• Tentang Kami
Sunday, January 11, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home News Global

Thailand dan Kamboja Capai Kesepakatan Gencatan Senjata, Menlu China: Kami Lega

tercapainya gencatan senjata antara Kamboja dan Thailand pada Sabtu (27/12/2025), mengakhiri bentrokan bersenjata yang memaksa hampir satu juta warga sipil mengungsi

byredaksi
December 29, 2025
in Global
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Menteri Luar Negeri China bertemu dengan Menteri Luar Negeri Kamboja di di Yuxi, Provinsi Yunnan

Menteri Luar Negeri China bertemu dengan Menteri Luar Negeri Kamboja di di Yuxi, Provinsi Yunnan. [Dok Kementerian Luar Negeri China]

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

CHINA, POPULI.ID – Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyampaikan kelegaannya karena Kamboja dan Thailand telah mencapai gencatan senjata pasca konflik di perbatasan selama 20 hari.

“Berkat upaya berbagai pihak, militer Thailand dan Kamboja telah mencapai kesepakatan gencatan senjata dan mengambil langkah pertama menuju perdamaian. China merasa lega atas hal ini,” kata Wang Yi saat bertemu dengan Menteri Luar Negeri Thailand Sihasak Phuangketkeow di Yuxi, Provinsi Yunnan pada Minggu (28/12/2025) sebagaimana diwartakan dalam laman Kementerian Luar Negeri China, Senin (29/12/2025).

BERITA MENARIK LAINNYA

Hizbullah Lobi Lebanon Lakukan Perlawanan Ketimbang Negosiasi dengan Israel

Ribuan Anak di Gaza Masih Kelaparan, Jalur Logistik Urung Lancar Pascagencatan Senjata

Pertemuan Wang Yi dengan Sihasak Phuangketkeow tersebut dilakukan terpisah dengan pertemuan antara Wang Yi dan Wakil Perdana Menteri merangkap Menteri Luar Negeri Kamboja Prak Sokhonn yang dilakukan di tempat dan hari yang sama.

Pertemuan tersebut dilakukan setelah tercapainya gencatan senjata antara Kamboja dan Thailand pada Sabtu (27/12/2025), mengakhiri bentrokan bersenjata yang memaksa hampir satu juta warga sipil mengungsi dari kawasan perbatasan yang disengketakan.

“Setelah suara tembakan berhenti, diplomasi seharusnya tampil ke depan. Pemulihan perdamaian adalah harapan rakyat dan juga harapan semua pihak,” tambah Wang Yi.

Wang Yi menyebut upaya China untuk mendorong dialog dan rekonsiliasi tidak pernah memaksakan kehendak ataupun mengambil alih peran pihak lain, melainkan bertujuan menyediakan wadah dialog yang leluasa agar para pihak terkait dapat memperdalam komunikasi dan menyelesaikan perbedaan melalui dialog.

“China yakin bahwa selama Thailand dan Kamboja berkomunikasi secara setara dan melangkah maju bersama, tidak akan ada rintangan yang tak teratasi,” ungkap Wang Yi.

China, kata Wang Yi, akan terus berupaya membantu kedua negara membangun kembali perdamaian, mendukung ASEAN memainkan peran yang semestinya, bersedia membantu misi pengamat ASEAN dalam memantau gencatan senjata, serta siap memberikan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Thailand dan Kamboja yang memerlukannya.

Wang Yi juga menegaskan bahwa China sangat menaruh perhatian atas ketegangan di perbatasan Thailand–Kamboja dan merasa sangat prihatin atas jatuhnya korban sipil serta pengungsian masyarakat akibat konflik tersebut.

“Sebagai tetangga yang bersahabat, China paling tidak ingin melihat konflik bersenjata antara Thailand dan Kamboja, dan paling berharap kedua negara dapat kembali berdamai,” tambah Wang Yi.

Terkait hubungan bilateral China-Thailand, Wang Yi menyampaikan bahwa saling percaya dan saling mendukung merupakan ciri penting hubungan China–Thailand.

“Baru-baru ini Thailand kembali menegaskan komitmen teguhnya pada prinsip ‘satu China’ serta menentang ‘Kemerdekaan Taiwan’, yang mencerminkan dukungan kuat Thailand terhadap upaya China dalam menjaga kedaulatan nasional dan keutuhan wilayahnya, kami menyampaikan apresiasi atas hal tersebut,” tambah Wang Yi.

Sedangkan Menlu Sihasa menyatakan bahwa hubungan Thailand–China telah terjalin sejak lama, dan dalam beberapa tahun terakhir kemitraan strategis komprehensif kedua negara semakin erat.

