• Tentang Kami
Saturday, February 21, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

7 Fakta Temuan KPF dalam Demonstrasi Agustus 2025, Kematian Affan Jadi Katalis

KPF mencatat harga mahal yang harus dibayar rakyat dalam peristiwa ini. Sedikitnya 13 warga sipil meninggal dunia dalam rangkaian demonstrasi tersebut.

Gregorius BramantyobyredaksiandGregorius Bramantyo
February 20, 2026
in headline, Nasional
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Ilustrasi penangkapan aktivis

Ilustrasi penangkapan aktivis. [pexels/Helen Lee]

0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

JAKARTA, POPULI.ID – Hampir lima bulan setelah demonstrasi besar Agustus 2025 yang berubah menjadi kerusuhan dan penjarahan, Komisi Pencari Fakta (KPF) yang terdiri dari KontraS, YLBHI, dan LBH Jakarta akhirnya merilis laporan komprehensif mereka pada Rabu (18/2/2026).

Berdasarkan penelusuran terhadap 115 berkas kepolisian, 63 informan, dan investigasi di 18 kota, tim KPF menemukan pola sistematis di balik apa yang mereka sebut sebagai “Operasi Pembungkaman Kaum Muda Terbesar sejak Reformasi”.

BERITA MENARIK LAINNYA

Bacakan Pledoi, Perdana Arie: Masa Depan Saya di Ujung Palu Hakim

Mencium Pihak Tak Senang, Prabowo Tantang Berhadapan di Pilpres 2029

Tim KPF bertugas menelusuri penyebab demonstrasi, memetakan eskalasi kekerasan, mengidentifikasi pola dan faktor pemicu, serta menelaah akuntabilitas para pihak.

Sebelum memaparkan temuan, tim menegaskan laporan tersebut tidak menghapus kewajiban negara untuk mengusut fakta secara menyeluruh dan transparan.

Berikut adalah deretan fakta kunci dari temuan tim KPF:

1. Tragedi Berdarah: 13 Nyawa Melayang dan 703 Tahanan Politik

KPF mencatat harga mahal yang harus dibayar rakyat dalam peristiwa ini. Sedikitnya 13 warga sipil meninggal dunia dalam rangkaian demonstrasi tersebut. Selain jatuh korban jiwa, hingga Februari 2026, tercatat ada 703 warga sipil yang menjadi tahanan politik dan menghadapi kriminalisasi hanya karena menggunakan hak konstitusional mereka untuk berpendapat.

“Tidak ada pertanggungjawaban struktural atas korban dan kerusakan yang terjadi—hanya pemberian materiil yang tidak akan menutupi luka yang ditinggalkan. Alih-alih, penegakan hukum malah menggeser akuntabilitas pada sejumlah warga sipil yang kini menjadi tahanan politik,” tulis KPF dalam laporan berjudul “Laporan Komisi Pencari Fakta (KPF) Agustus 2025: Operasi Pembungkaman Kaum Muda terbesar sejak Reformasi”.

2. Kematian Affan Kurniawan Sebagai Katalis Utama Eskalasi

Eskalasi kekerasan tajam pada gelombang ketiga (29–31 Agustus) tidak terjadi secara organik. KPF menemukan bahwa pembunuhan Affan Kurniawan, seorang sopir ojek online, oleh aparat kepolisian menggunakan kendaraan taktis (rantis) Brimob di Pejompongan menjadi titik balik kunci. Kematian Affan yang terlindas rantis mengubah dinamika massa dari aksi damai menjadi kemarahan meluas ke berbagai daerah.

“Eskalasi kerusuhan ke berbagai daerah setelah pembunuhan Affan Kurniawan diakselerasi oleh respons negara yang cenderung lambat, sehingga menjadi akselerator peluasan aksi yang berujung perusakan dan pembakaran berbagai fasilitas publik, kantor pemerintahan, serta kantor dan pos jaga kepolisian sebagai sasaran kemarahan publik,” tulis laporan itu.

3. Penangkapan Massal Anak-anak: 2.573 Pelajar Ditahan

Salah satu temuan paling memprihatinkan adalah skala penangkapan anak di bawah umur. KPAI mencatat sebanyak 2.573 anak ditangkap oleh kepolisian di 15 kota, dengan jumlah terbesar berada di Jakarta. Banyak dari pelajar ini ditangkap tanpa tuduhan hukum yang jelas, bahkan sebelum mereka mencapai lokasi aksi melalui operasi penyekatan di stasiun dan jalan raya.

