• Tentang Kami
Wednesday, February 11, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Kota Yogyakarta Tak Butuh Branding Baru, Hasto: Fokus Perkuat Tiga Pilar Utamanya

Sebagai kota pelajar, Yogyakarta diharapkan mampu berperan sebagai pusat pendidikan, pusat rujukan, dan pusat keunggulan

byredaksi
February 9, 2026
in headline, Kota Yogyakarta
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo. [populi.id/Gregorius Bramantyo]

0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Pemerintah Kota Yogyakarta menegaskan tidak akan membentuk branding baru bagi kota, karena Kota Yogyakarta telah memiliki identitas yang kuat dan terbentuk secara alami sebagai kota nyaman yakni lingkungan sehat, kota pelajar dan kota budaya yang secara inheren juga berkembang sebagai kota pariwisata.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Pembangunan di Balai Kota Yogyakarta, Senin (9/2).

BERITA MENARIK LAINNYA

PHK Meningkat Berpotensi Destruktif, Hempri: Pemerintah Jangan Abai

21 Ribu Peserta BPJS PBI di Kota Yogyakarta Mendadak Nonaktif, Dinkes Kebut Reaktivasi bagi Pasien Kronis

Pihaknya menyampaikan bahwa tantangan pembangunan ke depan adalah menyempurnakan dan memperkuat tiga pilar utama tersebut melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, kesehatan lingkungan, serta kenyamanan kota.

Sebagai kota pelajar, Yogyakarta diharapkan mampu berperan sebagai pusat pendidikan, pusat rujukan, dan pusat keunggulan (center of excellence) yang didukung oleh SDM yang sehat dan unggul.

“Kota yang nyaman tentu lingkungannya harus sehat.  Kota yang nyaman tidak dapat terwujud tanpa masyarakat yang sehat,” tegasnya.

Satu di antara indikator utama yang menjadi perhatian adalah penurunan angka stunting. Saat ini angka stunting Kota Yogyakarta berada di angka 8,48 persen dan ditargetkan dapat ditekan mendekati 5 persen.

Hasto Wardoyo juga menyampaikan harapan pembangunan Kota Yogyakarta sebagai The Little Singapore yang dimaknai sebagai kota yang disiplin, tertib, jujur, aman, dan nyaman, tanpa meninggalkan jati diri sebagai kota budaya, pendidikan, dan pariwisata.

“Yang diadopsi adalah nilai kedisiplinan dan ketertiban, bukan industrialisasinya,” jelasnya.

Implementasi visi tersebut dilakukan melalui penguatan filosofi Hamemayu Hayuning Bawono, yang menekankan budaya ramah lingkungan, kebersihan, kelestarian kehidupan, toleransi, dan gotong royong.

Penataan lingkungan fisik, seperti kebersihan trotoar termasuk bersih dari rumput liar, pengendalian sampah, serta penataan kawasan bantaran sungai dan kawasan padat penduduk, menjadi bagian dari upaya menciptakan kota yang tertib dan nyaman.

Selain pembangunan fisik, perubahan perilaku masyarakat juga menjadi fokus melalui penguatan tata kelola sosial. Pemerintah Kota mendorong peran perangkat daerah untuk menjaga ketertiban umum, keamanan, serta kepatuhan terhadap aturan, mulai dari pengelolaan pengamen, gelandangan, hingga pencegahan tindakan anarkis dan vandalisme.

Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menegaskan pentingnya perubahan paradigma kinerja aparatur pemerintah daerah. Ia menilai bahwa kinerja OPD ke depan tidak boleh berhenti pada capaian administratif semata, tetapi harus diukur dari dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Masih terlihat kecenderungan kinerja yang berorientasi pada output administrasi, sementara dampak kualitasnya bagi masyarakat belum optimal. Ini harus menjadi evaluasi bersama,” ujarnya.

Dalam konteks pariwisata, Wawan juga mendorong penguatan kolaborasi lintas perangkat daerah agar berbagai agenda budaya dan event berskala nasional maupun internasional dapat dioptimalkan sebagai daya tarik wisata sekaligus penggerak ekonomi daerah.

Ia mencontohkan agenda tradisi budaya seperti Nyadran dan Saparan, yang menurutnya memiliki potensi besar jika dikemas dalam satu kalender pariwisata terpadu dengan dukungan lintas sektor, mulai dari pariwisata, kebudayaan, perhubungan, hingga UMKM.

