YOGYAKARTA, POPULI.ID – PSIM Yogyakarta mulai melakukan pergerakan signifikan di bursa transfer putaran kedua BRI Super League 2025/2026. Laskar Mataram secara resmi melepas penyerang sayap mereka, Kasim Botan, demi memberikan ruang bagi rekrutan anyar yang diproyeksikan mengisi lini pertahanan.
Pelepasan Kasim Botan ke Semen Padang FC dilakukan melalui mekanisme transfer. Pemain berusia 28 tahun tersebut dilepas setelah hanya mencatatkan satu kali penampilan selama 8 menit dalam 18 pertandingan bersama PSIM.
Manajer tim PSIM, Razzi Taruna, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil untuk memberikan jam terbang bagi sang pemain sekaligus merampingkan skuad.
“Tim harus dikurangi untuk kemudian kami bisa merekrut satu pemain baru. Pemain baru ini posisinya bek tengah dan dia seorang pemain asing,” ujar Razzi.
Langkah ini dianggap sebagai jalan terbaik untuk efektivitas penguatan skuad Laskar Mataram di putaran kedua.
Krisis Lini Belakang dan Rumor Jop van der Avert
Kebutuhan akan bek asing baru menjadi prioritas mendesak bagi PSIM. Saat ini, barisan pertahanan mereka tengah rapuh akibat cederanya Yusaku Yamadera dan absennya Franco Ramos karena hukuman kartu merah. Situasi ini bahkan memaksa pelatih memasang pemain di luar posisi aslinya sebagai bek tengah saat kalah telak 0-3 dari Persebaya Surabaya.
Nama yang santer dikaitkan untuk mengisi posisi tersebut adalah Jop van der Avert, bek tengah asal Belanda yang merupakan jebolan akademi NAC Breda. Pemain berusia 25 tahun ini berstatus free agent setelah meninggalkan klub Liga 2 Korea Selatan, Cheongju FC, per 1 Januari 2026. Dengan tinggi 1,86 meter dan kemampuan kaki kiri yang dominan, Van der Avert dinilai sebagai profil yang tepat untuk memperkokoh tembok pertahanan PSIM.
Rumor ini pertama kali diangkat oleh akun Instagram @gosball pada Rabu (28/1/2026).
“Dengan kondisi bebas transfer, peluang PSIM buat amankan Van der Avert terbuka lebar. Apalagi, posisi bek tengah emang krusial buat perkuat lini belakang. Selain Van der Avert, masih ada dua nama lain yang dikaitkan dengan PSIM,” tulis mereka.
Tanggapan Jean-Paul van Gastel
Pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, memberikan respons yang berkembang terkait rumor ini. Meskipun sebelumnya sempat menyatakan puas dengan skuad yang ada, ia akhirnya mengakui bahwa manajemen sedang bekerja keras mencari solusi di lini belakang.
Van Gastel mengaku sudah mendengar rumor tersebut. Ia membenarkan bahwa pihaknya memang tengah mengincar seorang pemain belakang untuk menambah kedalaman skuad.
“Saya tahu (rumor) itu karena manajemen sedang bekerja keras. Semua orang sudah melihat apa yang terjadi di pertandingan terakhir. Kami kekurangan pemain, terutama di lini belakang,” ujar Van Gastel.
Terkait peluang Jop van der Avert bergabung dengan PSIM, Van Gastel tidak mau berspekulasi terlalu jauh. Ia optimistis bisa mendaratkan sang pemain, tetapi keputusan akhir ada di tangan manajemen.
“Saya tidak tahu (persentase Van der Avert bergabung). Anda harus bicara dengan manajemen. Tapi jika saya mendorong sedikit lagi, mungkin akan jadi 99 persen. Tapi pada akhirnya ini tentang manajemen dan anggaran,” ungkap Van Gastel.
Meski demikian, Van Gastel menekankan bahwa fokus utama adalah memenuhi stok pemain bertahan yang terbatas, bukan hanya terpaku pada satu nama saja.
Saat ini, status transfer Van der Avert belum resmi diumumkan (done deal belum dikonfirmasi). Namun statusnya yang bebas transfer membuat peluang PSIM untuk mengamankan jasanya terbuka lebar.












