• Tentang Kami
Friday, January 16, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Cak Islah Ungkap Peran Jokowi di Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji yang Jerat Gus Yaqut

Cak Islah sempat berdiskusi secara langsung dengan Gus Yaqut mengenai peran Jokowi terkait kasus dugaan korupsi kuota haji

byredaksi
January 16, 2026
in headline, Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Islah Bahrawi beberkan sejumlah informasi yang didapat langsung dari Gus Yaqut terkait kasus korupsi kuota haji. Di antaranya terkait peran Jokowi

Islah Bahrawi beberkan sejumlah informasi yang didapat langsung dari Gus Yaqut terkait kasus korupsi kuota haji. Di antaranya terkait peran Jokowi. [YouTube/Faizal Akbar Uncencored]

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

JAKARTA, POPULI.ID – Aktivis dan satu di antara tokoh Nahdlatul Ulama Islah Bahrawi mengungkap kasus dugaan korupsi kuota haji yang menjerat eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas berkait erat dengan Jokowi.

Tak cuma itu, mantan Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia tersebut juga menilai kasus yang menjerat Gus Yaqut tidak bisa secara implisit dilihat dari korupsi kuota haji semata.

BERITA MENARIK LAINNYA

Menkeu Purbaya Bakal Rumahkan Pegawai DJP yang Terlibat Korupsi

Gus Yahya Beri Respon Usai Gus Yaqut Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Kuota Haji

Lewat podcast bertajuk Faizal Akbar Uncencored, Cak Islah membeberkan sejumlah informasi yang didapat langsung ketika bertatap muka dengan Gus Yaqut.

Satu di antara yang didedahkan perihal alasan Gus Yaqut mangkir dari undangan Pansus Haji DPR.

Untuk diketahui, Pansus Haji resmi dibentuk pada Kamis (4/7/2024). Pansus tersebut dibentuk setelah timwas Haji yang diketuai Muhaimin Iskandar menemukan lima masalah krusial terkait penyelenggaraan haji 1445 hijriah atau 2024 lalu.

Pansus Haji DPR tercatat sudah dua kali memanggil Gus Yaqut untuk memberi penjelasan mengenai masalah yang terjadi dalam penyelenggaraan haji. Tapi dua kali pula Gus Yaqut mangkir.

Cak Islah mengungkapkan alasan utama Gus Yaqut mangkir karena Jokowi yang saat itu menjabat presiden.

“Pada saat bersamaan ada konferensi perdamaian di Prancis, Jokowi diundang tapi ia memberikan mandat kepada Prabowo selaku menteri pertahanan. Suatu ketika Yaqut datang ke Jokowi minta saran soal undangan dari pansus. Gus Yaqut mengungkapkan akan bicara blak-blakan bila diizinkan datang ke pansus,” ungkapnya sebagaimana dilansir dari channel YouTube Akbar Faizal Uncencored, Jumat (16/1/2026).

Sesaat kemudian, Jokowi mereposisi undangan dari Prabowo ke Gus Yaqut untuk datang ke Prancis.

“Ini perintah Jokowi, bisa dikonfirmasi langsung ke Gus Yaqut,” bebernya.

“Kenapa dilarang Gus Yaqut juga tak tahu,” imbuh Cak Islah.

Cak Islah melanjutkan, ketika itu pertimbangan Gus Yaqut adalah apabila harus datang ke pansus ia akan jadi musuh presiden.

Maka dari itu, Gus Yaqut memilih untuk mengikuti instruksi presiden mengikuti kegiatan di Eropa.

“Gus Yaqut mengaku kalau saya tidak datang ke pansus, musuh saya dua pansus dan presiden, tapi kalau datang saya bermusuhan dengan presiden. Maka saya pilih yang kedua mengikuti arahan presiden,” katanya.

“Gus Yaqut selama 24 hari di Eropa seperti layangan putus. Acara yang seharusnya 3 hari diperpanjang selama 24 hari untuk memantau situasi agar mereda sesuai arahan Jokowi. Yes, itu yang saya dengar dari Gus Yaqut,” ungkapnya.

Cak Islah lebih jauh memberikan analisisnya. Ia menilai kasus yang menjerat Gus Yaqut tak bisa dilihat secara kasat mata atau sesempit kasus dugaan korupsi kuota haji, tetapi ada unsur politik yang kuat.

“kriminalisasi ini sasaran tembaknya Gus Yaqut analisisnya karena dia ga bisa dikendalikan gengnya Jokowi di PBNU,” tukasnya.

Tak Panggil Jokowi

Berkait dengan kasus dugaan korupsi kuota haji, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan serangkaian pemeriksaan sejak pertengahan 2025 lalu.

Nama Gus Yaqut beserta stafsusnya yakni Cak Alex pada 8 Januari 2026 telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus itu.

Belakangan, KPK menegaskan tak akan memanggil mantan presiden ke-7, Jokowi.

Alasannya dugaan penyimpangan terkait kuota haji tersebut terjadi di tahap operasional.

“Jadi perbuatan melawan hukumnya ketika di tahap operasional yakni pada diskresinya, mengapa tambahan kuota haji sebanyak 20 ribu dilakukan diskresi di level kementerian agama,” jelas juru bicara KPK Budi Prasetyo, Senin (12/1/2026).

Tags: Faizal Akbar UncencoredGus YaqutIslah BahrawiJokowikorupsi kuota hajiKPKYaqut Cholil Qoumas

Related Posts

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa

Menkeu Purbaya Bakal Rumahkan Pegawai DJP yang Terlibat Korupsi

January 14, 2026
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya)

Gus Yahya Beri Respon Usai Gus Yaqut Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Kuota Haji

January 9, 2026
Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kuota haji

Gus Yaqut Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Kuota Haji

January 9, 2026
Politisi PDI Perjuangan Diah Rieke Pitaloka berpotensi dipanggil KPK terkait kasus dugaan korupsi Bupati Bekasi

Oneng Berpeluang Dipanggil KPK Terkait Kasus Bupati Bekasi, Guntur: Apa Kaitannya?

January 7, 2026
Ilustrasi gedung KPK

ICW dan Kontras Laporkan 43 Polisi ke KPK karena Diduga Terlibat Pemerasan

December 23, 2025
Ilustrasi korupsi. (dok. hol)

Selama Kurun 2010-2023 KPK Tangani 62 Kasus Korupsi Sektor Kesehatan

December 4, 2025
Next Post
Para penggawa PSIM Yogyakarta tengah melakoni latihan di Stadion Mandala Krida meski kompetisi tengah libur karena bertepatan dengan FIFA match day.

Tembus Enam Besar di Paruh Pertama Super League, PSIM Yogyakarta: Jadi Modal Hadapi Putaran Kedua

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.