• Tentang Kami
Thursday, May 14, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Cendekia

Mayoritas Kampus di Indonesia Urung Ramah Disabilitas

UGM bersama University of Nottingham yang melakukan survei di 26 perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia menemukan masih jauh dari kata ramah disabilitas

byredaksi
February 10, 2026
in Cendekia, headline
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Ilustrasi disabilitas

Ilustrasi disabilitas. [pexels/ Gansharm Bdk]

0
SHARES
18
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

SLEMAN, POPULI.ID – Universitas Gadjah Mada bekerja sama dengan University of Nottingham, Inggris melakukan survei terhadap 59 dosen penyandang disabilitas dari 26 perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia.

Hasil survei ini menemukan fakta bahwa hampir seluruh kampus belum ramah bagi dosen penyandang disabilitas. Bahkan tidak sedikit dari kampus-kampus tempat dimana mereka bekerja masih jauh dari kata ramah untuk disabilitas.

BERITA MENARIK LAINNYA

Pakar Analisis Kebijakan Publik Nilai Usulan Kampus Terlibat di MBG Melenceng dari Tupoksi Universitas

Mencuat Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha, Psikolog UGM: Alarm Serius bagi Keluarga dan Pemerintah

Di berbagai fasilitas kampus-kampus masih ditemui tangga yang curam tanpa lift, toilet sempit, hingga gedung bertingkat yang mustahil diakses kursi roda.

Terdapat juga kisah dosen netra yang tidak dapat berbuat apa-apa saat harus mengisi borang administrasi atau laporan kinerja lantaran aplikasinya tidak bisa dibaca oleh screen reader.

Ada juga kisah dosen dengan hambatan dengar yang merasa asing di rapat jurusan sendiri karena tak paham apa yang dibicarakan rekan-rekannya, lalu perlahan menarik diri.

Ketua Unit Layanan Disabilitas (ULD) UGM, Wuri Handayani, selaku Ketua Tim Peneliti  menyatakan dari survei ini  menemukan bahwa banyak dari dosen penyandang disabilitas ini mengalami kecemasan berlebih, mood yang naik-turun, hingga kelelahan berpikir.

“Kondisi ini bukan karena mereka malas, tapi energi mereka habis untuk menaklukkan hambatan lingkungan sebelum sempat mengajar,” ujar Wuri dilansir dari laman UGM, Selasa (10/2/2026).

Menurut Wuri, dampak kondisi kampus yang tidak ramah untuk dosen disabilitas ini cukup mempengaruhi terhadap produktivitas dan perjalanan karir akademik.

Pasalnya, tidak sedikit dosen penyandang disabilitas pun merasa rendah rasa percaya diri, dan merasa tertinggal dari rekan lain yang tubuhnya dianggap “normal”.

“Pada akhirnya apa, mereka takut bermimpi naik jabatan, hingga ragu untuk lanjut sekolah S3,” ucapnya.

Dengang kondisi kampus yang belum ramah disabilitas ini menurut Wuri menjadikan dosen mengalami hambatan dalam memenuhi target dan tuntutan untuk mengajar, meneliti, mengabdi.

Di ruang kelas, misalnya, dosen dengan keterbatasan mobilitas atau wicara sering mengalami kecemasan luar biasa saat menghadapi kelas besar.

Belum lagi jika mendapatkan jadwal kuliah diubah secara mendadak menjadikan dosen disabilitas merombak total rencana transportasi dan pendampingan yang sudah disusun rapi.

Apalagi jika ada kegiatan konferensi ke luar kota yang melibatkan mereka. Kegiatan yang seharusnya jadi ajang pamer karya, malah terkadang jadi mimpi buruk soal transportasi.

“Mereka pun berpikir keras dan bertanya soal transportasinya bagaimana? Penginapannya ramah kursi roda tidak? Siapa yang mendampingi?Pertanyaan-pertanyaan itu sering membuat mereka akhirnya memilih mundur. Belum lagi urusan dana hibah riset yang formulirnya rumit setengah mati dan seringkali tidak aksesibel. Akhirnya, banyak ide brilian terkubur hanya karena birokrasi yang kaku,” terang Wuri.

