• Tentang Kami
Saturday, April 11, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Mulai 1 Januari 2026, Depo Sampah di Kota Yogyakarta Dilarang Terima Sampah Organik

kelurahan tidak menjadi tempat pengumpulan sampah organik basah. Melainkan hanya sebagai titik pengumpulan sampah organik kering.

Gregorius BramantyobyredaksiandGregorius Bramantyo
December 30, 2025
in headline, Kota Yogyakarta
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo. [populi.id/Gregorius Bramantyo]

0
SHARES
14
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID — Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta akan memberlakukan larangan pengiriman sampah organik ke seluruh depo sampah mulai 1 Januari 2026. Kebijakan ini diambil sebagai upaya untuk menekan volume sampah yang masuk ke depo. Mengingat limbah organik selama ini mendominasi komposisi sampah harian.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyebut kebijakan itu telah disertai dengan kesiapan sistem pengelolaan sampah organik di tingkat wilayah.

BERITA MENARIK LAINNYA

Dubes Inggris Kunjungi Yogyakarta, GKR Mangkubumi: Bahas Penataan Transportasi

Dubes Inggris Berkunjung ke Stasiun Yogyakarta, Pererat Hubungan Inggris dan Yogyakarta

“Kami menyiapkan dengan membantu masyarakat yang mau membuang sampah organik kering, misalnya daun-daun, itu bisa dibawa ke kelurahan setempat. Sudah ada meeting point-nya,” ujar Hasto, Selasa (30/12/2025).

Ia menjelaskan, sampah organik kering seperti daun hasil sapuan jalan akan dipilah oleh petugas penggerobak, kemudian dikumpulkan di kelurahan masing-masing. Selanjutnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta akan melakukan pengambilan secara rutin setiap hari.

“Nanti dari DLH akan keliling ke kelurahan tiap hari mengambil sampah organik kering,” jelasnya.

Sementara itu, pengelolaan sampah organik basah seperti sisa makanan dinilai sudah memiliki sistem tersendiri. Sampah jenis ini akan dikumpulkan menggunakan ember, dijemput oleh penggerobak, dan sebagian dimanfaatkan atau dijual untuk pakan ternak, maggot, dan kebutuhan lainnya.

“Organik basahnya sudah ada manajemennya. Saya tinggal menambah satu manajemen untuk organik kering. Titik temunya di kelurahan masing-masing, karena itu tidak bau,” kata Hasto.

Ia menegaskan bahwa kelurahan tidak menjadi tempat pengumpulan sampah organik basah. Melainkan hanya sebagai titik pengumpulan sampah organik kering.

“Sampah organik kering, bukan basah. Kalau basah itu pengumpulannya sudah tertutup. Organik kering diwadahi karung atau plastik, ditaruh di situ, nanti kita ambil,” tegasnya.

Kepala DLH Kota Yogyakarta, Rajwan Taufiq, mengatakan kebijakan pelarangan sampah organik ke depo merupakan bagian dari strategi pengurangan sampah dari hulu.

“Mulai 1 Januari 2026 semua depo tidak menerima sampah organik. Ini dalam rangka mereduksi sampah. Kami ingin organik itu selesai di wilayahnya masing-masing atau di level kelurahan,” ujarnya.

Menurut Rajwan, DLH telah mengoordinasikan skema pemilahan sampah sejak dari rumah tangga agar pengelolaan dapat dilakukan berdasarkan jenisnya. Berdasarkan data DLH, komposisi sampah yang masuk ke depo selama ini didominasi oleh sampah organik dengan porsi mencapai 50 hingga 60 persen.

“Dengan cara seperti ini, kami berharap sampah di depo bisa tereduksi hingga 50 persen. Sehingga depo tidak penuh lagi dan tidak terjadi penumpukan sampah seperti yang selama ini dikeluhkan masyarakat,” tandasnya.

Tags: Dinas Lingkungan Hiduphasto wardoyoRajwan TaufiqsampahYogyakarta

Related Posts

Dubes Inggris Kunjungi Yogyakarta, GKR Mangkubumi: Bahas Penataan Transportasi

Dubes Inggris Kunjungi Yogyakarta, GKR Mangkubumi: Bahas Penataan Transportasi

April 8, 2026
Dubes Inggris Berkunjung ke Stasiun Yogyakarta, Pererat Hubungan Inggris dan Yogyakarta

Dubes Inggris Berkunjung ke Stasiun Yogyakarta, Pererat Hubungan Inggris dan Yogyakarta

April 8, 2026
Kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan, Bantul saat beberapa waktu lalu ditinjau sejumlah anggota DPRD DIY

Pasca Libur Lebaran 2026, WALHI Nilai Pengelolaan Sampah Yogyakarta Belum Optimal

April 8, 2026
Suasana toko plastik di belakang Pasar Kranggan, Kota Yogyakarta, Selasa (7/4/2026). Sejumlah penjual mengeluhkan naiknya harga plastik hingga memengaruhi penjualan

Harga Plastik di Yogyakarta Melonjak 100 Persen, Pedagang: Penjualan Menurun

April 7, 2026
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Yogyakarta, Dedi Budiono, mengatakan kebijakan WFH akan diterapkan mulai Jumat pekan ini, Senin (6/4/2026).

Pemkot Yogyakarta Akan Terapkan Kebijakan WFH Mulai Jumat Pekan Ini

April 7, 2026
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Wali Kota Yogyakarta Reformasi Sektor Pendidikan, Targetkan PPDB SD Tampung 3.700 Siswa Baru

April 7, 2026
Next Post
Terdakwa pembakaran tenda Polda DIY Perdana Arie Veriasa saat berbicara dengan penasehat hukumnya sebelum persidangan di Pengadilan Negeri Sleman, Senin (22/12/2025).

Kapolda DIY Sebut Kasus Perdana Arie Tidak Terkait Unjuk Rasa

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.