• Tentang Kami
Wednesday, March 11, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Sleman

Saksi Ahli Sebut Tindakan Terdakwa Pembakaran Tenda di Mapolda DIY Terpengaruh Situasi

penasihat hukum terdakwa Perdana Arie Veriasa, Atqa Darmawan Aji, menanyakan kondisi psikologis seseorang saat berada dalam kerumunan massa.

byredaksi
January 27, 2026
in Sleman
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Sidang pembakaran tenda Mapolda DIY, Kamis (22/1/2026).

Sidang pembakaran tenda Mapolda DIY, Kamis (22/1/2026). [populi.id/Hadid Pangestu]

0
SHARES
30
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

SLEMAN, POPULI.ID – Saksi fakta dan sejumlah saksi ahli dihadirkan dalam persidangan perkara pembakaran tenda polisi di Mapolda DIY dengan terdakwa Perdana Arie Veriasa, yang digelar di Pengadilan Negeri Sleman, Kamis (22/1/2026).

Satu di antara saksi ahli yang dihadirkan adalah ahli psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta Dewi Handayani.

BERITA MENARIK LAINNYA

Aksi Massa di Depan Mapolda DIY, Gerbang Rusak hingga Molotov Menyala

Divonis 5 Bulan 3 Hari, Perdana Arie Veriasa Langsung Bebas

Ia memberikan keterangan terkait analisis perilaku terdakwa dalam konteks aksi massa, khususnya terkait peristiwa pembakaran pada demonstrasi besar di Mapolda DIY akhir Agustus 2025 lalu.

Dalam persidangan yang dipimpin oleh Hakim Ketua Ari Prabawa, penasihat hukum terdakwa, Atqa Darmawan Aji, menanyakan kondisi psikologis seseorang saat berada dalam kerumunan massa.

“Saat aksi demonstrasi, apakah perilaku individu berada dalam alam bawah sadar tanpa dikendalikan pikirannya sendiri, atau bagaimana?” tanya Atqa di persidangan.

Menjawab pertanyaan tersebut, Dewi menjelaskan bahwa perilaku individu dalam situasi kerumunan massa sangat dipengaruhi oleh dinamika kelompok dan kondisi psikologis sosial.

Menurutnya, dalam situasi massa, identitas pribadi seseorang dapat melebur ke dalam identitas kelompok. Hal ini menyebabkan individu cenderung mengadopsi sikap, keyakinan, serta perilaku yang berkembang dalam kelompok tersebut.

“Dalam psikologi sosial dikenal istilah deindividuation, yaitu kondisi ketika seseorang kehilangan identitas pribadinya saat berada dalam kerumunan. Dalam situasi chaos, individu bisa merasa terlindungi oleh massa sehingga rasa tanggung jawab pribadi menurun,” jelas Dewi.

Ia menambahkan, kondisi tersebut membuat seseorang merasa aman untuk melakukan tindakan impulsif atau menyimpang karena adanya perasaan bahwa tanggung jawab dibagi bersama kelompok.

“Ketika ada provokasi, seruan, atau pembiaran dalam situasi massa, itu bisa memperkuat keyakinan bahwa tindakan menyimpang menjadi hal yang dianggap wajar. Individu merasa aman karena berada dalam kelompok besar,” ujarnya.

Dewi juga mengaitkan fenomena tersebut dengan teori psikologi klasik, termasuk pandangan Sigmund Freud tentang pengaruh kelompok terhadap perilaku individu.

Lebih lanjut, Dewi menuturkan bahwa cara seseorang berpikir, merasa, bersikap, dan berperilaku sangat dipengaruhi oleh informasi yang diterima serta emosi yang muncul, seperti empati terhadap korban atau kemarahan terhadap situasi tertentu.

“Informasi yang diterima seseorang akan membentuk cara berpikir. Perasaan, seperti empati atau kemarahan, kemudian memengaruhi sikap. Dari sikap itulah muncul perilaku, misalnya ikut dalam aksi demonstrasi dan bertindak sesuai dengan dinamika massa,” terangnya.

Dalam kondisi tersebut, lanjut Dewi, kesadaran individu terhadap tanggung jawab pribadi dapat berkurang karena merasa identitas sosial kelompok mendukung tindakannya.

“Individu merasa apa yang dilakukan menjadi ‘tidak masalah’ karena didukung oleh situasi massa. Inilah yang membuat batas antara benar dan salah bisa menjadi kabur dalam kondisi kerumunan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Jaksa Penuntut Umum, Bambang Prasetiyo menanyakan, bagaimana jika di dalam kondisi seseorang yang mengawali pembakaran dan membuat pembakaran yang dilakukan oleh orang lain.

Dewi menjawab jika dalam kondisi pengendalian massa yang dilakukan oleh aparat polisi, disebutnya juga akan ada sikap berbeda dari para pelaku aksi. Dalam dunia psikologi ia menyebut reward and punishment (hadiah dan hukuman).

“kalau saat percobaan pertama membakar polisi menodongkan senjata di kepalanya maka dia akan berhenti, kalau ada reward and punishment situasinya mungkin berbeda,” katanya. (populi.id/Hadid Pangestu)

Tags: ahli psikologiAtqa Darmawan AjiDewi HandayaniMapolda DIYpembakaran tendaPerdana ArieUniversitas Proklamasi 45 Yogyakarta

Related Posts

Aksi Massa di Depan Mapolda DIY, Gerbang Rusak hingga Molotov Menyala

Aksi Massa di Depan Mapolda DIY, Gerbang Rusak hingga Molotov Menyala

February 24, 2026
Terdakwa kasus pembakaran tenda polisi di Mapolda DIY saat mempelihatkan poster di ruang persidangan menagih janji ketua Majelis Hakim Ari Prabawa sebelum mengikuti sidang vonis, Senin (23/2/2026).

Divonis 5 Bulan 3 Hari, Perdana Arie Veriasa Langsung Bebas

February 23, 2026
Sidang replik perkara pembakaran tenda polisi di Mapolda DIY, Kamis (19/2/2026).

Replik Singkat, Jaksa Tetap Tuntut 1 Tahun Penjara Terdakwa Pembakar Tenda Mapolda DIY

February 19, 2026
terdakwa pembakaran tenda Mapolda DIY Perdama Arie Veriasa saat mengikuti persodangan di Pengadilan Negeri Sleman, Rabu (18/6/2026). [populi.id/Hadid Pangestu]

Bacakan Pledoi, Perdana Arie: Masa Depan Saya di Ujung Palu Hakim

February 19, 2026
Perdana Arie, terdakwa kasus pembakaran tenda Mapolda DIY saat batal mengikuti persidangan dalam agenda pembacaan tuntutan, Selasa (3/2/2026).

Sidang Perdana Arie Ditunda Sepekan, Penasihat Hukum Kecewa Ketidaksiapan Jaksa

February 3, 2026
Penasihat hukum terdakwa pembakar tenda polisi Mapolda DIY, Perdana Arie saat diwawancarai oleh wartawan, Selasa (20/1/2026).

Hadirkan 2 Saksi Fakta, Penasihat Hukum: Pembakaran Tenda Mapolda DIY Bukan Dilakukan Pelaku Tunggal

January 20, 2026
Next Post
Potret kawasan kumuh dan padat penduduk di wilayah bantaran Sungai Code, Kamis (22/1/2026). Pemkot Yogyakarta berencana melakukan penataan menyeluruh di kawasan tersebut agar lebih baik dan sehat

Penataan Kawasan Bantaran Sungai Code Berlanjut, Warga Terdampak Pembangunan Disubsidi Rp500 Ribu

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.