Hasil dari survei tersebut, kata Wuri, dibahas dalam sebuah forum strategis yang didanai oleh British Council melalui skema Going Global Partnership 2025 di Hotel Tara, Yogyakarta selama 2 hari, 4-5 Februari 2026 lalu.

Di bawah program bertajuk Shining a Light on Unheard Voices of Disabled Researchers (SHINE), Universitas Gadjah Mada berkolaborasi dengan University of Nottingham, Inggris, menggelar forum strategis yang didanai oleh British Council melalui skema Going Global Partnership 2025, dan kegiatan ini menjadi media mengungkap fakta tersembunyi mengenai hambatan yang dihadapi dosen disabilitas di institusi pendidikan tinggi.

Pada puncak kegiatan itu, sebanyak 16 dosen disabilitas menyepakati terbentuknya wadah perjuangan bersama bernama Asosiasi Dosen Disabilitas Indonesia (ADDI).

Berangkat dari banyaknya hambatan yang dialami menjadi latar belakang kuat bagi mereka harus berjejaring dan membentuk sebuah asosiasi.

“Harapannya melalui asosiasi yang dibangun dapat lebih mendorong kebijakan inklusif kepada pemerintah dan kampus. Mereka ingin memastikan ada akomodasi yang layak,” imbuhnya.

Wakil Rektor UGM Bidang Pendidikan dan Pengajaran, Prof. Wening Udasmoro, menyambut baik terbentuknya Asosiasi Dosen Disabilitas Indonesia (ADDI).

Ia kembali menegaskan soal komitmen institusi yang tidak ingin inklusivitas sekadar berhenti di jargon, dan iapun menekankan langkah konkret yang seharusnya di lakukan kampus-kampus terkait berbagai fasilitas atau audit aksesibilitas di setiap fakultas.

“Semua ini guna memastikan lingkungan belajar yang bebas hambatan, baik bagi mahasiswa maupun dosen. Ini tak hanya soal fisik namun juga pentingnya memperkuat aspek berjejaring antar perguruan tinggi, khususnya dosen sebagai pilar akademisi kampus. Saya sungguh berharap rekomendasi riset dan lokakarya ini tidak hanya menjadi dokumen di atas meja, melainkan dapat dijadikan refleksi terhadap perubahan yang komprehensif di universitas-universitas seluruh Indonesia,” imbuhnya.

Tags: perguruan tinggi negeriramah disabilitasUGMWening UdasmoroWuri Handayani

Related Posts

Ilustrasi pengelolaan Makan Bergizi Gratis atau MBG

Pakar Analisis Kebijakan Publik Nilai Usulan Kampus Terlibat di MBG Melenceng dari Tupoksi Universitas

May 13, 2026
Ilustrasi daycare

Mencuat Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha, Psikolog UGM: Alarm Serius bagi Keluarga dan Pemerintah

May 11, 2026
Ilustrasi sampah

Anggaran Pemda Cekak, Praktik Open Dumping Pengelolaan Sampah Sulit Distop

May 10, 2026
Suasana tempat penitipan anak atau daycare Little Aresha di Jalan Pakel Baru Utara, Kelurahan Sorosutan, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta, setelah digerebek polisi, Sabtu (25/4/2026).

Ortu Korban Kirim Petisi ke UGM, Tuntut Dosen di Struktur Yayasan Little Aresha Dihukum Berat

May 7, 2026
Ilustrasi mata uang Rupiah

Akademisi UGM Minta Pemerintah Jaga Kepercayaan Publik dan Investor di Tengah Anjloknya Rupiah

May 5, 2026
Ilustrasi pemilu.

Rapat RUU Pemilu Dilakukan Tertutup, Akademisi UGM: Rugikan Publik

April 28, 2026
Next Post
ilustrasi tersangka

5 Fakta Kasus Tujuh Warga Mlati yang Dituntut 12 Tahun Penjara Gegara Cegah Klitih

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.