YOGYAKARTA, POPULI.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mulai membongkar bekas bangunan lapak penjahit permak jeans di sepanjang Jalan Dr Sardjito, Kelurahan Terban, Kemantren Gondokusuman, Kota Yogyakarta, pada Sabtu (24/1/2026).
Pantauan di lokasi, pembongkaran dilakukan secara manual oleh para pekerja. Proses pembongkaran tersebut diawasi langsung oleh personel Satpol PP Kota Yogyakarta dan petugas Pusat Keamanan, Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (P4KL) Universitas Gajah Mada (UGM). Sebab, lokasi lapak yang dibongkar berada di kawasan kompleks UGM.
“Pembongkaran bekas lapak penjahit permak jeans dimulai hari ini (24/1/2026) sejak pukul 08.00 WIB. Tapi kami dari Satpol PP cuma back up (mengawasi) kelancaran pembongkaran dan arus lalu lintas,” ucap Komandan Regu Pasukan Ketertiban Umum (Pastibum) Satpol PP Kota Yogyakarta, Mursali, di lokasi pada Sabtu (24/1/2026).
Dia menuturkan, proses pembongkaran jejeran bangunan bekas lapak di pinggir Jalan Sardjito itu dilakukan oleh pihak ketiga. Lantaran, barang-barang yang ada di lokasi tersebut sudah dilelang. Sehingga kegiatan pembongkaran dan pembersihan barang-barang bekas bangunan kios jahit permak jeans dilaksanakan pihak pelelang.
“Paling banyak barang-barang seperti kayu dan seng-seng. Barang-barangnya sudah dilelang, tinggal dibongkar dan dibawa sendiri pelelangnya,” katanya.
Setelah dibongkar dan dibersihkan, lokasi tersebut akan dikembalikan ke fungsi awal trotoar untuk pejalan kaki. Kendati demikian, proses pelebaran atau penataan lokasi tergantung keputusan Pemkot Yogyakarta.
Seorang warga sekitar, Heru (64), mengaku sangat mendukung pembongkaran bekas kios permak jeans di sepanjang Jalan Sardjito. Meski mengaku punya kenangan sering nongkrong di lokasi, namun warga Kampung Blimbingsari itu tetap mendukung upaya pemerintah yang merelokasi penjahit permak jeans ke Pasar Terban.
“Kalau saya senang sekali, karena nanti bisa melihat pemandangan bagus ketika lokasi itu akan dijadikan taman untuk pejalan kaki. Saya mendukung relokasi,” ucap dia.
Sebelumnya, Lurah Terban, Sigit Kusuma Atmaja, mengatakan setelah para penjahit permak jeans Jalan Sardjito direlokasi ke Pasar Terban. Maka lahan bekas bangunan itu bakal dikembalikan ke fungsi awal sebagai jalur pejalan kaki (trotoar).
“Pada dasarnya trotoar itu kan untuk pejalan kaki. Jadi kami ingin mengembalikan fungsi awal supaya pejalan kaki mendapatkan haknya. Harapannya nanti setelah bersih, arus lalu lintas juga bisa longgar. Selain itu, masyarakat bisa melihat kondisi di sana lebih bersih, rapi, dan enak dipandang,” tandasnya. (populi.id/Dewi Rukmini)












