIY pada Selasa (23/6/2026).

Massa Forum BEM DIY Kembali Geruduk DPRD, Tagih Janji Bertemu Anggota Dewan

June 25, 2026
Puluhan massa mahasiswa yang tergabung Forum BEM DIY menggelar aksi di Kantor DPRD DIY, Jumat (19/6/2026).

Forum BEM DIY Gelar Aksi di DPRD, Sampaikan Delapan Tuntutan

June 19, 2026
Ribuan massa dari berbagai elemen ikut dalam Aksi Rakyat Memanggil di pertigaan Gejayan, Sleman, Sabtu (13/6/2026).

Ribuan Massa di Gejayan Tuntut Prabowo-Gibran Turun, Kritik MBG hingga Koperasi Desa Merah Putih

June 15, 2026
Massa aksi yang diinisiasi oleh Suara Ibu Indonesia menggelar aksi menuntut evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bundaran UGM Yogyakarta, Jumat (17/10/2025) sore.

MBG Jadi Ladang Korupsi, Guru Besar UGM Desak Perbaikan Tata Kelola BGN

June 10, 2026
YOGYAKARTA, POPULI.ID - Kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menjadi sorotan dalam agenda pertemuan Kepala Daerah se-Jawa Bali di Kantor Gubernur DIY, pada Kamis (4/6/2026). Kasus tersebut disinggung langsung di hadapan para pemimpin daerah sebagai pengingat keras dalam menyusun kebijakan publik. Hal itu disampaikan langsung oleh Bupati Indramayu, Lucky Hakim, usai kegiatan. Dia mengungkapkan, dalam agenda silahturahmi Forkopimda se-Jawa Bali itu diisi dengan beberapa paparan dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan sejumlah menteri. Seperti diketahui, pertemuan itu dihadiri sejumlah menteri dan gubernur di wilayah Jawa dan Bali. Antara lain Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri) Tito Karnavian, Menteri Koordinator Bidang dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, dan Kepala Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS RI) Amalia Adininggar Widyasanti. Dalam kegiatan itu tampak hadir Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Sedangkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Gubernur DKI Pramono Anung, serta Gubernur Banten Andra Soni tidak terlihat menghadiri kegiatan itu. "Pada dasarnya memotivasi kami semua para kepala daerah. Secara umum, yang saya tangkap adalah kami dibayar oleh rakyat, jadi jangan sekali-kali sakiti hati rakyat," ungkapnya. Selain membahas isu-isu strategis seperti penanganan hoaks, penguatan kepemimpinan daerah (pimda), dan pencegahan konflik melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Forum tersebut juga secara khusus menyoroti gaya hidup flexing atau pamer aparat negara dan akuntabilitas kebijakan. Kasus penangkapan Dadan Hindayana bersama dua mantan Wakil Kepala BGN, Sonny Sanjaya dan Lodewyk Pusung, atas kasus dugaan korupsi tata kelola program MBG juga dijadikan contoh nyata agar para kepala daerah lebih mawas diri. Poin penekanan yang diberikan terkait pentingnya menjaga benteng pertahanan, baik secara personal maupun sistemik. "Salah satu yang disinggung seperti itu (soal kasus MBG). Jadi maksudnya bahwa jaga-jaga diri baik secara sistem, jangan sampai kami salah membuat kebijakan. Karena ada beberapa kebijakan yang kami tidak bermaksud tapi kebijakannya salah, bisa memperkaya pihak lain. Apalagi kalau ada mensrea (niat jahat)," jelasnya. Dia menyebut menjadi kepala daerah itu bukan hal yang mudah. Karena seluruh kepala daerah diharapkan dapat bekerja lebih all-out dan selektif dalam merancang program kerja demi memastikan setiap anggaran negara benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. "Kalau kami bikin program, sebenarnya itu bermanfaat atau tidak. Walaupun suratnya lengkap, barangnya ada, tapi kalau ternyata sudah diadakan tapi tidak berguna untuk masyarakat, nanti malah menjadi salah satu tindakan koruptif," katanya. "Memang tidaj ada korupsi secara langsung tapi koruptif. Untuk apa kami belanja sesuatu yang sebenarnya tidak dibutuhkan oleh masyarakat, begitu kurang lebih," tandasnya.

Kasus Korupsi Kepala BGN Jadi Bahasan dalam Pertemuan Kepala Daerah se-Jawa di Yogyakarta

June 5, 2026
Next Post
Ikuti PKN X di Makassar, Wahyudi Kurniawan Teguhkan Semangat Pengabdian untuk Masyarakat

Ikuti PKN X di Makassar, Wahyudi Kurniawan Teguhkan Semangat Pengabdian untuk Masyarakat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.