• Tentang Kami
Friday, July 31, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Eksodus Pemain Diaspora ke Super League: Peningkatan Kualitas Liga atau Penurunan Performa Pemain?

Di musim ini tercatat sejumlah pemain naturalisasi secara bergelombang hijrah ke liga domestik yakni ke Super League. Apakah ini bagus?

Gregorius BramantyobyredaksiandGregorius Bramantyo
January 27, 2026
in headline, Liga, Sports
Reading Time: 2 mins read
A A
0
kolase foto pemain diaspora Dion Markx dan Shayne Pattynama yang kini merumput di Super League

kolase foto pemain diaspora Dion Markx dan Shayne Pattynama yang kini merumput di Super League. [Instagram Dion Markx dan Shayne Pattynama]

0
SHARES
22
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

JAKARTA, POPULI.ID – Kompetisi sepakbola kasta tertinggi Indonesia, BRI Super League musim 2025/2026, tengah menjadi sorotan seiring dengan gelombang kedatangan pemain diaspora dan naturalisasi. Sejumlah pemain naturalisasi yang selama ini merumput di Eropa, kini satu per satu mulai menghiasi skuat klub-klub besar di Tanah Air.

Hingga paruh musim ini, tercatat sudah ada sejumlah pemain diaspora yang resmi bergabung, beberapa di antaranya adlaah Jens Raven (Bali United), Rafael Struick (Dewa United), serta duet Jordi Amat dan Shayne Pattynama (Persija Jakarta).

BERITA MENARIK LAINNYA

Timnas Indonesia Hadapi Timor Leste di Piala AFF, Pengamat: Gladi Resik Menuju Vietnam

Jelang Indonesia vs Timor Leste di Piala AFF, Skuad Garuda Punya Modal Bagus

Persib Bandung bahkan menjadi klub dengan pemain diaspora terbanyak setelah mendatangkan Eliano Reijnders, Thom Haye, Dion Markx.

Di luar itu, Maung Bandung juga resmi menggaet mantan pemain klub raksasa Prancis, PSG, Layvin Kurzawa.

Hak Asasi Pemain dan Momentum Perbaikan Liga

Menyikapi eksodus pemain diaspora yang memperkuat sejumlah klub Tanah Air, Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, menegaskan bahwa federasi tidak memiliki kewenangan untuk melarang para pemain tersebut berkarier di Indonesia. Menurutnya, kepindahan ini murni pilihan pribadi para pemain.

“Ini pilihan mereka. Kami tidak bisa tahan mereka. Kami tidak menggaji mereka. Mungkin beda kalau kami gaji mereka, pasti bisa diarahkan,” ujar Arya.

Arya juga menambahkan bahwa fenomena ini merupakan indikasi bahwa kualitas liga domestik mulai dilirik. Ia menolak anggapan bahwa bermain di Indonesia adalah sebuah kemunduran karier.

“Ini soal pilihan mereka dan hak asasi mereka juga, kami tidak bisa tahan. Mungkin karena banyak pemain naturalisasi datang, kualitas liganya naik sehingga membuat pemain-pemain naturalisasi mau datang,” ungkapnya.

PSSI melihat momen ini sebagai peluang bagi operator liga untuk terus berbenah agar iklim kompetisi semakin membaik seiring hadirnya pemain-pemain kelas dunia.

Ancaman Penurunan Performa

Meskipun membawa dampak komersial bagi liga, para pengamat sepak bola memberikan peringatan keras. Pengamat sepakbola, Kesit Budi Handoyo atau yang akrab disapa Bung Kesit, menyatakan kekhawatirannya bahwa iklim kompetisi Indonesia yang belum setara dengan Eropa dapat menurunkan level kemampuan para pemain diaspora.

“Harapannya semoga mereka tetap bisa bermain di klub-klub Eropa, agar kualitas mereka bisa meningkat. Jujur saja kalau mereka tidak mendapat tempat di klub Liga Eropa, dikhawatirkan bakal memunculkan persepsi kemampuan mereka bakal menurun,” tegas Bung Kesit beberapa waktu lalu.

