SLEMAN, POPULI.ID – PSS Sleman resmi memastikan diri promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia, BRI Super League musim 2026/2027, usai mengalahkan PSIS Semarang dengan skor telak 3-0 di Stadion Maguwoharjo, Minggu (3/5/2026).
Kemenangan pada pekan ke-27 ini mengukuhkan posisi Laskar Sembada sebagai pemuncak klasemen Grup Timur dengan raihan 56 poin dan membawa mereka melaju ke babak final Pegadaian Championship untuk menghadapi Garudayaksa FC.
Keberhasilan ini tidak datang secara instan, melainkan hasil dari konsistensi luar biasa sepanjang musim. Berikut ini adalah fakta dan catatan kunci di balik kembalinya PSS Sleman ke kasta tertinggi sepakbola tanah air:
1. Hanya Numpang Lewat di Kasta Kedua
PSS Sleman membuktikan mentalitas mereka sebagai tim besar dengan hanya menghabiskan satu musim di kasta kedua. Setelah terdegradasi pada musim 2024/2025 karena finis di peringkat ke-16, manajemen bergerak cepat melakukan pembenahan struktur dengan menggeser Pieter Huistra sebagai Direktur Teknik dan Ansyari Lubis sebagai pelatih kepala. Langkah strategis ini terbukti ampuh mengembalikan stabilitas tim dalam waktu singkat.
2. Dominan di Grup Timur: Hanya Tiga Kali Kalah
Sepanjang fase grup, PSS Sleman tampil sebagai tim yang sangat sulit dikalahkan. Dari 27 pertandingan yang dijalani di Grup Timur, Laskar Sembada hanya menelan tiga kekalahan, yang merupakan catatan terbaik di grupnya.
Konsistensi ini membuat mereka mampu mengungguli tim kuat lainnya seperti Persipura Jayapura dan Barito Putera dalam persaingan ketat di papan atas.
3. Statistik Mentereng: Tajam di Depan, Kokoh di Belakang
Keseimbangan permainan menjadi kunci utama pasukan Ansyari Lubis. PSS Sleman menjadi tim paling produktif di Grup Timur dengan torehan 53 gol.
Di sisi lain, lini pertahanan yang digalang Fachruddin Aryanto dan Lucas Gama juga tampil disiplin dengan hanya kebobolan 19 gol sepanjang musim. Perpaduan antara ketajaman dan pertahanan kokoh ini menjadikan mereka tim paling komplit di kompetisi musim ini.
4. Gustavo Tocantins: Predator dan Legenda Baru
Penyerang asal Brasil, Gustavo Tocantins, menjadi aktor utama dengan catatan 22 gol dari 25 laga. Musim ini menjadi periode tersubur dalam kariernya di Indonesia, termasuk aksi fenomenal mencetak empat gol alias quattrick saat melawan Persipal Palu.
Tambahan gol musim ini membuat Tocantins mengoleksi total 38 gol untuk PSS, resmi melampaui rekor Marcelo Braga sebagai top skor sepanjang masa klub.
5. Final Melawan Garudayaksa
Kemenangan atas PSIS Semarang tidak hanya berarti tiket promosi, tetapi juga tiket menuju partai final Pegadaian Championship 2025/2026. Di laga puncak nanti, PSS Sleman akan berhadapan dengan Garudayaksa FC untuk memperebutkan gelar juara kasta kedua.
Kemenangan di laga final akan menjadi penutup manis bagi perjuangan Laskar Sembada sebelum kembali bersaing di level tertinggi musim depan.












