GUNUNGKIDUL, POPULI.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengerahkan alat berat untuk melakukan evakuasi atau pembersihan material longsor di jalur Clongop, jalur utama yang ada di wilayah Kabupaten Gunungkidul.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Purwono mengatakan langkah darurat telah diambil, seperti pengerahan alat berat yang dikirim Pemprov DIY untuk mempercepat evakuasi material longsoran di Jalur Clongop.
“BPBD melakukan kerja bakti pembersihan material menggunakan jack hammer (alat berat) serta melakukan asesmen dan kaji cepat di lapangan,” terangnya, Rabu (4/3/2026).
Menurut dia, BPBD juga telah berkoordinasi dengan kelurahan, kecamatan, serta Dinas Pekerjaan Umum (PU) DIY untuk penanganan lebih lanjut sesuai kewenangan, terhadap rekahan tanah di atas lokasi tanah longsor atau tebing jalur Clongop.
Meski demikian BPBD Gunungkidul juga mengimbau masyarakat selalu berhati-hati dan waspada saat beraktivitas di luar ruangan, termasuk ketika melintasi jalur Clongop.
“Warga agar menghindari daerah rawan bencana, seperti lereng bukit dan bantaran sungai, dan selalu memantau informasi terbaru mengenai cuaca dari BMKG serta berhati-hati saat melintasi jalur Clongop dan mengikuti arahan petugas,” katanya.
Guna menjaga keselamatan pengguna jalan, pihak kepolisian dan relawan menerapkan mekanisme buka-tutup di jalur Clongop. Namun jika terjadi hujan lebat, kata dia, jalur akan ditutup total demi keamanan dan kendaraan diarahkan melalui jalur alternatif.
Sementara itu Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan dalam satu minggu terakhir sudah terjadi dua kali tanah longsor di kawasan jalur Clongop, dengan kejadian terakhir pada Selasa (3/3/2026) malam usai wilayah tersebut diguyur hujan deras.
“Berdasarkan hasil investigasi dari BPBD, Babinsa, dan relawan, ditemukan adanya retakan tanah sepanjang 50 meter di bagian atas lokasi longsor,” katanya.
Menurut dia, retakan tanah tersebut terpantau telah mundur ke belakang sejauh 26 meter, yang menandakan kondisi lahan masih sangat berbahaya dan berpotensi memicu longsor susulan.