Pasalnya, para pemain keturunan dan diaspora tersebut sejak awal diproyeksikan untuk tetap melanjutkan karier di Eropa meski menjalani proses naturalisasi. Langkah ini sejalan dengan visi dan misi Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, yang mendorong terjadinya alih pengetahuan dan pengalaman antara pemain diaspora yang berkiprah di benua biru dengan pemain lokal.

Sebagai solusi alternatif bagi pemain yang sulit bersaing di Eropa, Bung Kesit menyarankan agar mereka melirik liga di Asia Timur seperti Jepang atau Korea Selatan daripada langsung kembali ke Indonesia.

Langkah ini telah dicontohkan oleh Sandy Walsh yang memilih bergabung dengan klub Jepang, Yokohama F. Marinos, setelah masa kontraknya di Belgia berakhir.

Senada dengan hal tersebut, pengamat lainnya, Akmal Marhali, menekankan bahwa hal terpenting bagi seorang pesepakbola adalah mendapatkan menit bermain untuk menjaga atmosfer kompetisi.

“Sebagai seorang pemain yang dapat menit bermain yang lebih tinggi karena arena dengan makin banyak menit bermain ada kesempatan mereka bisa menjaga performa mereka,” tutur Akmal.

Namun, ia tetap memberikan catatan bahwa liga domestik seharusnya tidak menjadi prioritas utama.

“Mau main di Liga 1 itu bisa jadi adalah pilihan terakhir,” tandas pendiri Save Our Soccer tersebut.

Fenomena ini pada akhirnya meninggalkan tanda tanya besar: apakah kehadiran para pemain yang pernah merumput di Eropa ini akan benar-benar mengangkat standar sepakbola Indonesia, ataukah justru menjadi tempat “pensiun dini” bagi para talenta diaspora yang seharusnya masih bisa bersinar di kancah internasional?

Tags: Akmal MarhaliArya SinulinggaKesit Budi Handoyonaturalisasipemain diasporaSandy WalshShayne PattynamaSuper LeagueThom HayeTimnas Indonesia

Related Posts

Susunan pemain Timnas Indonesia saat melawan Kamboja di laga Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (27/7/2026).

Timnas Indonesia Hadapi Timor Leste di Piala AFF, Pengamat: Gladi Resik Menuju Vietnam

July 30, 2026
Para pemain Timnas Indonesia merayakan kemenangan atas Kamboja di laga Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansar, Bogor, Senin (27/7/2026).

Jelang Indonesia vs Timor Leste di Piala AFF, Skuad Garuda Punya Modal Bagus

July 29, 2026
Pemain Timnas Indonesia, Mitchell Baker, melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Kamboja di Pala AFF 2026 yang berlangsung di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (27/7/2026).

5 Catatan Menarik Timnas Indonesia Gilas Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026

July 28, 2026
Tangkapan layar pelatih Timnas Indonesia John Herdman memantau laga skuad Garuda kontra Kamboja di tribun Stadion Pakansari Bogor, Senin (27/7/2026) malam

Tiru Luis Enrique, Ini Alasaan John Herdman Pantau Timnas Indonesia dari Tribun saat Libas Kamboja

July 28, 2026
Timnas Indonesia tengah bersiap menghadapi FIFA Series 2026

Rekor Laga Pembuka Timnas Indonesia di Piala AFF: 10 Kemenangan Jadi Modal Hadapi Kamboja

July 24, 2026
Pemain Timnas Indonesia, Thom Haye, mengikuti pemusatan latihan di Bali United Training Center.

Resmi! Ini Daftar 26 Pemain Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026

July 24, 2026
Next Post
Penumpang memasuki kereta api dari stasiun Yogyakarta. [Dok. PT KAI]

Yogyakarta Digoyang Gempa, KAI Daop 6 Hentikan Belasan Perjalanan Kereta Api

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
SMP Negeri 5 Yogyakarta

7 SMP Negeri Terbaik di Kota Yogyakarta Berdasarkan Ranking TKA-TKAD 2026

May 6, 2026

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.