“Kami sangat mengapresiasi upaya positif China yang, dengan cara Asia, turut menengahi konflik Thailand–Kamboja. Perjanjian gencatan senjata yang baru saja ditandatangani Thailand dan Kamboja merupakan suatu awal yang baru,” kata Sihasa.

Menurutnya, menempuh jalan kekerasan bukanlah pilihan Thailand dalam berhubungan dengan negara tetangga.

“Thailand berkomitmen mewujudkan gencatan senjata yang berkelanjutan dan mencari perdamaian abadi. Thailand bersedia menatap ke depan dan melangkah maju, memperkuat komunikasi dengan Kamboja melalui jalur bilateral, menjalin kembali interaksi secara bertahap, membangun kembali rasa saling percaya, memperbaiki hubungan bilateral, serta bersama-sama menjaga perdamaian dan ketenteraman di perbatasan dan kawasan,” tambah Sihasa.

Dalam perjanjian genjatan senjata, Kamboja dan Thailand sepakat untuk segera menghentikan seluruh aksi permusuhan dengan menggunakan jenis senjata apa pun serta berkomitmen menghindari tembakan tanpa provokasi, pergerakan pasukan, maupun manuver menuju posisi lawan.

Kedua negara juga sepakat mempertahankan jumlah pasukan yang ada dan tidak mengirimkan bala bantuan tambahan ke wilayah perbatasan guna mencegah eskalasi lebih lanjut.

Sebagai bagian dari kesepakatan, Thailand menyatakan akan memulangkan 18 tentara Kamboja yang ditahan sejak Juli, setelah gencatan senjata berjalan penuh selama 72 jam tanpa pelanggaran.

Pada Minggu (28/12), baik Kamboja maupun Thailand melaporkan perbatasan kedua negara tetap tenang meskipun masih terpantau adanya pergerakan terbatas di sejumlah titik.

Sekitar 99 orang dilaporkan tewas selama 20 hari bentrokan sejak konflik kembali pecah pada 8 Desember 2025, sehari setelah insiden perbatasan yang melukai dua tentara Thailand.

Otoritas Thailand menyebutkan 26 prajurit dan satu warga sipil Thailand tewas dalam konflik tersebut, sementara 41 warga sipil lainnya meninggal akibat dampak tidak langsung dari pertempuran.

Kementerian Dalam Negeri Kamboja melaporkan sedikitnya 31 warga sipil Kamboja turut menjadi korban jiwa dalam bentrokan tersebut.

Thailand dan Kamboja memiliki sengketa perbatasan yang telah berlangsung lama dan kerap memicu kekerasan, termasuk bentrokan besar pada Juli 2025 lalu yang menewaskan sedikitnya 48 orang.

Tags: Chinagencatan senjataKambojaPrak SokhonnSihasak PhuangketkeowThailandWang Yi

Related Posts

Ilustrasi bendera Israel

Hizbullah Lobi Lebanon Lakukan Perlawanan Ketimbang Negosiasi dengan Israel

November 7, 2025
Ilustrasi anak-anak di wilayah Gaza yang membutuhkan banyak bantuan, baik logistik berupa makanan, air, pendidikan hingga layanan kesehatan

Ribuan Anak di Gaza Masih Kelaparan, Jalur Logistik Urung Lancar Pascagencatan Senjata

November 3, 2025
Trump Izinkan Bantuan ke Gaza Meski Ada 90 Hari Penangguhan

Sejak Diberlakukan Gencatan Senjata, 93 Orang Dilaporkan Tewas di Wilayah Gaza

October 28, 2025
Aksi unjuk rasa di London, Inggris terkait aksi genosida terhadap Palestina yang dilakukan oleh Zionis Israel

Tiga Kelompok Negara E3 Nyatakan Siap Fasilitasi Proses Lanjutan Penyelesaian Konflik di Gaza

October 11, 2025
peta wilayah perbatasan Kamboja dengan Thailand yang memicu konflik regional

Soroti Konflik Kamboja-Thailand, Pakar Studi ASEAN: Indonesia Dituntut Peran Aktifnya

July 28, 2025
konflik Iran-Israel

Krisis Iran Makin Panas setelah Serangan AS : China, Rusia, dan Korea Utara Siap Bergerak?

June 23, 2025
Next Post
Kegiatan normalisasi Sungai Aek Doras menjadi prioritas dalam penanganan darurat banjir di Kota Sibolga untuk mengembalikan kondisi lingkungan secara bertahap, Kamis (18/12/2025). (BNPB)

Pustral UGM Dorong Penguatan Logistik Wilayah Terdampak Bencana di Sumatra

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.