POPULI.ID – Pelatih Tim Nasional Indonesia, John Herdman, hingga Kamis (23/7/2026) belum mengumumkan daftar final 26 pemain yang akan berlaga di ajang Piala AFF atau ASEAN Championship 2026.
Pengamat sepak bola, Mohamad Kusnaeni atau yang akrab disapa Bung Kus, menilai langkah ini diambil karena Herdman menyadari besarnya tantangan untuk memenuhi target juara dengan kondisi skuad yang tidak ideal. Ia menjelaskan bahwa kehati-hatian pelatih asal Inggris tersebut berakar dari kesadaran bahwa skuad yang ada saat ini bukanlah tim utama yang lengkap.
“Belum diumumkannya skuad akhir ini lebih karena keinginan atau kehati-hatian John Herdman yang menyadari betul bahwa target pertama yang dibebankan kepada dia untuk membawa tim juara ini bukan hal yang mudah,” ujar Kusnaeni dalam kanal YouTube Blind Spot by Bung Kusnaeni, dikutip Kamis (23/7/2026).
Salah satu kendala utama yang dihadapi adalah absennya sejumlah pemain pilar yang merumput di luar negeri. Nama-nama besar seperti Justin Hubner dipastikan absen karena harus fokus pada pramusim bersama klubnya, Fortuna Sittard. Sementara Ole Romeny juga tidak bisa bergabung karena persiapan musim baru.
Kondisi ini diperparah dengan badai cedera yang menimpa pemain seperti Yakob Sayuri dan Luke Vickery. Kusnaeni menyoroti bahwa tanpa para pemain diaspora di Eropa, kedalaman skuad Indonesia saat ini mengalami penurunan signifikan, terutama di lini serang.
“Terus terang memang skuad yang dimiliki oleh Herdman sekarang tidak sedalam kalau misalnya pemain-pemain diaspora kita di Eropa bisa bergabung,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa posisi targetman menjadi titik paling krusial yang saat ini kekurangan pilihan pemain dengan kemampuan mumpuni.
Untuk mengatasi krisis di lini depan, John Herdman memanggil pemain baru, Mitchell Baker, yang langsung mencetak gol dalam laga uji coba melawan Bali United. Kusnaeni memprediksi Baker akan menjadi pilihan utama di posisi nomor 9 (striker) untuk mendampingi pemain seperti Eliano Reijnders atau Ragnar Oratmangoen.
Keterbatasan pilihan pemain ini juga tidak terlepas dari status Piala AFF yang tidak masuk dalam kalender resmi FIFA. Hal ini membuat klub-klub luar negeri memiliki hak untuk tidak melepas pemain terbaik mereka ke Timnas.
“Persoalannya juga belum tentu bisa dipanggil oleh timnas, karena itu coach Herdman harus mengandalkan nama-nama yang sudah ikut dalam TC tahap pertama maupun tahap kedua,” jelas Kusnaeni.
Selain masalah internal skuad, Indonesia juga dihadapkan pada lawan-lawan tangguh di fase grup, khususnya Vietnam dan Kamboja. Vietnam tercatat belum terkalahkan dalam enam laga terakhir sepanjang 2025-2026. Sementara Kamboja kini diperkuat banyak pemain naturalisasi asal Uzbekistan, Brasil, hingga Pantai Gading.
“Makanya kita harus sangat hati-hati memanfaatkan dua laga home untuk menang, karena dua laga away tentu di atas kertas tidak lebih mudah untuk dimenangkan dibanding dua laga home,” kata Kusnaeni.
Dengan ekspektasi publik yang tetap tinggi meski materi pemain berbeda dari laga internasional sebelumnya, John Herdman kini dituntut untuk meramu taktik yang tepat dengan sumber daya yang tersedia.
Kusnaeni memprediksi kerangka tim akan tetap mengandalkan pemain berpengalaman seperti Rizky Ridho, Marc Klok, dan Nadeo Argawinata sebagai tulang punggung untuk mewujudkan mimpi menjadi juara di ASEAN Championship 2026.








![Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/02/smp-negeri-4-pakem-120x86.png)



