• Tentang Kami
Monday, February 23, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Kanker Usus Besar di Kalangan Anak Muda Melonjak, Ini Asupan yang Perlu Diperhatikan

pola makan rendah serat dan tinggi gula turut berkontribusi terhadap peningkatan risiko penyakit kanker usus besar

byredaksi
February 22, 2026
in headline, Kesehatan, Urban
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ilustrasi makanan sehat

Ilustrasi makanan sehat. [pexels/ Jane T D.]

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

BANTUL, POPULI.ID – Tren kanker usus besar atau kanker kolorektal dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan peningkatan signifikan, termasuk pada kelompok usia produktif.

Jika sebelumnya penyakit ini lebih banyak ditemukan pada pasien usia lanjut, kini dokter mulai menjumpai kasus pada pasien yang bahkan belum mencapai usia 50 tahun.

BERITA MENARIK LAINNYA

Tips Cegah Berat Badan Naik Saat Jalani Puasa Ramadan

Dampak Kesehatan Menghirup APAR yang Disemprot Serampangan

Dokter Spesialis Bedah RS AMC Muhammadiyah Yogyakarta, dr. Fadli Robby Amsriza, membenarkan adanya tren peningkatan tersebut.

“Ini sejalan dengan berbagai penelitian terbaru yang menunjukkan peningkatan kasus pada kelompok usia muda mencapai sekitar 1–2 persen setiap tahun. Jadi, tren ini nyata dan perlu menjadi perhatian bersama,” ungkapnya dilansir dari laman UMY, Minggu (22/2/2026).

Menurut dr. Fadli, peningkatan kasus tidak semata-mata disebabkan faktor genetik. Meskipun faktor keturunan tetap berperan, lonjakan kasus saat ini lebih banyak dipicu oleh perubahan pola hidup masyarakat modern.

“Faktor genetik memang ada, tetapi tidak menyumbang peningkatan signifikan seperti yang kita lihat sekarang. Pola makan dan aktivitas harian sangat berpengaruh. Konsumsi alkohol secara rutin atau berlebihan, merokok, makanan yang dibakar, hingga makanan ultra-proses dapat memicu peradangan berulang di usus besar. Peradangan mikro yang berlangsung lama inilah yang berpotensi memicu kanker,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pola makan rendah serat dan tinggi gula turut berkontribusi terhadap peningkatan risiko. Kurangnya aktivitas fisik yang berujung pada obesitas juga menjadi faktor yang memperbesar peluang terjadinya kanker kolorektal.

Sayangnya, kanker usus besar sering kali tidak terdeteksi sejak dini, terutama pada kelompok usia muda. Satu di antara gejala paling umum adalah buang air besar (BAB) berdarah.

Namun, banyak orang menganggap kondisi tersebut hanya sebagai wasir atau ambeien sehingga enggan memeriksakan diri.

“Gejalanya sering tidak disadari karena letaknya di dalam. Generasi muda juga cenderung takut memeriksakan diri karena khawatir jika terdiagnosis kanker harus menjalani operasi. Padahal belum tentu demikian. Yang terpenting adalah deteksi dini, karena penanganan sangat bergantung pada stadium penyakitnya,” paparnya.

Selain BAB berdarah, gejala lain yang kerap diabaikan adalah munculnya benjolan di area anus serta penurunan berat badan secara drastis tanpa sebab yang jelas. Ironisnya, sebagian besar pasien datang berobat ketika kondisi sudah memasuki stadium lanjut.

Menurut dr. Fadli, tingkat kesembuhan kanker kolorektal sebenarnya sangat tinggi apabila terdeteksi sejak dini. Pada stadium awal, peluang kesembuhan dapat mencapai 95 persen.

Namun, jika kanker telah menyebar, angka tersebut dapat turun drastis hingga di bawah 50 persen.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap gejala awal seperti gatal di area anus atau BAB berdarah. Secara medis, skrining dianjurkan mulai usia 40 tahun melalui pemeriksaan endoskopi bawah atau kolonoskopi secara berkala, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko.

“Oleh sebab itu, konsumsilah makanan yang alami dan minim proses. Tiga faktor utama pencegahan kanker kolorektal adalah pola makan sehat, asupan serat yang cukup, serta aktivitas fisik secara rutin,” tegas dr. Fadli.

Tags: buang air besarkanker kolorektalkanker usus besarkesehatanmakananpola hidup

Related Posts

Ilustrasi berat badan naik atau gemuk

Tips Cegah Berat Badan Naik Saat Jalani Puasa Ramadan

February 20, 2026
Alat Pemadam Api Ringan atau APAR

Dampak Kesehatan Menghirup APAR yang Disemprot Serampangan

February 4, 2026
ilustrasi burnout yang mengakibatkan stres, depresi hingga GERD

Burnout, Ancaman Terselubung yang Gerogoti Kesehatan Fisik dan Mental

January 27, 2026
Ilustrasi orang stres

Siasat Cegah Stres di Akhir Tahun

December 24, 2025
Ilustrasi diabetes MODY

Mengenal Jenis Diabetes MODY yang Muncul di Usia Muda, Apa Itu?

December 19, 2025
ilustrasi obat bahan alam

Pakar UGM Ingatkan Obat Bahan Alam Tak Boleh Dikonsumsi Sembarangan

December 17, 2025
Next Post
Ilustrasi pernikahan

Banyak Kaum Muda Tunda Pernikahan, Guru Besar UMY Beber Faktor Penyebabnya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.