• Tentang Kami
Wednesday, June 10, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

UGM Telusuri Dugaan Retakan Tanah Pemicu Munculnya Api Misterius di Rumah Warga Seyegan

Saptono menegaskan bahwa kajian yang dilakukan timnya berfokus pada aspek geologi. Penelitian ini bertujuan mencari kemungkinan lain yang dapat menjelaskan fenomena kemunculan api

byredaksi
June 9, 2026
in headline, Sleman
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Tim Gagana Brimob Polda DIY melakukam identifikasi di lokasi kebakaran berulang di Padukuhan Kasuran, Margomulyo, Seyegan, Sleman, DIY, Sabtu (30/4/2026). (Instagram/@merapi_uncover)

Tim Gagana Brimob Polda DIY melakukam identifikasi di lokasi kebakaran berulang di Padukuhan Kasuran, Margomulyo, Seyegan, Sleman, DIY, Sabtu (30/4/2026). (Instagram/@merapi_uncover)

0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

SLEMAN, POPULI.ID – Tim peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan pendeteksian terhadap sejumlah titik retakan tanah yang diduga berkaitan dengan kemunculan api misterius di sebuah rumah warga di Kasuran, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, DIY.

Penelitian tersebut dilakukan oleh tim dari Laboratorium Geofisika Eksplorasi Departemen Teknik Geologi UGM di rumah milik Fia, yang juga digunakan sebagai lokasi pemotongan ayam.

BERITA MENARIK LAINNYA

Api Misterius di Kasuran Sudah Muncul Lebih dari 150 Kali, BPBD Sleman Masih Tunggu Hasil Kajian Ahli

Kritik Penutupan Prodi yang Dianggap Tak Relevan dengan Industri, Ekonom UGM: Kebijakan Rabun Jauh

Satu di antara peneliti, Saptono Budi Samodra, menjelaskan bahwa tim saat ini tengah memetakan kondisi bawah permukaan tanah untuk mengetahui adanya struktur retakan yang berpotensi menjadi jalur keluarnya gas.

“Kalau dari alat terlihat, tanah asli menunjukkan adanya pola atau struktur retakan di sejumlah tempat,” ujar Saptono saat ditemui di lokasi, Senin (8/6/2026).

Dalam penelitian tersebut, tim menggunakan teknologi georadar yang memanfaatkan gelombang elektromagnetik berfrekuensi 60 MHz. Gelombang tersebut dipancarkan ke dalam tanah dan akan dipantulkan kembali ke permukaan setelah mengenai material tertentu di bawah tanah.

Menurut Saptono, hasil pembacaan alat dapat menampilkan gambaran berupa garis-garis tipis yang menunjukkan adanya lapisan tanah yang terputus akibat retakan dengan kedalaman yang bervariasi.

Meski demikian, ia mengakui georadar memiliki keterbatasan dalam menjangkau lapisan tanah yang lebih dalam. Saat ini alat tersebut hanya mampu mendeteksi kondisi bawah permukaan hingga kedalaman sekitar 20 meter.

“Mungkin di bawah masih berlanjut, cuma keterbatasan kemampuan alat yang tidak bisa mendeteksi sampai lebih dalam,” jelasnya.

Hingga kini, tim baru menyampaikan hasil pembacaan awal dari georadar. Data yang diperoleh masih harus melalui proses pengolahan lebih lanjut untuk memastikan apakah retakan tersebut memiliki keterkaitan dengan keberadaan senyawa yang diduga memicu munculnya api.

Selain itu, penelitian akan dilanjutkan menggunakan metode geolistrik guna memperoleh gambaran kondisi lapisan tanah yang lebih dalam. Tim juga berencana melakukan pengeboran manual untuk mengidentifikasi jenis lapisan tanah yang berada di bawah rumah tersebut.

“Kalau georadar lebih detail dibandingkan hasil pembacaan geolistrik, cuma memang keterbatasannya tidak bisa mendeteksi terlalu dalam,” ungkap Saptono.

Saptono menegaskan bahwa kajian yang dilakukan timnya berfokus pada aspek geologi. Penelitian ini bertujuan mencari kemungkinan lain yang dapat menjelaskan fenomena kemunculan api selain temuan awal dari Pusat Kajian Perlambatan Entropi (PKPE) Fakultas Teknik UGM.

Sebelumnya, PKPE UGM menyimpulkan bahwa kemunculan api diduga dipicu oleh gas hidrogen (H2) dan gas fosfin (PH3). Kedua gas tersebut diperkirakan terbentuk dari proses fermentasi limbah organik yang berasal dari aktivitas pemotongan ayam, seperti campuran kotoran, darah, air limbah, serta bulu ayam.

Keberadaan senyawa-senyawa tersebut diyakini dapat menghasilkan gas yang mudah terbakar pada suhu ruang, sehingga berpotensi menjadi pemicu munculnya api secara tiba-tiba di lokasi tersebut. (populi.id/Hadid Pangestu)

Tags: GeoradarKasurankebakaranretakan tanahSaptono Budi SamodraSeyeganUGM

Related Posts

Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Bambang Kuntoro.

Api Misterius di Kasuran Sudah Muncul Lebih dari 150 Kali, BPBD Sleman Masih Tunggu Hasil Kajian Ahli

June 9, 2026
Ilustrasi pendidikan tinggi.

Kritik Penutupan Prodi yang Dianggap Tak Relevan dengan Industri, Ekonom UGM: Kebijakan Rabun Jauh

June 6, 2026
Mutfiana, pemilik rumah yang terbakar misterius di Padukuhan Kasuran, Margomukyo, Seyegan, Sleman, DIY saat diwawancarai, Kamis (4/6/2026).

Gegara Kebakaran Misterius, Pemilik Rumah di Seyegan Hanya Tidur Tiga Jam Sehari

June 5, 2026
Dosen Departemen Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) Sarju Winardi saat menyampaikan paparanya terkait kebakaran misterius di sebuah rumah di Padukuhan Kasuran, Margomulyo, Seyegan, Sleman, Kamis (4/6/2026).

Tim UGM Duga Kebakaran Misterius di Seyegan Dipicu Gas dari Limbah Organik

June 5, 2026
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Bambang Kuntoro.

Fenomena Api Misterius di Seyegan, BPBD Sleman Masih Tunggu Hasil Kajian Ahli

June 4, 2026
Kondisi rumah di Padukuhan Kasuran, Kalurahan Margomulyo, Seyegan, Sleman, Selasa (2/6/2026).

79 Kali Kebakaran Misterius di Seyegan Sleman, Pemilik Rumah Sebut Kerugian Capai Rp 40 Juta

June 2, 2026
Next Post
Panglima Front Jihad Islam (FJI) Abdurahman saat melakukan laporan balik pihak Gereja Misi Sejahtera (GMS) terkait pemalsuan dokumen oleh ke Polda DIY, Senin (8/6/2026).

FJI Laporkan Balik GMS ke Polda DIY, Sebut Ada Manipulasi Izin Tempat Ibadah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.