YOGYAKARTA, POPULI.ID – Momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) dimanfaatkan pelaku jasa pariwisata di kawasan Malioboro, Yogyakarta, untuk meraup keuntungan.
Hingga akhir pekan terakhir 2025, kawasan ikonik tersebut masih dipadati wisatawan dari berbagai daerah.
Selain menikmati suasana Malioboro, wisatawan terlihat memanfaatkan jasa foto dengan busana tradisional yang kian diminati saat musim liburan.
Irma, wisatawan asal Bogor, Jawa Barat, mengaku tertarik menyewa jasa foto keluarga saat berkunjung ke Malioboro. Bersama suami, anak, dan ibunya, ia mengabadikan momen liburan dengan mengenakan pakaian adat Jawa.
“Kami liburan keluarga, kebetulan lihat banyak yang foto pakai baju tradisional, jadi tertarik juga buat kenang-kenangan,” ujarnya.
Menurut Irma, biaya jasa foto yang ditawarkan masih terjangkau. Untuk satu paket foto berisi enam orang, ia dikenai tarif Rp395 ribu, termasuk penyewaan kostum.
“Sudah satu paket dengan busana, menurut saya harganya masih masuk akal,” katanya.
Ia menilai kepadatan wisatawan pada libur akhir tahun kali ini lebih tinggi dibandingkan libur Lebaran sebelumnya. Kondisi tersebut turut berdampak pada ramainya aktivitas ekonomi di Malioboro.
“Libur akhir tahun ditambah anak-anak libur sekolah, jadi ramai sekali,” ucapnya.
Hal serupa dirasakan Dewi, wisatawan asal Bandung, yang berkunjung ke Yogyakarta bersama keluarga.
Ia mengatakan Malioboro menjadi salah satu tujuan utama karena mudah diakses dan banyak pilihan kuliner hingga hiburan.
“Kalau libur kerja atau akhir pekan biasanya memang ramai. Banyak makanan dan suasananya khas,” ujarnya.
Selain Malioboro, Dewi dan keluarga juga berencana mengunjungi Lava Tour Merapi.
Mereka dijadwalkan berada di Yogyakarta selama dua hari dan memilih menggunakan kendaraan pribadi untuk menunjang mobilitas.
“Bawa mobil sendiri supaya lebih fleksibel ke mana-mana,” katanya. (populi.id/Hadid Pangestu)


![Pasar Kranggan. [populi.id/Gregorius Bramantyo]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/01/1767693177149-120x86.jpg)









