JAKARTA, POPULI.ID – Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mulai merancang pondasi jangka panjang bagi Skuad Garuda dengan menyusun struktur tim kepelatihan. Usai diperkenalkan secara resmi di Jakarta pada Selasa (13/1/2026), Herdman menegaskan komitmennya untuk melibatkan tenaga pelatih dan staf teknis lokal dalam sistem kerja timnas.
Menurut Herdman, membangun tim nasional tidak cukup hanya dengan mengejar hasil di lapangan. Ia menilai penguatan sumber daya manusia menjadi aspek penting agar sepak bola Indonesia memiliki daya saing yang berkelanjutan.
Karena itu, ia berencana membentuk ekosistem kepelatihan yang tidak hanya diisi asisten pelatih, tetapi juga analis pertandingan, pelatih fisik, hingga ilmuwan olahraga dari dalam negeri.
Herdman menyebut proses penentuan asisten pelatih saat ini masih berjalan. Ia memperkirakan susunan staf kepelatihan akan mulai terbentuk dalam dua hingga tiga pekan ke depan. Meski belum mengungkapkan nama-nama yang dipertimbangkan, pelatih asal Inggris tersebut memastikan seleksi dilakukan secara cermat.
“Penunjukan asisten pelatih merupakan sebuah proses. Dalam dua atau tiga minggu ke depan kami akan membuat beberapa keputusan,” ujar Herdman.
Pengalaman menangani Timnas Kanada menjadi referensi utama dalam pendekatan Herdman. Ia menekankan pentingnya meninggalkan warisan, bukan hanya prestasi sesaat.
Melalui pelibatan staf lokal, Herdman berharap para pelatih dan tenaga pendukung Indonesia bisa mendapat pengalaman berharga yang berdampak pada kemajuan sepak bola nasional di masa depan.
“Warisan terpenting adalah sumber daya manusia. Orang-orang lokal harus dilibatkan agar mereka berkembang,” tegasnya.
Saat ini, Herdman baru didampingi satu asisten, yakni Cesar Meylan. PSSI menunjuk Meylan dengan fokus utama pada kebugaran, kekuatan, dan daya tahan fisik pemain. Herdman menilai peran tersebut krusial mengingat filosofi permainan yang akan diterapkannya menuntut intensitas tinggi dan tekanan agresif sepanjang pertandingan.
Menurut Herdman, strategi pressing dan tempo cepat hanya dapat dijalankan secara konsisten apabila kondisi fisik pemain berada pada level optimal. Karena itu, aspek kebugaran menjadi pondasi utama dalam rencana pengembangan tim.
“Latar belakang Meylan sebagai pelatih fisik juga cukup membantu. Filosofi sepak bola yang banyak menekankan permainan pressing dan high intensity butuh dukungan fisik dan stamina pemain yang memadai,” tuturnya.
Sementara itu, PSSI memberikan kewenangan penuh kepada Herdman untuk menentukan siapa saja pelatih lokal yang akan bergabung dalam staf kepelatihannya.
Anggota Exco PSSI sekaligus Ketua Badan Tim Nasional, Sumardji, menegaskan federasi tidak akan melakukan intervensi dalam proses tersebut. PSSI hanya akan memberikan sejumlah rekomendasi nama pelatih lokal untuk kemudian diseleksi langsung oleh Herdman melalui proses wawancara.
“Setelah itu baru nanti John yang interview, lalu dari beberapa nama itu nanti terserah John memilih siapa yang layak untuk mendampingi dia untuk menjadi asisten lokal,” jelas Sumardji.
Keberadaan pelatih lokal dinilai penting agar pengalaman masa lalu, ketika staf kepelatihan sepenuhnya diisi pelatih asing, tidak terulang. Sejumlah nama pelatih lokal pun mulai dikaitkan sebagai calon asisten Herdman, di antaranya Nova Arianto, Zulkifli Syukur, Kurniawan Dwi Yulianto, Ricardo Salampessy, hingga Budi Sudarsono.



![Timnas Indonesia. [Instagram/Timnas Indonesia]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/01/timnas-indonesia-2-120x86.png)







