YOGYAKARTA, POPULI.ID – Langkah ambisius diambil PSIM Yogyakarta dalam menyongsong Super League 2026/2027 dengan resmi mengamankan tanda tangan Adrian Dalmau, penyerang asal Spanyol yang memiliki rekam jejak mentereng di Benua Biru. Juru gedor asal Negeri Matador ini bukan sekadar pemain asing biasa. Ia membawa pengalaman panjang bertanding melawan pemain-pemain kelas dunia di Eropa.
Kehadiran pemain dengan nilai pasar mencapai Rp 3,48 miliar ini diharapkan menjadi jawaban atas tumpulnya lini depan Laskar Mataram musim lalu. Manajer PSIM, Iksan Mahar, menegaskan bahwa kualitas teknis dan pengalaman Dalmau di Eropa adalah alasan utama pelatih Jan Paul van Gastel (JP) begitu menginginkannya.
“Besar harapan kami Dalmau bisa menjadi pelengkap puzzle taktik pelatih kepala JP yang kekurangan striker tajam dan klinis pada musim lalu,” ungkap Iksan.
Bagi Dalmau, PSIM akan menjadi lembaran sejarah baru karena ini merupakan pertama kalinya ia berkarier di luar benua Eropa. Ia mengaku antusias menjalani karier barunya di Yogyakarta dan siap memberikan kontribusi maksimal. Mantan pemain FC Utrecht ini bertekad mencetak banyak gol untuk membantu Laskar Mataram meraih hasil terbaik.
“Target utama saya adalah menunjukkan kualitas saya sebagai pemain dan membuktikan bahwa saya adalah pemain yang bisa mencetak banyak gol untuk klub. Saya ingin membantu tim untuk mencapai level berikutnya di liga ini. Jadi, target utama saya adalah beradaptasi, mencetak banyak gol, dan saya datang ke sini untuk memenangkan pertandingan bagi PSIM,” tutur Dalmau.
Didikan La Fabrica dan Awal Karier di Spanyol
Lahir di Palma de Mallorca pada 23 Maret 1994, pemain bernama lengkap Adrian Dalmau Vaquer ini memiliki dasar sepak bola yang sangat kuat. Ia merupakan jebolan La Fabrica, akademi tersohor milik Real Madrid, di mana ia sempat membela tim Real Madrid U-18 pada tahun 2011.
Selepas dari Madrid, Dalmau melanjutkan proses pembinaannya di Rayo Vallecano sebelum akhirnya mulai malang melintang di berbagai klub Spanyol. Tercatat, ia pernah memperkuat tim-tim seperti Racing Ferrol, RCD Espanyol B, hingga Villarreal B.
Di level cadangan Espanyol dan Villarreal inilah ketajamannya mulai terasah secara profesional, dengan torehan masing-masing 12 gol dan 16 gol selama memperkuat klub tersebut.
Puncak Kejayaan di Eredivisie Belanda
Nama Adrian Dalmau benar-benar meledak saat ia memutuskan merantau ke Belanda untuk bermain di Eredivisie (kasta tertinggi Liga Belanda). Masa keemasannya terjadi bersama Heracles Almelo, di mana ia sukses mencetak 19 gol dan 5 asis hanya dalam 34 pertandingan di musim tersebut.
Performa impresif ini membuatnya dilirik oleh klub-klub mapan Belanda lainnya seperti FC Utrecht dan Sparta Rotterdam. Selama berkarier di Eredivisie, Dalmau dikenal sebagai striker yang tidak hanya memiliki penyelesaian akhir tajam, namun juga piawai dalam duel udara berkat postur tubuhnya yang mencapai 1,80 meter.
Petualangan di Polandia Sebelum Menuju Yogyakarta
Sebelum mendarat di Yogyakarta, Dalmau menghabiskan beberapa musim terakhirnya di Liga Polandia. Ia sempat menjadi andalan di Korona Kielce dengan kontribusi 17 gol dari 63 penampilan, sebelum akhirnya direkrut oleh Piast Gliwice pada Juli 2025. Bersama Piast Gliwice, Dalmau masih terikat kontrak hingga 2027 sebelum akhirnya PSIM berhasil meyakinkannya untuk memulai tantangan baru di Asia.
Secara keseluruhan, statistik Dalmau menunjukkan konsistensi sebagai striker haus gol. Sepanjang karier profesionalnya di level klub, ia telah tampil dalam 369 pertandingan dengan torehan 99 gol dan 17 assist.








![Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/02/smp-negeri-4-pakem-120x86.png)



