• Tentang Kami
Thursday, May 28, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Cendekia

Memahami Pendidikan Khas Kejogjaan yang Bakal Diterapkan di Seluruh DIY

Penerapan Pendidikan Khas Kejogjaan ini merupakan satu di antara upaya untuk mengembalikan label Yogyakarta sebagai "Kota Pelajar" yang belakangan ini dinilai mulai memudar

Gregorius BramantyobyredaksiandGregorius Bramantyo
February 25, 2026
in Cendekia, headline
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ilustrasi pelajar mengikuti sistem pendidikan Indonesia

Ilustrasi pelajar mengikuti sistem pendidikan Indonesia. [pexels/ROMAN ODINTSOV]

0
SHARES
15
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah menetapkan target untuk dunia pendidikan di wilayahnya. Mulai tahun ajaran 2026/2027, Pendidikan Khas Kejogjaan (PKJ) ditargetkan akan mulai diterapkan secara menyeluruh di semua sekolah di DIY.

Langkah tersebut merupakan instruksi langsung dari Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, dengan tujuan agar nilai-nilai luhur Yogyakarta dapat menjiwai seluruh peserta didik.

BERITA MENARIK LAINNYA

Presiden Prabowo Bagikan Sapi Kurban ke Warga Bantaran Kali Sungai Code

57 Bhiksu Thudong Bawa Pesan Perdamaian Singgah di Yogyakarta, Sehari Tempuh Jarak 30-40 Km

Apa Itu Pendidikan Khas Kejogjaan?

Banyak yang mungkin bertanya-tanya apakah PKJ akan menjadi beban baru bagi siswa. Namun, Ketua Dewan Pendidikan DIY, Sutrisna Wibawa, menjelaskan bahwa PKJ bukanlah mata pelajaran baru yang akan ditambahkan ke dalam kurikulum.

PKJ adalah sebuah sistem pendidikan yang berfokus pada penanaman nilai-nilai Jogja yang berkaitan dengan karakter. Keilmuan ini nantinya akan disisipkan atau diintegrasikan ke dalam mata pelajaran yang sudah ada. Beberapa contoh integrasinya antara lain:

* Pendidikan Agama: Menyisipkan filosofi sangkan paraning dumadi tentang asal-usul dan tujuan manusia diciptakan.

* Bahasa Jawa, Bahasa Indonesia, dan IPS: Disisipi dengan wacana-wacana khas Yogyakarta untuk memperkuat literasi budaya.

Mengembalikan Identitas Kota Pelajar

Penerapan PKJ ini merupakan satu di antara upaya untuk mengembalikan label Yogyakarta sebagai “Kota Pelajar” yang belakangan ini dinilai mulai memudar akibat maraknya aksi kejahatan jalanan atau kenakalan remaja.

Tujuan utama dari PKJ adalah membentuk “Jalma Kang Utama”, yaitu manusia yang berperilaku sangat baik dan berbudi pekerti luhur. Siswa diharapkan memiliki jiwa trilogi, yakni:

1. Hamemayu Hayuning Bawono (Memperindah keindahan dunia).

2. Memahami Sangkan Paraning Dumadi (Asal dan tujuan penciptaan).

3. Berperilaku Manunggaling Kawula Gusti.

Persiapan dan Hasil Uji Coba

Rencana penerapan menyeluruh di tahun 2026 ini tidak muncul begitu saja. PKJ telah melalui tahap uji coba sejak tahun 2024 di 10 sekolah contoh. Hasil evaluasi menunjukkan dampak yang sangat positif terhadap karakter siswa, dengan nilai rata-rata mencapai 4,1 dari skala 5 pada indikator pengukuran karakter.

Sutrisna Wibawa menegaskan bahwa perangkat pendukung untuk penerapan ini sudah siap sepenuhnya.

“Saat ini buku PKJ maupun media pembelajarannya sudah siap. Kami juga sudah menyiapkan serangkaian bimbingan teknis (bimtek) bagi para pengajar,” ujarnya.

Dari PAUD hingga Perguruan Tinggi

Keunikan dari Pendidikan Khas Kejogjaan adalah cakupannya yang luas. Program ini akan diterapkan mulai dari tingkat PAUD, SD, SMP, SMA/SMK, hingga Perguruan Tinggi.

Untuk tingkat universitas, PKJ dapat diberikan mulai dari masa pengenalan kampus. Hal ini dianggap penting karena banyak mahasiswa di Yogyakarta merupakan pendatang dari luar daerah, sehingga PKJ menjadi sarana agar mereka juga mengenal dan menginternalisasi nilai serta budaya lokal selama menempuh studi di Jogja.

Dengan penerapan PKJ secara masif di tahun depan, diharapkan lulusan pendidikan di Yogyakarta tidak hanya cerdas secara intelektual dan teknologi, tetapi juga memiliki karakter unik dan sopan santun yang berakar pada budaya Jawa yang luhur.

Tags: budaya lokalpendidikanPendidikan Khas KejogjaanSri Sultan Hamengku Buwono XSutrisna WibawaYogyakarta

Related Posts

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyaksikkan penyembelihan sapi kurban dari Presiden Prabowo untuk warga di kawasan Sungai Code, Rabu (27/5/2026)

Presiden Prabowo Bagikan Sapi Kurban ke Warga Bantaran Kali Sungai Code

May 27, 2026
Puluhan Bhiksu Thudong dari empat negara di Asia Tenggara saat meninggalkan kawasan Bangsal Kepatihan Kantor Gubernur DIY, pada Senin (25/5/2026).

57 Bhiksu Thudong Bawa Pesan Perdamaian Singgah di Yogyakarta, Sehari Tempuh Jarak 30-40 Km

May 26, 2026
GM D Kaliurang Resort & Convention Hartoyo

Hartoyo, General Manager yang Menyapa dengan Hati di D Kaliurang Resort & Convention

May 25, 2026
Aksi panggung Metzdub dan Farid Stevy dalam gelaran konser Berani + Bahagia di Asram Edupark, Sabtu (23/5/2026).

Metzdub dan Farid Stevy Bawa Semangat Kolaborasi ke Atas Panggung Konser Berani + Bahagia

May 25, 2026
Jelang Iduladha 2026, Stok Sapi di DIY Kurang 1100 Ekor

Jelang Iduladha 2026, Stok Sapi di DIY Kurang 1100 Ekor

May 25, 2026
Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Eva Guna Pandia, dan Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, AKP Riski Adrian, menunjukkan barang bukti dan foto pelaku pembacokan yang menewaskan seorang pelajar, Jumat (22/5/2026).

Polisi Masih Buru Empat Pelaku Diduga Terlibat Penganiayaan di Kotabaru

May 25, 2026
Next Post
Bangunan eks hotel mutiara yang bakal dihidupkan kembali oleh Pemda DIY bekerja sama dengan pihak ketiga

Riwayat Hotel Mutiara: Dari Ikon Malioboro hingga jadi Aset Strategis Pemda DIY

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.