• Tentang Kami
Thursday, August 13, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Kota Yogyakarta Tak Butuh Branding Baru, Hasto: Fokus Perkuat Tiga Pilar Utamanya

Sebagai kota pelajar, Yogyakarta diharapkan mampu berperan sebagai pusat pendidikan, pusat rujukan, dan pusat keunggulan

byredaksi
February 9, 2026
in headline, Kota Yogyakarta
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo. [populi.id/Gregorius Bramantyo]

0
SHARES
17
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Pemerintah Kota Yogyakarta menegaskan tidak akan membentuk branding baru bagi kota, karena Kota Yogyakarta telah memiliki identitas yang kuat dan terbentuk secara alami sebagai kota nyaman yakni lingkungan sehat, kota pelajar dan kota budaya yang secara inheren juga berkembang sebagai kota pariwisata.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Pembangunan di Balai Kota Yogyakarta, Senin (9/2).

BERITA MENARIK LAINNYA

Satpol PP Kota Yogyakarta Amankan 7 Plang Milik Oknum Fotografer di Jalan Malioboro

Pakuwon Mall Bantah Pemasangan Pagar Terkait Isu Antisipasi Kerusuhan

Pihaknya menyampaikan bahwa tantangan pembangunan ke depan adalah menyempurnakan dan memperkuat tiga pilar utama tersebut melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, kesehatan lingkungan, serta kenyamanan kota.

Sebagai kota pelajar, Yogyakarta diharapkan mampu berperan sebagai pusat pendidikan, pusat rujukan, dan pusat keunggulan (center of excellence) yang didukung oleh SDM yang sehat dan unggul.

“Kota yang nyaman tentu lingkungannya harus sehat.  Kota yang nyaman tidak dapat terwujud tanpa masyarakat yang sehat,” tegasnya.

Satu di antara indikator utama yang menjadi perhatian adalah penurunan angka stunting. Saat ini angka stunting Kota Yogyakarta berada di angka 8,48 persen dan ditargetkan dapat ditekan mendekati 5 persen.

Hasto Wardoyo juga menyampaikan harapan pembangunan Kota Yogyakarta sebagai The Little Singapore yang dimaknai sebagai kota yang disiplin, tertib, jujur, aman, dan nyaman, tanpa meninggalkan jati diri sebagai kota budaya, pendidikan, dan pariwisata.

“Yang diadopsi adalah nilai kedisiplinan dan ketertiban, bukan industrialisasinya,” jelasnya.

Implementasi visi tersebut dilakukan melalui penguatan filosofi Hamemayu Hayuning Bawono, yang menekankan budaya ramah lingkungan, kebersihan, kelestarian kehidupan, toleransi, dan gotong royong.

Penataan lingkungan fisik, seperti kebersihan trotoar termasuk bersih dari rumput liar, pengendalian sampah, serta penataan kawasan bantaran sungai dan kawasan padat penduduk, menjadi bagian dari upaya menciptakan kota yang tertib dan nyaman.

Selain pembangunan fisik, perubahan perilaku masyarakat juga menjadi fokus melalui penguatan tata kelola sosial. Pemerintah Kota mendorong peran perangkat daerah untuk menjaga ketertiban umum, keamanan, serta kepatuhan terhadap aturan, mulai dari pengelolaan pengamen, gelandangan, hingga pencegahan tindakan anarkis dan vandalisme.

Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menegaskan pentingnya perubahan paradigma kinerja aparatur pemerintah daerah. Ia menilai bahwa kinerja OPD ke depan tidak boleh berhenti pada capaian administratif semata, tetapi harus diukur dari dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Masih terlihat kecenderungan kinerja yang berorientasi pada output administrasi, sementara dampak kualitasnya bagi masyarakat belum optimal. Ini harus menjadi evaluasi bersama,” ujarnya.

Dalam konteks pariwisata, Wawan juga mendorong penguatan kolaborasi lintas perangkat daerah agar berbagai agenda budaya dan event berskala nasional maupun internasional dapat dioptimalkan sebagai daya tarik wisata sekaligus penggerak ekonomi daerah.

Ia mencontohkan agenda tradisi budaya seperti Nyadran dan Saparan, yang menurutnya memiliki potensi besar jika dikemas dalam satu kalender pariwisata terpadu dengan dukungan lintas sektor, mulai dari pariwisata, kebudayaan, perhubungan, hingga UMKM.

