JOGJA, POPULI.ID – Pengelolaan dan pengoperasian Kereta Api (KA) Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) telah dialihkan dari PT Railink kepada PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) sejak 17 September 2026 lalu. Genap sepekan dialihkan, seluruh operasional perjalanan Commuter Line Bandara YIA dipastikan berjalan aman, lancar, dan terkendali.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengatakan, pengalihan itu merupakan langkah strategis KAI Group dalam memperkuat ekosistem transportasi publik di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan sekitarnya. Selama masa transisi, jadwal perjalanan, waktu tempuh, hingga tarif KA Bandara tetap dipertahankan seperti semula.
“Sejak hari pertama pengalihan operasional, KAI Commuter berfokus pada pelayanan dengan memastikan penjualan tiket dan kemudahan layanan bagi pengguna jasa transportasi udara maupun masyarakat umum. Seluruh layanan, jadwal pemberangkatan, dan tarif yang berlaku tetap sama,” ujar Karina, Jumat (25/9/2026).
Dikatakan, jumlah perjalanan KA Bandara YIA tidak mengalami perubahan pasca-pengalihan operasional. Setiap hari, KAI Commuter tetap mengoperasikan sebanyak 50 perjalanan KA Bandara YIA yang terbagi menjadi KA Bandara Reguler dan KA Bandara Ekspres.
“KA Bandara Reguler ada sejumlah 24 perjalanan per hari. Kemudian, untuk KA Bandara Ekspres sejumlah 26 perjalanan per hari. Secara waktu tempuh juga masih sama, untuk KA Bandara Reguler ditempuh selama 38 menit perjalanan dan melayani naik turun penumpang dari Stasiun Tugu Yogyakarta, Stasiun Wates, dan Stasiun Bandara YIA. Sedangkan, KA Bandara Ekspres waktu tempuh 35 menit, melayani naik turun penumpang di Stasiun Yogyakarta dan Stasiun Bandara YIA,” jelasnya.
Seiring dengan bergantinya pengelola operasional, terdapat penyesuaian pada saluran pembelian tiket KA Bandara YIA. Mulai 17 September, masyarakat dapat membeli tiket KA Bandara YIA secara mudah melalui aplikasi resmi KAI Commuter, yaitu C-Access.
“Pengguna dapat lebih mudah untuk mengatur integrasi layanan pembelian tiketnya karena melalui aplikasi C-Access ini juga sudah bisa melayani pembelian tiket untuk layanan Commuter Line lainnya selain KA Bandara,” urainya.
Selain melalui aplikasi C-Access, tiket KA Bandara YIA juga tetap dapat dipesan melalui kanal vending machine di stasiun, aplikasi Access by KAI, serta situs web resmi pembelian tiket KA Bandara yang kini telah dikelola penuh oleh KAI Commuter. “Untuk tarif juga masih sama, untuk KA Bandara Reguler masih sebesar Rp10.000 untuk perjalanan dari Yogyakarta menuju Wates, kemudian Rp20.000 untuk Yogyakarta sampai dengan Stasiun Bandara YIA. Sedangkan untuk KA Ekspres, tarifnya kisaran Rp50.000 sampai Rp80.000,” papar dia.
Karina mengungkapkan, catatan volume pengguna moda transportasi KA Bandara menyimpan potensi yang sangat besar. Data operasional mencatat, selama dikelola oleh KAI Bandara hingga 16 September 2026, akumulasi pengguna Commuter Line Bandara YIA telah menembus angka 800.976 orang.
“Tingkat mobilitas masyarakat yang memanfaatkan layanan ini terbilang tinggi, di mana rata-rata pengguna harian pada hari kerja (weekdays) berada di angka 6.600 orang per hari. Sementara itu, pada akhir pekan (weekend), volume pengguna mengalami kenaikan hingga mencapai rata-rata 8.000 orang per hari,” paparnya.
Meski begitu, KAI Commuter terus mempersiapkan berbagai peningkatan kualitas layanan. Agar proses optimalisasi integrasi moda transportasi itu berjalan maksimal dan memberikan kenyamanan penuh bagi para pengguna jasa. (Dewi Rukmini)






![Penumpang memasuki kereta api dari stasiun Yogyakarta. [Dok. PT KAI]](https://populi.id/wp-content/uploads/2025/03/pt-KAI-120x86.png)

![Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/02/smp-negeri-4-pakem-120x86.png)



