YOGYAKARTA, POPULI.ID – Kelompok suporter PSIM Yogyakarta mendesak manajemen klub untuk meningkatkan aksesibilitas stadion, khususnya bagi penyandang disabilitas dan kalangan pelajar. Tuntutan tersebut disampaikan dalam forum audiensi Guyub Sedulur yang mempertemukan manajemen PSIM dengan perwakilan suporter pada Kamis (15/1/2026).
Aspirasi itu datang dari kelompok suporter PSIM, The Maident, yang menilai aspek kenyamanan penonton perlu menjadi perhatian serius seiring meningkatnya animo publik terhadap Laskar Mataram di BRI Super League 2025/26.
Ketua Umum The Maident, Rendy Agung Prasetya, menekankan pentingnya penyediaan fasilitas yang lebih inklusif. Ia mendorong adanya alokasi kursi dan tiket khusus yang ramah bagi penyandang disabilitas. Sekaligus kebijakan harga tiket yang lebih terjangkau bagi pelajar.
“Kami menyarankan manajemen menyediakan alokasi tiket dan kursi khusus yang ramah bagi penyandang disabilitas. Selain itu, kami juga mengusulkan adanya tiket kategori pelajar dengan harga yang lebih terjangkau dibanding tiket umum,” kata Rendy.
Menurut Rendy, langkah tersebut bukan sekadar soal fasilitas, tetapi juga bagian dari upaya membangun regenerasi suporter PSIM agar dukungan terhadap klub terus berkelanjutan.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) PSIM, Wendy Umar Seno Aji, menyatakan pihaknya terbuka terhadap aspirasi suporter. Ia menjelaskan bahwa fasilitas bagi penonton disabilitas sebenarnya telah disiapkan di stadion kandang PSIM.
“Saat di Stadion Mandala Krida (Liga 2), kami memfasilitasi teman-teman disabilitas di tribun utara. Untuk Stadion Sultan Agung, kami sebenarnya telah menyediakan area di tribun VIP Utara. Bisa berkoordinasi langsung dengan kami (panpel) untuk aksesnya,” jelas Wendy.
Sementara terkait wacana tiket pelajar, Wendy menilai usulan tersebut sejalan dengan program pembinaan suporter muda yang tengah dijalankan klub. Ia memastikan aspirasi tersebut akan dibahas lebih lanjut di internal manajemen.
“Usulan tiket pelajar ini sangat bagus karena senada dengan program PSIM Goes to School yang berkunjung ke SMP dan SMA di Yogyakarta. Aspirasi ini kami tampung dan akan segera kami bahas mekanismenya di internal manajemen,” ucapnya.












