YOGYAKARTA, POPULI.ID – PSIM Yogyakarta akan melakoni laga tandang krusial melawan Semen Padang FC dalam lanjutan pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026 di Stadion H. Agus Salim, Rabu (4/3/2026) malam. Meski datang dengan kepercayaan diri tinggi, Laskar Mataram dipastikan tampil pincang tanpa diperkuat nyawa permainan mereka.
Ujian Kedalaman Skuad Tanpa Ze Valente
Kabar kurang sedap menghampiri PSIM setelah kreator permainan mereka, Ze Valente, dipastikan absen akibat akumulasi kartu kuning. Pemain asal Portugal ini merupakan tumpuan utama di lini tengah dengan koleksi 8 gol dari 22 penampilan musim ini.
Meskipun kehilangan pilar penting, pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, menegaskan bahwa kedalaman skuadnya mampu mengatasi celah tersebut.
“Ze harus menjalani skorsing. Namun, kami memiliki kedalaman skuad yang bagus sehingga saya pikir kami bisa memasukkan pemain lain. Itu bukan sebuah masalah,” tegas Van Gastel.
Ze Valente sendiri menanggapi absennya dengan bijak. Ia menganggap absennya kali ini sebagai waktu untuk pemulihan.
“Mengenai pertandingan selanjutnya, saya memang harus absen. Perasaan saya saat ini, biarlah terjadi apa yang terjadi. Ini akan menjadi momen yang bagus untuk sedikit beristirahat,” ujarnya.
Kondisi Klasemen dan Tekanan Tuan Rumah
Pertandingan ini mempertemukan dua tim dengan nasib yang bertolak belakang di papan klasemen. PSIM saat ini bertengger di peringkat ke-8 dengan raihan 36 poin, berambisi menjaga peluang menembus papan atas.
Sementara tuan rumah Semen Padang FC justru sedang terpuruk di dasar klasemen dengan hanya mengoleksi 16 poin.
Kondisi tuan rumah semakin pelik dengan adanya ultimatum dari penasehat tim, Andre Rosiade, yang mengancam akan mengganti pelatih Dejan Antonic jika gagal menang melawan PSIM.
“Lawan PSIM besok, kalau (Semen Padang FC) tidak menang, berarti ganti pelatih,” tulis Andre lewat media sosialnya.
Catatan Head to Head dan Performa Terakhir
Dalam sejarah pertemuan sejak 2024, PSIM memiliki catatan superior atas Kabau Sirah. Dari tiga laga terakhir, tim berlogo Tugu Pal Putih itu menang satu kali dan dua laga lainnya berakhir imbang. Pada pertemuan pertama musim ini di bulan Januari, Laskar Mataram berhasil membungkam Semen Padang dengan skor tipis 1-0.
– (4/1/2026) PSIM Yogyakarta 1-0 Semen Padang (Super League)
– (27/1/2024) PSIM Yogyakarta 0-0 Semen Padang (Liga 2)
– (6/1/2024) Semen Padang 1-1 PSIM Yogyakarta (Liga 2)
Lima Pertandingan Terakhir PSIM Yogyakarta:
– PSBS Biak 2-4 PSIM Yogyakarta
– PSIM Yogyakarta 3-3 Bali United
– Persik Kediri 2-2 PSIM Yogyakarta
– PSIM Yogyakarta 0-0 Persis Solo
– Borneo FC 2-1 PSIM Yogyakarta
Lima Pertandingan Terakhir Semen Padang FC:
– Bhayangkara FC 4-0 Semen Padang
– Semen Padang 2-2 Malut United
– Arema FC 3-0 Semen Padang
– Semen Padang 1-0 Persita Tangerang
– PSM Makassar 0-0 Semen Padang
Statistik dan Pemain Kunci yang Perlu Diwaspadai
Secara statistik, PSIM memiliki lini serang yang jauh lebih produktif dengan rata-rata mencetak 2,0 gol per pertandingan dalam lima laga terakhir, berbanding terbalik dengan Semen Padang yang hanya mencatatkan rata-rata 0,6 gol.
Namun, PSIM wajib waspada karena Semen Padang akan kembali diperkuat tiga legiun asingnya, yakni Alhasan Wakaso, Guillermo Fernandez Hierro, dan Angelo Meneses yang sempat absen karena cedera.
Hanya saja, tuan rumah juga kehilangan pemain andalan Boubakary Diarra karena akumulasi kartu merah, yang menjadi keuntungan bagi lini tengah PSIM untuk mendominasi permainan.
PSIM dipastikan kehilangan Ze Valente karena akumulasi kartu kuning. Meski sang motor serangan abesn, PSIM memiliki Franco Ramos sebagai pemain kunci yang patut diwaspadai oleh pertahanan lawan. Ramos tengah dalam kepercayaan diri tinggi setelah berhasil mencetak dua gol (brace) dalam kemenangan 4-2 atas PSBS Biak di laga sebelumnya.
Selain Ramos, kembalinya Donny Warmerdam setelah cedera panjang memberikan tambahan amunisi dan stabilitas di lini tengah bagi racikan strategi Van Gastel. Kehadiran para pemain ini menjadi tumpuan bagi PSIM untuk tetap produktif.
Laga ini diprediksi akan menjadi ujian mental bagi PSIM Yogyakarta untuk membuktikan bahwa mereka bukan sekadar “Ze Valente-sentris”, sekaligus menjadi kesempatan emas untuk mencuri poin di Padang.












