JAKARTA, POPULI.ID – PSSI secara resmi menunjuk legenda sepak bola nasional, Kurniawan Dwi Yulianto, sebagai pelatih kepala baru Timnas Indonesia U-17. Penunjukan sosok yang akrab disapa “Si Kurus” ini diputuskan melalui rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI untuk menggantikan Nova Arianto yang kini mendapatkan mandat baru mengarsiteki Timnas Indonesia U-20. Tugas besar langsung menanti Kurniawan, yakni membawa Garuda Muda berlaga di putaran final Piala Dunia U-17 2026.
Awal Karier dan Spesialis Asisten Pelatih
Setelah memutuskan gantung sepatu, pria kelahiran Magelang ini tidak langsung menangani tim besar. Kurniawan memulai langkah kepelatihannya dari level akar rumput di Chelsea Soccer School Indonesia. Karier kepelatihan profesionalnya kemudian dimulai pada tahun 2017 sebagai asisten pelatih di Borneo FC Samarinda, sekitar empat tahun setelah ia pensiun sebagai pemain.
Sepanjang perjalanan kariernya, Kurniawan lebih banyak menghabiskan waktu sebagai asisten pelatih, terutama di berbagai level Timnas Indonesia. Rekam jejaknya sebagai asisten meliputi:
* Timnas Indonesia Senior (2018).
* Timnas Indonesia U-23 (2019), di mana ia membantu tim meraih medali perak di SEA Games 2019.
* Timnas Indonesia U-22 (2023).
* Timnas Indonesia U-20 (2025).
Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, menjelaskan bahwa pengalaman Kurniawan yang sudah terbiasa berada di dalam sistem PSSI serta keterlibatannya di berbagai ajang internasional menjadi pertimbangan utama penunjukkannya.
Pengalaman Internasional: Malaysia hingga Italia
Kurniawan merupakan salah satu dari sedikit pelatih asal Indonesia yang memiliki pengalaman melatih di luar negeri. Lompatan besar terjadi pada Desember 2019 saat ia dipercaya menjadi pelatih kepala Sabah FC di Liga Super Malaysia hingga tahun 2021.
Selain di Asia Tenggara, Kurniawan memiliki nilai tambah dalam CV-nya melalui pengalaman di Eropa. Ia sempat menjabat sebagai asisten pelatih di Como 1907, Italia, untuk tim muda mereka dari tahun 2021 hingga 2024. Italia sendiri bukanlah tempat asing baginya, mengingat ia pernah menimba ilmu di sana melalui program PSSI Primavera dan sempat menembus skuad Sampdoria saat masih muda. Pengalaman di Como memberinya wawasan langsung mengenai metodologi dan standar sepak bola Eropa yang diharapkan bisa diterapkan pada skuad Timnas U-17.
Wewenang Penuh dan Target Besar
Sebagai nahkoda baru, PSSI memberikan wewenang penuh kepada Kurniawan untuk menyusun jajaran staf kepelatihannya sendiri. Langkah ini bertujuan agar tercipta chemistry yang kuat di dalam tim pelatih sehingga visi dan misi kepelatihan dapat diterapkan secara maksimal. Saat ini, ia dipastikan akan didampingi oleh Dwi Prio Utomo sebagai asistennya.
Target yang dibebankan federasi sangat jelas: Lolos ke Piala Dunia U-17 2026. Untuk mencapai itu, Kurniawan harus membawa Timnas Indonesia U-17 setidaknya lolos ke babak gugur pada ajang Piala Asia U-17 2026 yang akan digelar di Arab Saudi pada Mei 2026. Selain fokus teknis, Kurniawan diharapkan juga senantiasa berkomunikasi dan berkonsultasi dengan Direktur Teknik PSSI, Alexander Zwiers, demi keselarasan program.
Kurniawan diharapkan segera melakukan evaluasi menyeluruh, menggunakan data dari laga uji coba terakhir melawan Tiongkok sebagai titik awal. Di sisi lain, pelatih sebelumnya, Nova Arianto, menitipkan pesan agar tradisi mentalitas petarung dan keberanian para pemain muda tetap dijaga agar mereka tidak merasa rendah diri saat menghadapi lawan mana pun di lapangan hijau.






![Timnas Indonesia. [Instagram/Timnas Indonesia]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/01/timnas-indonesia-2-120x86.png)





