YOGYAKARTA, POPULI.ID – Menjelang Ramadan 2026, aktivitas jual beli bunga tabur di Pasar Kranggan, Kota Yogyakarta, DIY mulai menggeliat. Pantauan Populi.id, para pedagang bunga tabur di Pasar Kranggan tampak telaten melayani pembeli yang silih ganti berdatangan pada Minggu (8/2/2026).
Berbagai macam bunga tabur semisal mawar, melati, kenanga, dan kantil terlihat ditata dalam wadah tampah bambu. Sebagian besar bunga tabur itu juga dijajakan dalam keranjang ukuran kecil hingga besar.
Seorang pedagang, Irul (48), mengatakan penjualan bunga tabur saat ini mulai mengalami peningkatan hampir 50 persen dibanding hari biasa. Peningkatan tersebut dikatakan mulai terasa pekan ini karena banyak masyarakat yang melaksanakan tradisi nyadran atau ziarah ke makam leluhur jelang puasa ramadan.
“Iya ada peningkatan penjualan karena sudah masuk bulan Ruwah dan mau ramadan, jadi banyak yang nyekar (berziarah),” katanya, Minggu (8/2/2026).
Meski peningkatan pembelian hampir mencapai 50 persen, namun Irul merasa penjualan bunga tabur tidak seperti tahun sebelumnya. Dia merasa dibanding 2025 lalu, penjualan bunga tabur tahun ini cenderung lebih sepi.
“Kalau sama tahun lalu, penjualan terasa menurun 25 persen. Sekarang tidak bisa diprediksi, tidak seperti dulu-dulu. Mungkin karena sekarang ekonominya seperti ini,” ujarnya.
Kendati demikian, ia tetap bersyukur dagangannya laku dan masih jadi incaran peziarah di sekitar Pasar Kranggan Kota Yogyakarta. Dia menyebut pada Minggu (8/2/2026) pagi membawa sebanyak empat poncot bunga tabur. Hingga pukul 13.00 WIB, dia berhasil menjual sekitar tiga poncot sehingga tersisa satu poncot bunga tabur.
“Satu poncot itu bisa jadi 7 keranjang kecil bunga tabur. Kalau yang keranjang besar bisa 10-11 keranjang. Biasanya pembeli ada yang milih komplit (campur bunga) atau tidak. Sekarang harga mulai Rp50 ribu per keranjang,” ujarnya.
Pedagang lainnya, Sumirah (64), mengungkapkan peningkatan jumlah pembeli bunga tabur di Pasar Kranggan mulai terasa sejak Sabtu (7/2/2026) kemaren. Dia memperkirakan kondisi tersebut akan berlangsung hingga pekan depan sebelum Puasa Ramadan dimulai.
“Kalau dibanding hari biasanya jelas ada peningkatan. Kalau hari biasa yang beli cuma satu sampai dua orang. Tapi sekarang bisa puluhan orang. Ya agak lumayan,” papar dia.
Sumirah mengaku membawa sekitar tiga poncot. Dagangannya pun hampir habis dan tersisa sekitar satu tampah dan lima keranjang. (populi.id/Dewi Rukmini)