“Ke depan, kolaborasi antar-OPD harus diperkuat. Satu kegiatan diusung bersama agar manfaatnya dirasakan lebih luas, bukan hanya oleh penyelenggara, tetapi juga oleh masyarakat dan pelaku usaha,” ujarnya.

Wawan berharap, ke depan seluruh perangkat daerah dapat mengarahkan program kerja yang lebih berdampak, terukur, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan warga, termasuk menurunkan ketimpangan ekonomi serta meningkatkan pendapatan asli daerah secara berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Yogyakarta Agus Tri Haryono menyampaikan bahwa tahun 2026 menjadi momentum penting untuk mendorong Kota Yogyakarta naik kelas dari Kota Sangat Inovatif menjadi Kota Terinovatif melalui penguatan strategi dan ekosistem inovasi daerah.

Potensi inovasi Kota Yogyakarta dinilai relatif besar, didukung oleh berbagai inovasi yang telah diterapkan dalam dua tahun terakhir, termasuk skema Quick Win. Berdasarkan pemetaan potensi inovasi, kontribusi berasal dari 37 persen Quick Win, 44 persen aksi perubahan (PKA/PKP), dan 19 persen inovasi murni, dengan sektor kesehatan, perindustrian-koperasi-UMKM, serta Kemantren menjadi kontributor utama.

“Basis inovasi ini menjadi modal kuat untuk mendorong capaian Kota Terinovatif pada 2026,” jelas Agus.

Pengelolaan inovasi daerah dilakukan secara terintegrasi melalui penguatan regulasi, pembinaan, dan pendampingan, antara lain melalui bimbingan teknis pengusulan Innovative Government Award (IGA), desk inovasi, fasilitator, serta tim independen. Prinsip kerja Think big, start small, act now terus digaungkan agar inovasi tidak berhenti pada konsep, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata.

“Arah perencanaan pembangunan juga terus diperkuat melalui perubahan pendekatan perencanaan dan penganggaran. Pergeseran dari money follow function menjadi money follow program dan program follow result, sehingga program benar-benar berorientasi pada hasil dan dampak,” pungkasnya.

Tags: hasto wardoyoIdentitasKota YogyakartaPariwisataPembangunanWawan Harmawan

Related Posts

Kepala Seksi Pengendalian Operasional Satpol PP Kota Yogyakarta, Yudho Bangun Pamungkas, menunjukkan plang portabel milik oknum fotografer di Jalan Malioboro yang disita dan diamankan ke Kantor Satpol PP Kota Yogyakarta, Selasa (4/8/2026).

Satpol PP Kota Yogyakarta Amankan 7 Plang Milik Oknum Fotografer di Jalan Malioboro

August 5, 2026
Sejumlah titik sekitar Pakuwon Mall dilakukan pemasangan pagar, Senin (3/7/2026).

Pakuwon Mall Bantah Pemasangan Pagar Terkait Isu Antisipasi Kerusuhan

August 5, 2026
Kapolsek Mergangsan, AKP Anar Faudi, dan jajarannya menunjukkan barang bukti sebilah bambu dan gesper yang digunakan pelaku pengeroyokan di Jalan Ireda, Kemantren Mergangsan, Kota Yogyakarta, Senin (20/7/2026).

Lima Pelaku Pengeroyokan di Jalan Ireda Yogyakarta Dibekuk, Korban Ternyata Salah Sasaran

July 21, 2026
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta Rajwan Taufiq.

Kualitas Air di Kota Yogyakarta Berstatus Waspada, DLH Dorong Warga Kelola Limbah Secara Tepat

July 19, 2026
Sejumlah penumpang mengantre di gate tiket setelah menggunakan layanan KAI Bandara YIA PSO, belum lama ini.

Tren Meningkat, KAI Bandara YIA PSO Layani 865.187 Penumpang Selama Januari-Juni 2026

July 19, 2026
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, ditemui di SMPN 10 Yogyakarta, Senin (13/7/2026).

Minat Pendaftar SMP Negeri di Kota Yogyakarta Melonjak, Pemkot Tambah Rombel Baru

July 14, 2026
Next Post
Bupati Gunungkidul Endah Subekti mencicipi hasil panen petani melon di Padukuhan Kembang, Sumberejo, Gunungkidul, Senin (9/2/2026)

Dorong Kesejahteraan Petani, Bupati Endah Subekti Dorong Diversifikasi Pertanian

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
SMP Negeri 5 Yogyakarta

7 SMP Negeri Terbaik di Kota Yogyakarta Berdasarkan Ranking TKA-TKAD 2026

May 6, 2026

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.