SLEMAN, POPULI.ID – Pertandingan PSS Sleman melawan Barito Putera pada Sabtu (31/1/2026) meninggalkan catatan kelam akibat insiden penyalahgunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) oleh oknum suporter.
Aksi yang dilakukan di tengah tribun penonton tersebut tidak hanya memicu kepanikan massal, tetapi juga mengekspos risiko kesehatan serius dan hambatan keselamatan bagi kelompok rentan, terutama penonton disabilitas.
Asap Tebal di Tengah Laga
Peristiwa ini terjadi di Stadion Maguwoharjo saat pertandingan memasuki masa perpanjangan waktu babak kedua. Oknum suporter di tribun barat sisi utara dengan sengaja menyalakan dan menyemprotkan isi tabung APAR hingga stadion dikepung asap tebal.
Jarak pandang di area tribun seketika menurun drastis hingga kurang dari dua meter, yang memaksa wasit menghentikan jalannya laga selama beberapa menit.
Kondisi tersebut diperparah karena saat itu baru saja terjadi hujan deras. Relawan dari Komunitas Sadar Belajar Indonesia yang sedang membantu penonton difabel mengenakan jas hujan dikejutkan oleh munculnya asap pekat yang langsung terbawa angin ke arah tribun prioritas.
Ancaman Kesehatan dan Risiko Zat Kimia
Penyalahgunaan APAR di ruang publik seperti yang terjadi di stadion Maguwoharjo sangat berbahaya karena kandungan kimianya. Sebagian besar APAR menggunakan media serbuk kering yang mengandung monoammonium fosfat, yang jika terhirup dapat menyebabkan iritasi pada hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Paparan gas ini mengakibatkan gejala langsung seperti mata perih, batuk, pusing, hingga sesak napas.
Dilansir dari laman Poison Control, alat pemadam kebakaran yang beredar saat ini adalah tabung bertekanan yang melepaskan berbagai macam media seperti serbuk, gas, dan air. Banyak menggunakan media bubuk halus atau bahan kimia kering multi purpose yang dapat digunakan untuk kebakaran.
Media alat pemadam kebakaran powder mengandung monoammonium fosfat. Menghirup monoammonium fosfat dapat menyebabkan iritasi ringan pada hidung, tenggorokan dan paru-paru.
“Menghirupnya juga akan menimbulkan gejala seperti sesak napas dan batuk, pusing juga sakit kepala bisa saja terjadi. Alat pemadam kebakaran yang sengaja disemprotkan kepada seseorang pada jarak dekat mengakibatkan efek pernapasan yang lebih serius seperti sesak napas, batuk, pusing, dan sakit kepala,” dikutip dari laman Poison Control.
Dampak Fatal bagi Penonton Disabilitas
Bagi penonton disabilitas, penyalahgunaan APAR bukan sekadar ketidaknyamanan, melainkan ancaman keselamatan jiwa. Komunitas Sadar Belajar yang bergerak di bidang pendampingan kelompok rentan dan difabel, mengungkapkan bahwa APAR tersebut dinyalakan hanya berjarak sekitar 10 meter dari tribun disabilitas, tepat di area ramp atau jalur miring.
“Kondisi saat itu baru saja terjadi hujan deras, Relawan masih membantu teman-teman difanel mengenakan jas hujan ketika asap APAR tiba-tiba muncul sangat tebal, dengan jarak panjang kurang dari 2 meter,” tulis komunitas melalui akun Instagram @sadar.belajar.
“Asap terbawa angin langsung ke arah tribun disabilitas dan menutup akses evakuasi, membuat penonton difabel dan pendamping tidak dapat berpindah tempat dan menunggu hingga asap mereda,” tambahnya.
Situasi tersebut sangat berbahaya karena:
* Hambatan Evakuasi: Ramp merupakan satu-satunya akses keluar-masuk bagi pengguna kursi roda. Ketika area ini tertutup asap tebal, akses evakuasi otomatis terputus, membuat mereka terjebak dalam situasi berbahaya.
* Kehilangan Informasi: Penonton difabel netra tidak memiliki informasi visual tentang apa yang terjadi dan terpapar asap tanpa peringatan dini, yang memicu kecemasan luar biasa.
* Lumpuhnya Pendamping: Para pendamping difabel turut mengalami iritasi mata dan sesak napas, sehingga kesulitan memberikan bantuan penyelamatan bagi difabel yang mereka dampingi.
Sanksi dan Tindak Lanjut Hukum
Akibat insiden ini, Komite Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi berat kepada PSS Sleman berupa larangan menyelenggarakan empat pertandingan kandang dengan penonton serta denda sebesar Rp 15 juta. Sanksi ini menjadi kerugian besar bagi klub, baik dari sisi atmosfer dukungan maupun pendapatan tiket.












