YOGYAKARTA, POPULI.ID–Pemkot Yogyakarta telah menyediakan anggaran bagi warga kurang mampu agar bisa sekolah hingga sarjana. Tetapi pemanfaatan anggaran tersebut belum optimal karena tingkat serapannya masih rendah.
Pemkot kemudian meminta jajaran kelurahan dan Mantri Pamong Praja aktif mencari warga yang berpotensi mendapatkan bantuan pendidikan tersebut. “Maka kita sweeping, lurah-lurah saya suruh cari data orang di Kota Yogyakarta yang belum kuliah yang desilnya rendah. Maka ketemulah sekitar 250-an dengan alamat by name by address-nya ada,” kata Walikota Yogyakarta Hasto Wardoyo, Senin (21/9/2026).
Hasto menuturkan, sekitar 250 warga yang teridentifikasi tersebut akan didata dan didampingi agar dapat melanjutkan kuliah sekaligus mengurangi risiko mereka berhenti di tengah jalan. “Saya kumpulkan lurah, bisa ngejar orang 250 untuk kita bantu supaya tidak berisiko drop out supaya lebih sukses lagi. Mereka mencari orang kuliah kerja apa, kerja kasar, kalau dia sudah lulus SLTA apa salahnya kita bantu kuliah,” jelasnya.
Sebelum bantuan diberikan, data warga tersebut akan diverifikasi dan dievaluasi oleh pihak kelurahan. Prosesnya dilakukan dengan mendatangi langsung warga yang tercatat sesuai desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Kalau ada laporan, Pak, ternyata ini orang kaya, ternyata ada, ternyata dia kaya, ternyata data baru yang tetangganya kuliah membawa data itu dibawa ke lapangan dulu lah, nanti kita tunggu hasilnya,” ujarnya.
Hasto berharap peningkatan akses pendidikan tinggi dapat memperkuat implementasi Yogyakarta sebagai Kota Pelajar, bukan sekadar menjadi sebuah predikat. Selain program pendidikan formal, Pemkot Yogyakarta juga mengembangkan sejumlah inisiatif lain, seperti Kampung Inggris dan program Bule Mengajar. “Jangan sampai Yogyakarta kota pelajar tapi hanya predikat, maka kita isi atribut, kita isi karya-karya nonbenda,” jelasnya.
Program Jaminan Pendidikan Daerah dengan konsep satu keluarga miskin satu sarjana ini untuk menjaga agar Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kota Jogja tetap tinggi. Salah satunya dengan memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat kurang mampu.
Berdasarkan data 2025, IPM Kota Yogyakarta tercatat 89,53 dan masuk kategori sangat tinggi. Namun, capaian tersebut masih dihadapkan pada persoalan akses pendidikan tinggi bagi sebagian warga. (Hadid Pangestu)


![Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/02/smp-negeri-4-pakem-120x86.png)