Melansir dari laporan yang sama, Wakil Kepala Bareskrim Polri, Irjen Pol Nunung Syaifuddin, menyatakan ada 332 anak yang diduga terlibat dalam peristiwa kerusuhan dan masih diproses hingga 3 November 2025. Lebih dari 90 persen anak yang ditangkap merupakan pelajar sekolah menengah tingkat pertama dan atas.

4. Penegakan Hukum yang Tajam ke Bawah

KPF menemukan pola penyidikan yang sangat agresif terhadap aktivis dan pelajar, namun sangat lambat dalam mengusut pelaku penjarahan yang terorganisir. Aparat bergerak cepat menetapkan aktivis sebagai ‘dalang’ hanya berdasarkan unggahan media sosial, sementara jaringan massa bayaran, pelaku penjarahan rumah pejabat, dan penyebar disinformasi justru tidak diusut secara serius.

5. Sekuritisasi Simbol Populer “Jolly Roger One Piece”

Penggunaan bendera Jolly Roger dari anime One Piece awalnya merupakan ekspresi kreatif dan simbol perlawanan kultural kaum muda terhadap ketidakadilan ekonomi. Namun, temuan KPF menunjukkan adanya upaya sekuritisasi oleh pejabat negara yang membingkai simbol ini sebagai ancaman keamanan nasional dan unsur makar untuk melegitimasi tindakan tegas terhadap demonstran.

6. Operasi Siber dan Teror Digital yang Masif

Ruang digital menjadi medan operasi untuk menebar ketakutan. KPF mendokumentasikan pemblokiran terhadap 592 akun media sosial dan maraknya praktik doxing serta intimidasi terhadap aktivis. Salah satu modusnya adalah pengiriman pesan teror dari nomor tak dikenal yang mengaku sebagai aparat kepolisian untuk memaksa warga menghapus konten kritis mereka.

7. Kejanggalan Kehadiran Intelijen Militer di Lapangan

KPF menemukan bukti kehadiran personel BAIS dan TNI yang membaur di tengah massa aksi. Salah satu insiden menonjol adalah penangkapan personel BAIS berpangkat Mayor oleh anggota Brimob di Pejompongan karena diduga sebagai provokator, yang kemudian hanya dijelaskan oleh negara sebagai “kesalahpahaman” tanpa proses hukum yang transparan.

Tags: Affan KurniawanagustusAktivisbendera Jolly RogerdemonstrasiKomisi Pencari Faktapelajar ditahan

Related Posts

terdakwa pembakaran tenda Mapolda DIY Perdama Arie Veriasa saat mengikuti persodangan di Pengadilan Negeri Sleman, Rabu (18/6/2026). [populi.id/Hadid Pangestu]

Bacakan Pledoi, Perdana Arie: Masa Depan Saya di Ujung Palu Hakim

February 19, 2026
Presiden Prabowo saat bertaklimat dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2026 di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Mencium Pihak Tak Senang, Prabowo Tantang Berhadapan di Pilpres 2029

February 2, 2026
Perdana Arie bertemu dengan rekan rekanya usia mengikuti persidangan di Pengadilan Negeri Yogyakarta, Selasa (12/6/2026).

Soroti Riwayat Hidup Terdakwa Pembakaran Polda DIY, Hakim: Jangan Takut Jadi Aktivis

January 20, 2026
momen saat Perdana Arie Variesa, terdakwa kasus pembakaran tenda di Mapolda DIY saat unjuk rasa memluk ibunya usai persidangan di Pengadilan Negeri Sleman, DIY, Rabu(10/12/2025).

Perdana Arie Jalani Sidang Dakwaan Kasus Pembakaran Tenda di Mapolda DIY

December 10, 2025
Aksi massa menolak penetapan Soeharto sebagai pahlawan nasional di depan Monumen Tentara Keamanan Rakyat (TKR), Yogyakarta, Senin (10/11/2025).

Aktivis di Yogyakarta Gelar Aksi Tolak Soeharto Jadi Pahlawan Nasional

November 10, 2025
Sejumlah aktivis datangi Kantor Pos di Titik Nol Kilometer Yogyakarta untuk berkirim surat ke sejumlah lembaga pemerintah untuk menyampaikan tuntutan terhadap kinerja Polri saat menangani aksi demo beberapa waktu lalu, Kamis (2/10/2025).

Aliansi Jogja Memanggil Desak Pemangkasan Anggaran Polri Usai Aksi Demo Berujung Korban Amputasi

October 2, 2025
Next Post
John Herdman diperkenalkan sebagai pelatih Timnas Indonesia

Menakar Formasi dan Ketajaman Lini Serang Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.