“Ke depan, kolaborasi antar-OPD harus diperkuat. Satu kegiatan diusung bersama agar manfaatnya dirasakan lebih luas, bukan hanya oleh penyelenggara, tetapi juga oleh masyarakat dan pelaku usaha,” ujarnya.

Wawan berharap, ke depan seluruh perangkat daerah dapat mengarahkan program kerja yang lebih berdampak, terukur, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan warga, termasuk menurunkan ketimpangan ekonomi serta meningkatkan pendapatan asli daerah secara berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Yogyakarta Agus Tri Haryono menyampaikan bahwa tahun 2026 menjadi momentum penting untuk mendorong Kota Yogyakarta naik kelas dari Kota Sangat Inovatif menjadi Kota Terinovatif melalui penguatan strategi dan ekosistem inovasi daerah.

Potensi inovasi Kota Yogyakarta dinilai relatif besar, didukung oleh berbagai inovasi yang telah diterapkan dalam dua tahun terakhir, termasuk skema Quick Win. Berdasarkan pemetaan potensi inovasi, kontribusi berasal dari 37 persen Quick Win, 44 persen aksi perubahan (PKA/PKP), dan 19 persen inovasi murni, dengan sektor kesehatan, perindustrian-koperasi-UMKM, serta Kemantren menjadi kontributor utama.

“Basis inovasi ini menjadi modal kuat untuk mendorong capaian Kota Terinovatif pada 2026,” jelas Agus.

Pengelolaan inovasi daerah dilakukan secara terintegrasi melalui penguatan regulasi, pembinaan, dan pendampingan, antara lain melalui bimbingan teknis pengusulan Innovative Government Award (IGA), desk inovasi, fasilitator, serta tim independen. Prinsip kerja Think big, start small, act now terus digaungkan agar inovasi tidak berhenti pada konsep, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata.

“Arah perencanaan pembangunan juga terus diperkuat melalui perubahan pendekatan perencanaan dan penganggaran. Pergeseran dari money follow function menjadi money follow program dan program follow result, sehingga program benar-benar berorientasi pada hasil dan dampak,” pungkasnya.

Tags: hasto wardoyoIdentitasKota YogyakartaPariwisataPembangunanWawan Harmawan

Related Posts

ilustrasi PHK

PHK Meningkat Berpotensi Destruktif, Hempri: Pemerintah Jangan Abai

February 9, 2026
Sejumlah warga Kota Yogyakarta datang ke MPP untuk mengurus reaktivasi kepesertaan BPJS PBI, Jumat (6/2/2026).

21 Ribu Peserta BPJS PBI di Kota Yogyakarta Mendadak Nonaktif, Dinkes Kebut Reaktivasi bagi Pasien Kronis

February 7, 2026
Kabid Pembinaan SMP Dindikpora Kota Yogyakarta, Hasyim, dan Kepala UPT Jaminan Pendidikan Daerah Dindikpora Kota Yogyakarta, Menik Ria Agustiningsih, saat ditemui awak media pada Kamis (5/2/2026).

Dindikpora Pastikan Tak Ada Warga Kota Yogyakarta yang Tak Sekolah karena Kesulitan Biaya

February 6, 2026
Anggota Satlinmas Kota Yogyakarta saat menghadiri kegiatan Laporan Kinerja Satlinmas pada Rabu (4/2/2026) di Ruang Bima, Balai Kota Yogyakarta.

Beri Pendekatan Humanis, Pemkot Yogyakarta Dorong Penambahan Linmas Perempuan

February 4, 2026
Kondisi tumpukan sampah di sudut-sudut Pasar Induk Buah dan Sayur Giwangan, Kota Yogyakarta, Selasa (27/1/2026).

Tumpukan Sampah Menggunung di Sudut Pasar Giwangan, Pedagang: Bikin Pusing

January 27, 2026
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, saat meninjau pengelolaan biopori jumbo di RW 05 Kampung Mangkuyudan, Kemantren Mantrijeron, Jumat (23/1/2026).

Pemkot Yogyakarta Genjot Pembangunan Seribu Biopori Jumbo, Bakal Tekan Sampah hingga Dua Ribu Ton

January 23, 2026
Next Post
Bupati Gunungkidul Endah Subekti mencicipi hasil panen petani melon di Padukuhan Kembang, Sumberejo, Gunungkidul, Senin (9/2/2026)

Dorong Kesejahteraan Petani, Bupati Endah Subekti Dorong Diversifikasi Pertanian

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.