JAKARTA, POPULI.ID – Kehadiran John Herdman sebagai nakhoda baru Timnas Indonesia menggantikan Patrick Kluivert membawa angin segar sekaligus spekulasi panas terkait penguatan skuad melalui jalur naturalisasi.
Menjelang agenda besar FIFA Series dan Piala AFF 2026, sejumlah nama pemain diaspora mulai mencuat ke permukaan, mulai dari lini serang hingga pengatur ritme di lini tengah.
Dua nama yang paling santer diperbincangkan adalah Luke Vickery, penyerang muda yang kini berkarier di Liga Australia bersama McArthur FC. Vickery memiliki garis keturunan Medan.
Selain itu, gelandang berpengalaman, Jordy Wehrmann, juga santer dikaitkan. Keduanya diproyeksikan untuk mengisi celah paling krusial yang selama ini menjadi PR besar bagi Skuad Garuda.
Timnas Indonesia saat ini dihadapkan pada dua masalah pelik, yakni kemandulan lini depan dan ketergantungan pada sosok pengatur serangan.
Meski sudah memiliki Ole Romeny, produktivitas gol dinilai masih belum cukup tajam. Di sisi lain, lini tengah mulai terancam kehilangan kreativitas seiring bertambahnya usia sang motor serangan, Thom Haye.
Nah, tapi kira-kira melihat situasi Timnas Indonesia saat ini, kira-kira mana sih pemain naturalisasi yang paling darurat dibutuhkan, apakah penyerang ataukah pengatur permainan di lini tengah?
Pengamat sepakbola, Haris Pardede alias Bung Harpa, menyebut Luke Vickery bisa menjadi solusi instan di lini depan. Vickery dinilai memiliki profil yang lengkap untuk bersaing di level internasional.
“Ini pemain posisinya sebenarnya kayak Ole Romeny, aslinya forward right, tapi punya clinical yang bagus, umurnya masih muda, physical strength-nya oke,” ujar Bung Harpa.
Atas dasar itu, Bung Harpa memprediksi bahwa Luke Vickery sudah masuk dalam radar John Herdman.
“Ini mungkin atau hampir pasti masuk radarnya John Herdman. Bisa jadi juga salah satu dari 60 pemain yang dikontak sama dia,” kata Bung Harpa.
Meskipun nama Luke Vickery santer dibicarakan, laporan terbaru menyebutkan bahwa gelandang Madura United, Jordy Wehrmann, akan menjadi pemain pertama yang dinaturalisasi di bawah asuhan Herdman. Wehrmann telah mengonfirmasi bahwa proses perpindahan kewarganegaraannya tengah berlangsung.
“Iya, harusnya sudah berjalan (proses naturalisasinya menjadi WNI),” ungkap Wehrmann di channel YouTube Yussa Nugraha.
Di sisi lain, kebutuhan akan gelandang kreatif tak kalah mendesak. Pengamat sepakbola, Ronny Pangemanan atau yang kerap disapa Bung Ropan, menekankan bahwa Timnas Indonesia sangat butuh suksesor Thom Haye yang kini sudah menginjak usia 30 tahun.
Diskusi mengenai siapa yang layak memimpin lini tengah memicu perbandingan antara Thom Haye dan kandidat naturalisasi baru, Jordy Wehrmann, yang kini memperkuat Madura United.
Saat ini, Thom Haye adalah standar tertinggi playmaker Indonesia dengan visi bermain dan kemampuan membaca pertandingan yang sulit digantikan pemain lokal maupun naturalisasi lainnya yang mayoritas bertipe box-to-box seperti Ivar Jenner atau Nathan Tjoe-A-On.
Bung Ropan menegaskan betapa sulitnya mencari pemain dengan kualitas seperti Haye.
“Pemain yang bisa megang bola dengan baik, visi reading the game-nya bagus, itu hanya di Thom Haye. Yang bisa ngatur passing dengan baik. Kita enggak punya. Nah, PR bagi dia (Herdman) itu,” tukas Bung Ropan.
Menurutnya, untuk tahun 2026 dan 2027, John Herdman masih bisa mengandalkan Thom Haye dan Joey Pelupessy. Tapi keduanya tak bisa terus jadi andalan mengingat usia yang semakin tua.
“PR dia (Herdman) kan ke depan saja. Nah, ada satu masalah saya lihat yang dihadapi oleh John Herdman. Dia harus mencari pemain tengah yang baru dan ini penting buat dia,” kata Bung Ropan.
Sebagai opsi, nama Jordy Wehrmann muncul di radar pemantauan. Secara profil, Wehrmann menawarkan kematangan taktik khas sekolah Eropa.
Berbeda dengan Haye yang lebih berperan sebagai deep-lying playmaker murni, Wehrmann dikenal sebagai gelandang yang tenang, kuat dalam distribusi bola, dan memiliki pemahaman taktik yang sangat baik untuk menjaga kedalaman skuad.
Di musim ini, Wehrmann telah 18 kali diturunkan oleh Madura United di Super League dengan mengemas 3 gol dan 3 assists.
Sementara Haye mencatatkan 15 penampilan di Super League dan 4 kali bermain di ajang AFC Champions League Two bersama Persib Bandung. Dari 19 kali penampilannya di semua kompetisi, Haye menorehkan 1 gol dan 4 assists.
Kini, bola panas ada di tangan John Herdman. Apakah ia akan memprioritaskan Luke Vickery untuk mempertajam taring di kotak penalti lawan, atau segera meresmikan Jordy Wehrmann demi menjamin kreativitas lini tengah tetap mengalir saat era “Sang Profesor” Thom Haye berakhir?




![Timnas Indonesia. [Instagram/Timnas Indonesia]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/01/timnas-indonesia-2-120x86.png)







