POPULI.ID – Di saat publik sepakbola Indonesia masih terus menanti trofi bergengsi, Timnas Futsal Indonesia justru sudah melangkah jauh ke level dunia. Keberhasilan menembus final Piala Asia dan sejarah juara di tingkat regional menjadi bukti bahwa futsal bukan sekadar olahraga sampingan, melainkan lumbung prestasi bagi Tanah Air.
Sejarah yang Mendahului Sepak Bola
Salah satu alasan mengapa futsal dianggap lebih “jago” dalam hal prestasi adalah torehan sejarahnya yang lebih awal. Timnas Futsal adalah tim nasional pertama di bawah naungan organisasi sepak bola Indonesia yang berhasil meraih gelar juara di tingkat Asia Tenggara.
Legenda futsal Indonesia, Vennard Hutabarat, menegaskan hal tersebut.
“Torehan sejarah itu, kitalah pertama sekali timnas yang pernah juara Piala AFF ya, dan itu tercatat,” kata Vennard dalam sebuah siniar di kanal YouTube Ruang Publik
Pada Piala AFF Futsal 2010, Timnas Indoensia berhasil keluar menjadi kampiun. Skaud garuda memutus dominasi Thailand yang telah juara dalam turnamen tersebut selama tujuh kali beruntun. Keberhasilan di tahun 2010 tersebut menjadi tonggak sejarah yang bahkan belum bisa disamai oleh timnas sepakbola senior hingga saat ini.
Proses yang Matang dan Pelatih Kelas Dunia
Prestasi yang diraih saat ini bukanlah sebuah loncatan keberuntungan sesaat, melainkan hasil proses panjang selama 24 tahun. Kehadiran pelatih-pelatih asing berkualitas tinggi, seperti Kensuke Takahashi hingga Hector Souto, telah mengubah cara main Indonesia secara fundamental.
Jika dulu Indonesia cenderung bermain dengan pertahanan zona atau half court, di era sekarang Timnas Futsal tampil jauh lebih agresif dengan pressing tinggi. Vennard menyebutkan bahwa level permainan Indonesia kini sudah setara dengan raksasa dunia seperti Iran dan Jepang.
“Level permainan sudah level dunia. Iran tuh lima besar dunia, saya pikir (Indonesia) ini salah satu tim yang memang bisa mencetak gol banyak ke gawang Iran,” ujarnya.
Kekuatan Pemain Lokal Tanpa Naturalisasi
Berbeda dengan Timnas sepakbola yang saat ini banyak mengandalkan pemain naturalisasi, Timnas Futsal membuktikan diri bisa berbicara banyak di kancah internasional dengan 100 persen kekuatan pemain lokal. Karakter lincah dan teknik individu pemain Indonesia dinilai sangat cocok dengan kebutuhan taktik futsal modern. Vennard pun mengaku bangga terhadap kualitas talenta lokal:
“Dengan menggunakan pemain-pemain lokal Indonesia, pride of Indonesia lokalnya ya, kita mempunyai kualitas yang sangat luar biasa,” ucapnya.
Sistem kolektivitas yang dibentuk oleh pelatih seperti Hector Souto juga membuat setiap pemain memiliki kemampuan bertahan dan menyerang yang sama baiknya. Sehingga tim tidak lagi bergantung pada satu atau dua sosok bintang saja.
Ekosistem Liga dan Industri yang Sehat
Perkembangan ini juga didukung oleh ekosistem kompetisi yang semakin membaik. Masuknya pemain asing di liga lokal serta keberanian pemain Indonesia untuk berkarir di luar negeri, seperti Evan Soumilena dan Bayu Saptaji, turut mendongkrak mentalitas dan kualitas individu.
Kini, futsal bukan hanya soal prestasi di lapangan, tapi juga menjadi daya tarik bagi brand-brand lokal dan aparel. Nilai jual pemain futsal meningkat seiring dengan prestasi mereka, menciptakan industri yang menghidupkan ekosistem olahraga ini secara mandiri.
“Buat saya sebenarnya bukan cuma sekedar klub atau juga mungkin kompetisinya diperhatikan, bahkan pemain juga ini menjadi kesempatan mereka. Sekarang brand-brand atau produk lokal segala macam mungkin dari brand aparel, mungkin sepatu segala macam, bahkan juga mungkin dari brand yang lain bisa mengincar para pemain futsal Indonesia. Bisa menjadi nilai jual, di mana dengan prestasinya ini kan juga keuntungan bagi para pemain,” kata Vennard.
Keunggulan Timnas Futsal Indonesia terletak pada konsistensi proses, pemilihan pelatih yang tepat, dan kepercayaan penuh pada talenta lokal. Dengan dukungan federasi dan stakeholder yang semakin solid, futsal Indonesia kini bukan lagi hanya mengejar juara di Asia Tenggara, melainkan siap bersaing di panggung dunia.











