SLEMAN, POPULI.ID – Kompetisi kasta kedua sepak bola Indonesia, Pegadaian Championship 2025/2026, tengah mencapai titik didihnya. Grup 2 menjadi panggung persaingan paling dramatis, di mana tiga tim besar yakni PSS Sleman, Persipura Jayapura, dan Barito Putera saling sikut demi satu tiket promosi otomatis ke BRI Super League musim depan. Dengan hanya satu laga tersisa, margin kesalahan nyaris tidak ada bagi ketiga kontestan ini.
PSS Sleman: Memegang Kendali Nasib Sendiri
Sebagai pemuncak klasemen sementara dengan koleksi 53 poin, PSS Sleman berada di posisi yang paling diuntungkan. Tim berjuluk Super Elang Jawa memegang kendali penuh atas nasib mereka sendiri. Kemenangan di laga pamungkas melawan PSIS Semarang di Stadion Maguwoharjo akan langsung menyegel status juara grup dan tiket promosi.
Keunggulan utama PSS terletak pada rekor pertemuan atau head-to-head yang lebih baik atas pesaing terdekatnya, Persipura Jayapura. Dari tiga pertemuan musim ini, PSS mencatat satu kemenangan dan dua hasil imbang melawan tim Mutiara Hitam tersebut.
Pelatih PSS Sleman, Ansyari Lubis, menegaskan bahwa timnya tidak ingin menggantungkan harapan pada hasil tim lain.
“Kalau kita mau lolos langsung, kita yang berbuat sendiri. Tidak bergantung kepada tim lain,” tegas Ansyari dikutip dari laman ILeague, Kamis (30/4/2026).
Ia menambahkan bahwa laga terakhir ini adalah ujian mental yang sesungguhnya.
“Fokus satu per satu, dan targetnya bisa memenangkan setiap pertandingan. Mental petarung mereka harus dikeluarkan saat melawan PSIS,” imbuhnya.
Persipura dan Barito: Mengintip Peluang
Di posisi kedua, Persipura Jayapura menempel ketat dengan poin yang sama, yakni 53 poin. Meskipun kalah secara head-to-head dari PSS, Persipura sudah dipastikan mengunci posisi minimal di dua besar klasemen. Skenario promosi langsung bagi Mutiara Hitam adalah memenangkan laga terakhir melawan Persiku Kudus sembari berharap PSS Sleman terpeleset, entah kalah atau imbang.
Sementara itu, Barito Putera yang berada di peringkat ketiga dengan 50 poin masih memiliki harapan tipis namun nyata. Tim berjuluk Laskar Antasari bisa merangsek ke posisi kedua alias babak play-off promosi jika menang atas Persipal Palu di pekan terakhir, asalkan PSS Sleman menelan kekalahan.
Skenario Poin Sama
Hal yang paling menarik dalam persaingan ini adalah jika terjadi kondisi di mana ketiga tim mengakhiri musim dengan poin yang sama, yakni 53 poin. Kondisi ini terjadi apabila PSS dan Persipura kalah di laga terakhir, sementara Barito Putera berhasil meraih kemenangan.
Jika skenario poin kembar ini terjadi, penentuan juara grup dan posisi play-off promosi akan menggunakan mekanisme klasemen kecil berdasarkan rekor pertemuan ketiga tim. Secara unik, ketiga tim ini memiliki rekor yang saling mengalahkan:
• PSS Sleman unggul head-to-head atas Persipura.
• Persipura Jayapura unggul head-to-head atas Barito Putera.
• Barito Putera unggul head-to-head atas PSS Sleman.
Pertandingan pekan ke-27 yang dijadwalkan serentak pada Minggu (3/5/2026) pukul 15.30 WIB ini akan menjadi penentu sejarah bagi ketiga klub tersebut. Seluruh mata kini tertuju pada Stadion Maguwoharjo, di mana PSS Sleman akan berjuang habis-habisan untuk kembali ke kasta tertinggi sepak bola tanah air.












