SLEMAN, POPULI.ID – Keberhasilan PSS Sleman mengunci tiket promosi ke Super League musim depan tak hanya menjadi pesta bagi warga Bumi Sembada. Di balik kemenangan telak 3-0 atas PSIS Semarang di Stadion Maguwoharjo, Minggu (3/5/2026) lalu, terdapat kisah unik mengenai tiga pemain yang seolah menjadi jimat promosi bagi dua klub besar asal Daerah Istimewa Yogyakarta.
Figo Dennis, Irvan Mofu, dan Muhammad Fariz mencatatkan pencapaian spesial yang jarang terjadi. Musim lalu, ketiganya merupakan bagian dari skuad PSIM Yogyakarta yang berhasil menembus kasta tertinggi, dan kini mereka mengulangi kesuksesan yang sama bersama PSS Sleman.
Berikut ini adalah profil singkat tiga pemain spesialis promosi tersebut:
1. Muhammad Fariz
Kisah Muhammad Fariz mungkin yang paling menarik. Ia merupakan pemain didikan PSS Sleman yang pada musim lalu dipinjamkan ke rival tetangga, PSIM Yogyakarta. Di bawah panji Laskar Mataram, Fariz tidak hanya membawa tim tersebut promosi, tetapi juga meraih gelar juara Liga 2.
Sekembalinya dari masa peminjaman, Fariz langsung nyetel dengan skuad Super Elang Jawa musim ini. Tercatat, ia tampil sebanyak sembilan kali untuk memastikan PSS menyusul langkah mantan klub sementaranya ke Super League.
2. Figo Dennis
Datang dengan status pemain pinjaman dari Persija Jakarta pada Januari lalu, Figo Dennis tidak butuh waktu lama untuk memberikan dampak. Gelandang muda berusia 20 tahun ini menjadi pilar penting di lini tengah PSS dengan catatan 10 kali penampilan musim ini.
Bagi Figo, keberhasilan membawa PSS promosi adalah kelanjutan dari tren positifnya setelah musim lalu juga berada di skuad saat PSIM naik kasta. Di musim lalu ia tampil sebanyak 8 kali saat berseragam Laskar Mataram. Kini, ia membidik target yang lebih tinggi, yakni menjuarai ajang Championship melawan Garudayaksa FC sebagai kado perpisahan yang indah.
3. Irvan Mofu
Meski tidak selalu menjadi pilihan utama, kontribusi Irvan Mofu tergolong sangat efektif. Pemain kelahiran Pinrang, Sulawesi Selatan ini tampil 11 kali bagi PSS musim ini. Namun ia berhasil menyumbangkan empat gol krusial bagi Laskar Sembada. Termasuk saat menumbangkan Persela Lamongan dan Persiku Kudus. Kehadirannya di ruang ganti membawa mentalitas juara, mengingat ia juga merupakan bagian dari sejarah sukses PSIM musim lalu.
Meski tiket promosi sudah di tangan, tugas ketiga pemain ini bersama PSS Sleman belum usai. Mereka masih harus menghadapi laga final Championship melawan Garudayaksa FC.












